Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mitos vs Fakta: Apakah Rambut Pria Bisa Rontok karena Helm?

4 min read
Mitos vs Fakta: Apakah Rambut Pria Bisa Rontok karena Helm?
ilustrasi pria memakai helm (pexels.com/nandish kumar)
  • Pemakaian helm yang pas dan benar tidak terbukti langsung menyebabkan kebotakan; kerontokan pria lebih sering terkait genetik, hormon, kondisi kesehatan, atau gangguan kulit kepala.

  • Helm terlalu ketat, bergeser, atau menarik rambut dapat memicu rambut patah dan risiko kerontokan akibat tarikan, terutama pada rambut panjang yang diikat kencang.

  • Kelembapan, keringat, dan helm kotor dapat memperburuk gatal atau ketombe; kerontokan tidak biasa, berpola, atau disertai keluhan kulit kepala perlu diperiksakan ke dokter kulit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Helm menjadi perlengkapan wajib bagi pria yang menggunakan sepeda motor untuk beraktivitas sehari-hari. Namun, penggunaan helm dalam waktu lama sering dikaitkan dengan masalah rambut rontok, terutama bagi pria yang harus berkendara setiap hari untuk bekerja. Anggapan ini membuat sebagian orang khawatir bahwa kebiasaan memakai helm bisa mempercepat kebotakan.

Faktanya, memakai helm dengan cara yang benar tidak terbukti secara langsung menyebabkan kebotakan pada pria. Rambut rontok lebih sering berkaitan dengan faktor genetik, perubahan hormon, kondisi kesehatan, atau gangguan pada kulit kepala. Meski begitu, gesekan, kelembapan, dan kebersihan helm tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kondisi rambut dan kulit kepala.

  1. 1. Memakai helm setiap hari tidak otomatis menyebabkan kebotakan

    ilustrasi motor
    ilustrasi motor (pexels.com/Prithivirajan C)

    Mitos: banyak orang menganggap rambut akan semakin tipis jika kepala tertutup helm selama berjam-jam setiap hari. Padahal, penggunaan helm yang sesuai ukuran dan tidak menimbulkan tarikan berlebihan bukan penyebab langsung kebotakan pola pria. Kondisi kebotakan yang umum terjadi pada pria biasanya dipengaruhi faktor genetik dan sensitivitas folikel rambut terhadap hormon androgen.

    Jika rambut mulai menipis meskipun tidak mengalami perubahan kebiasaan memakai helm, penyebabnya bisa berasal dari faktor lain. Penipisan di area pelipis atau puncak kepala, misalnya, dapat menjadi tanda kebotakan pola pria. Karena itu, jangan langsung menyalahkan helm tanpa memperhatikan pola kerontokan dan kondisi kesehatan rambut secara keseluruhan.

  2. 2. Gesekan helm bisa menyebabkan rambut patah

    ilustrasi pria bawa helm
    ilustrasi pria bawa helm (pexels.com/Giorgio de Angelis)

    Fakta: helm yang terlalu ketat atau sering bergesekan dengan rambut dapat membuat sebagian helai rambut mengalami kerusakan mekanis. Kondisi ini lebih mungkin menyebabkan rambut patah daripada membuat folikel rambut berhenti memproduksi rambut secara permanen. Gesekan berulang juga bisa membuat rambut terlihat lebih tipis, kusut, atau tidak teratur.

    Untuk mengurangi risiko tersebut, pilih helm dengan ukuran yang pas dan lapisan dalam yang nyaman. Hindari memakai helm yang terlalu longgar hingga terus bergeser atau terlalu sempit hingga menekan kepala secara berlebihan. Saat melepas helm, lakukan dengan hati-hati agar rambut tidak tertarik, terutama jika rambut cukup panjang.

  3. 3. Kulit kepala yang lembap bisa memicu masalah tertentu

    ilustrasi helm full face
    ilustrasi helm full face (pexels.com/Nur Andi Ravsanjani Gusma)

    Fakta: kulit kepala dapat menjadi lebih lembap dan berkeringat ketika tertutup helm dalam waktu lama, terutama saat cuaca panas atau perjalanan padat. Keringat dan penumpukan minyak bukan penyebab langsung kebotakan, tetapi kondisi kulit kepala yang tidak terjaga kebersihannya dapat memperburuk rasa gatal atau masalah seperti ketombe pada sebagian orang. Jika kulit kepala terus digaruk, rambut juga berisiko mengalami kerusakan akibat gesekan berulang.

    Biasakan membersihkan rambut setelah banyak berkeringat sesuai kebutuhan dan keringkan sebelum kembali memakai helm dalam waktu lama. Lapisan dalam helm juga perlu dibersihkan secara berkala mengikuti petunjuk perawatan dari produsennya. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga kenyamanan kulit kepala tanpa harus menghindari penggunaan helm yang penting untuk keselamatan.

  4. 4. Helm yang terlalu ketat dapat meningkatkan risiko kerontokan akibat tarikan

    ilustrasi pria mengalami kebotakan
    ilustrasi pria mengalami kebotakan (pexels.com/cottonbro studio)

    Fakta: tekanan atau tarikan berulang pada rambut dalam jangka panjang dapat menyebabkan kondisi yang disebut traction alopecia. Kerontokan jenis ini terjadi ketika rambut terus-menerus mengalami tarikan, misalnya akibat gaya rambut yang sangat ketat atau perlengkapan tertentu yang menarik rambut secara berulang. Namun, helm yang pas dan digunakan secara normal tidak otomatis menyebabkan kondisi tersebut.

    Risiko dapat dikurangi dengan memastikan helm tidak menarik rambut ketika dipasang atau dilepas. Pria berambut panjang sebaiknya menghindari ikatan rambut yang terlalu kencang di bawah helm, terutama jika menimbulkan rasa sakit atau tekanan pada kulit kepala. Jika muncul penipisan rambut di area yang terus mengalami tarikan, sebaiknya evaluasi kebiasaan tersebut dan konsultasikan dengan dokter kulit.

  5. 5. Kerontokan rambut perlu dilihat dari penyebabnya

    ilustrasi pria mengalami kebotakan
    ilustrasi pria mengalami kebotakan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Fakta: rambut rontok dapat dipicu berbagai faktor, termasuk keturunan, stres fisik atau emosional, penyakit tertentu, kekurangan nutrisi, dan efek obat-obatan. Kerontokan yang muncul secara tiba-tiba, terjadi merata, atau membentuk area botak berbatas jelas membutuhkan perhatian lebih. Menganggap semua kerontokan sebagai akibat helm bisa membuat penyebab sebenarnya terlambat diketahui.

    Jika rambut terus menipis, rontok dalam jumlah yang tidak biasa, atau disertai kulit kepala kemerahan, nyeri, dan bersisik, pertimbangkan pemeriksaan ke dokter kulit. Dokter dapat membantu menentukan apakah kerontokan berkaitan dengan kebotakan pola pria, gangguan kulit kepala, atau kondisi lain. Penanganan yang tepat bergantung pada penyebabnya, sehingga produk perawatan rambut belum tentu menjadi solusi untuk semua jenis kerontokan.

    Anggapan bahwa memakai helm setiap hari pasti membuat rambut pria rontok merupakan mitos yang perlu diluruskan. Helm yang ukurannya sesuai dan digunakan dengan benar tidak terbukti secara langsung menyebabkan kebotakan, meskipun gesekan, tarikan, dan kondisi kulit kepala yang kurang terjaga dapat menimbulkan masalah tertentu. Faktor genetik, hormon, dan kondisi kesehatan tetap perlu dipertimbangkan ketika rambut mulai menipis.

    Pria tidak perlu menghindari helm demi menjaga rambut karena perlengkapan ini berperan penting dalam melindungi kepala saat berkendara. Pilih helm yang pas, jaga kebersihan bagian dalamnya, dan hindari gaya rambut yang menimbulkan tarikan berlebihan. Jika kerontokan berlangsung terus-menerus atau membentuk pola tertentu, cari tahu penyebabnya melalui pemeriksaan yang tepat daripada langsung menyalahkan helm.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia