Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pria Dominan Vs Pria Suportif, Mana yang Paling Dicari Cewek?

Pria Dominan Vs Pria Suportif, Mana yang Paling Dicari Cewek?
ilustrasi pasangan di danau (pexels.com/Thomas balabaud)
Intinya Sih
  • Artikel membahas perbandingan antara pria dominan dan pria suportif dalam hubungan, menyoroti daya tarik, kenyamanan emosional, serta dampaknya terhadap dinamika pasangan.
  • Preferensi perempuan terhadap tipe pria dipengaruhi oleh karakter pribadi, pengalaman masa lalu, dan fase kehidupan yang sedang dijalani.
  • Keseimbangan antara ketegasan dan empati dianggap paling ideal, dengan komunikasi terbuka sebagai kunci menjaga hubungan tetap sehat dan saling menghargai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dalam dunia hubungan, sering muncul perdebatan soal tipe pria yang paling dicari cewek. Ada yang bilang pria dominan lebih menarik karena terlihat tegas dan punya arah hidup jelas. Di sisi lain, pria suportif dianggap lebih nyaman dan bikin hubungan terasa aman.

Pertanyaannya, mana yang sebenarnya lebih dicari? Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu. Preferensi bisa berbeda tergantung karakter, pengalaman, dan fase hidup masing-masing.

Table of Content

1. Daya tarik pria dominan

1. Daya tarik pria dominan

ilustrasi pasangan di museum (pexels.com/Shvets Anna)
ilustrasi pasangan di museum (pexels.com/Shvets Anna)

Pria dominan biasanya identik dengan percaya diri dan berani mengambil keputusan. Sikap tegas dan inisiatif tinggi sering memberi kesan maskulin dan kuat. Banyak cewek merasa aman ketika pasangannya tahu apa yang ia mau dan berani memimpin.

Namun, dominan yang sehat berbeda dengan otoriter. Jika terlalu mengontrol, justru bisa membuat pasangan merasa tertekan. Daya tariknya muncul ketika dominasi dibarengi rasa hormat, bukan sikap ingin selalu menang sendiri.

2. Kenyamanan bersama pria suportif

ilustrasi pria dan wanita bercanda (pexels.com/Monstera Production)
ilustrasi pria dan wanita bercanda (pexels.com/Monstera Production)

Pria suportif dikenal sebagai pendengar yang baik dan penuh empati. Ia hadir bukan hanya saat senang, tetapi juga ketika pasangan sedang jatuh. Sikap ini menciptakan rasa aman secara emosional.

Banyak cewek menghargai pria yang mendukung mimpi dan karier mereka. Dukungan yang tulus membuat hubungan terasa setara dan saling menguatkan. Dalam jangka panjang, rasa nyaman ini sering lebih bertahan dibanding sekadar kesan awal yang kuat.

3. Fase hidup memengaruhi pilihan

ilustrasi pria dan wanita mengobrol (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi pria dan wanita mengobrol (pexels.com/MART PRODUCTION)

Preferensi bisa berubah sesuai fase kehidupan seseorang. Di usia lebih muda, karakter dominan yang penuh tantangan mungkin terasa lebih menarik. Namun ketika mencari hubungan serius, stabilitas dan dukungan emosional sering jadi prioritas.

Pengalaman masa lalu juga berpengaruh besar. Seseorang yang pernah merasa dikontrol mungkin lebih memilih pasangan yang suportif. Sebaliknya, yang pernah merasa tidak punya arah bisa mencari figur yang lebih tegas.

4. Kombinasi adalah kunci

ilustrasi pria dan wanita
ilustrasi pria dan wanita (pexels.com/Liliana Drew)

Realitanya, banyak cewek tidak mencari dominan atau suportif secara ekstrem. Mereka lebih tertarik pada kombinasi keduanya dalam porsi seimbang. Tegas saat dibutuhkan, tetapi tetap empatik dan menghargai pasangan.

Pria yang mampu memimpin tanpa merendahkan, serta mendukung tanpa kehilangan ketegasan, biasanya lebih menarik. Keseimbangan ini menunjukkan kedewasaan emosional. Dan kedewasaan sering kali lebih seksi daripada sekadar dominasi.

5. Komunikasi menentukan arah hubungan

ilustrasi pria dan wanita
ilustrasi pria dan wanita (pexels.com/Kentut Subiyanto)

Apapun tipenya, komunikasi tetap faktor utama. Pria dominan yang tidak mau mendengar akan sulit bertahan lama. Begitu juga pria suportif yang tidak punya pendirian bisa dianggap kurang tegas.

Hubungan sehat dibangun dari dialog yang terbuka dan saling memahami. Ketika dua orang bisa menyampaikan kebutuhan dengan jelas, label dominan atau suportif menjadi kurang relevan. Yang terpenting adalah bagaimana keduanya merasa dihargai.

Pertanyaan pria dominan atau suportif sebenarnya tidak punya jawaban tunggal. Setiap orang punya preferensi dan pengalaman berbeda. Namun satu hal yang pasti, keseimbangan selalu lebih menarik daripada ekstrem.

Menjadi versi terbaik diri sendiri jauh lebih penting daripada memaksakan karakter tertentu demi terlihat menarik. Ketika kepribadian berkembang secara sehat, daya tarik akan muncul dengan sendirinya. Pada akhirnya, yang dicari bukan sekadar tipe, tetapi rasa yang tulus dan stabil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More