Perbedaan Purging dan Breakout, Kenali Tandanya!

- Perbedaan purging dan breakout terletak pada kandungan produk yang digunakan, purging dipicu oleh bahan aktif seperti AHA, BHA, Vitamin C, atau Retinol. Breakout terjadi karena ketidakcocokan kulit terhadap bahan tertentu.
- Purging biasanya muncul di area wajah yang sering ditumbuhi jerawat atau komedo, sementara breakout cenderung muncul di area wajah yang jarang bermasalah. Lokasi munculnya jerawat menjadi kunci dalam membedakan keduanya.
- Dari sudut pandang medis, purging berkaitan dengan percepatan siklus deskuamasi sel kulit mati secara alami. Sebaliknya, breakout dikategorikan sebagai reaksi inflamasi akut atau dermatitis kontak
Kamu baru saja mencoba rutinitas skincare baru memakai retinol yang sedang hype di media sosial. Eh, bukannya dapat wajah bersinar dalam semalam, kulit wajah kamu justru memiliki bintik merah di area pipi di pagi hari. Situasi ini bisa memicu kepanikan dan membuatmu bertanya-tanya apakah produk tersebut sedang bekerja atau justru merusak kulitmu, kan? Nah, di sinilah pentingnya untuk memahami perbedaan purging dan breakout agar gak salah langkah dalam mengambil keputusan.
Rasa dilema antara ingin menghentikan pemakaian atau terus melanjutkan perjuangan demi hasil maksimal sebenarnya hal yang wajar, kok. Banyak orang terjebak dalam kebingungan ini karena kedua kondisi tersebut sekilas tampak sangat mirip, yakni sama-sama memicu munculnya jerawat. Namun, kalau kamu jeli memperhatikan detailnya, ada sinyal-sinyal khusus yang dikirimkan oleh kulitmu untuk membedakan keduanya. Simak perbedaannya dalam artikel ini, ya!
1. Pemicu utama di balik reaksi kulitmu

Perbedaan pertama yang paling mendasar terletak pada kandungan produk yang sedang kamu gunakan saat ini. Purging biasanya hanya dipicu oleh produk yang mengandung bahan aktif dengan kemampuan mempercepat regenerasi sel kulit, seperti AHA, BHA, Vitamin C, atau turunan Vitamin A (Retinol). Jika produk yang kamu gunakan hanya berfungsi untuk melembapkan atau sekadar membersihkan wajah tanpa bahan aktif tersebut, maka reaksi yang muncul hampir pasti bukan purging.
Di sisi lain, breakout terjadi karena adanya ketidakcocokan kulit terhadap bahan tertentu dalam produk, baik itu pewangi, pengawet, atau minyak yang bersifat komedogenik. Kondisi ini merupakan bentuk protes dari kulitmu karena pori-pori tersumbat atau terjadi iritasi pada lapisan pelindung kulit (skin barrier). Oleh sebab itu, kamu harus selalu memeriksa daftar komposisi produk sebelum menyimpulkan apakah jerawat tersebut adalah reaksi "pembersihan" atau murni ketidakcocokan formula, ya.
2. Lokasi munculnya jerawat menjadi kunci

Kamu bisa mengenali perbedaan kondisi kulitmu dengan memperhatikan di mana jerawat tersebut muncul untuk pertama kalinya. Purging biasanya terjadi di area wajah yang memang sudah sering ditumbuhi jerawat atau memiliki banyak komedo tersembunyi. Proses ini seolah-olah "memaksa" semua calon jerawat yang sudah ada di bawah permukaan kulit untuk muncul secara bersamaan agar kulit bisa bersih secara total setelahnya.
Sangat berbeda dengan purging, breakout cenderung muncul di area wajah yang biasanya mulus atau jarang sekali bermasalah. Contohnya, jika kamu biasanya hanya berjerawat di area dahi namun tiba-tiba muncul jerawat meradang di area rahang setelah mencoba produk baru, itu menjadi tanda kuat terjadinya breakout, lho. Ingatlah bahwa jerawat yang muncul di tempat baru menandakan adanya iritasi atau penyumbatan pori yang baru saja terjadi akibat produk tersebut, ya.
3. Tinjauan medis antara regenerasi sel atau inflamasi akut

Dari sudut pandang medis, purging berkaitan erat dengan percepatan siklus deskuamasi atau pengelupasan sel kulit mati secara alami. Berdasarkan laporan dari American Academy of Dermatology (AAD), bahan aktif tertentu bekerja dengan meningkatkan cell turnover, yang secara klinis memang menyebabkan komedo yang sudah ada matang lebih cepat. Sumber dari Medical News Today juga menjelaskan bahwa proses ini merupakan reaksi fisiologis yang normal terjadi saat kulit beradaptasi dengan zat aktif yang kuat.
Sebaliknya, secara medis breakout dikategorikan sebagai reaksi inflamasi akut atau dermatitis kontak iritan terhadap suatu bahan kimia. Mengutip informasi dari Healthline, breakout gak memiliki manfaat jangka panjang bagi kesehatan kulit dan justru dapat merusak struktur kolagen jika dibiarkan meradang terlalu lama. Jika kamu melihat kemerahan yang sangat luas disertai rasa gatal yang hebat, dokter kulit biasanya menyarankan untuk segera menghentikan pemakaian karena itu adalah sinyal bahwa sistem imun kulitmu sedang menolak bahan tersebut, lho.
4. Tekstur dan bentuk jerawat yang berbeda

Cobalah kamu perhatikan lebih dekat bentuk dan tekstur dari jerawat yang muncul di wajahmu saat ini. Jerawat akibat purging umumnya berukuran kecil, berupa komedo putih (whiteheads), atau bintil merah yang cepat sekali matang dan mengering. Jerawat ini biasanya gak meninggalkan bekas yang dalam karena ia hanya meneruskan proses alami yang sebelumnya tertunda di bawah kulit.
Namun, jerawat yang disebabkan oleh breakout kerap terasa lebih sakit, panas, dan memiliki peradangan yang lebih dalam atau disebut jerawat kistik. Teksturnya biasanya lebih keras dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk kempis meskipun sudah diberikan obat totol jerawat. Jika kamu merasa jerawatmu tampak semakin membengkak dan menyebar ke area sekitarnya, itu merupakan indikasi kuat bahwa kulitmu sedang mengalami stres akibat breakout, bukan purging.
5. Durasi waktu hingga kulit kembali pulih

Waktu menjadi indikator paling valid bagi kamu untuk menentukan apakah harus melanjutkan pemakaian produk atau gak. Purging biasanya mengikuti siklus regenerasi kulit manusia yang berlangsung selama kurang lebih 28 hari hingga maksimal 6 minggu. Jika dalam kurun waktu satu bulan kondisi kulitmu mulai menunjukkan tanda perbaikan dan tekstur kulit terasa lebih halus, maka kamu sukses melewati fase purging.
Apabila jerawat terus bermunculan dan kondisinya semakin parah bahkan setelah lewat dari enam minggu pemakaian, maka kamu harus segera berhenti. Breakout gak akan sembuh selama kamu masih memberikan paparan bahan yang tak cocok ke kulitmu. Dengan memahami durasi ini, kamu bisa menyelamatkan kulitmu dari risiko kerusakan jangka panjang atau bekas jerawat yang sulit dihilangkan di masa depan, lho.
Apabila jerawat terus bermunculan dan kondisinya semakin parah setelah lewat dari enam minggu, maka kamu harus waspada karena itu adalah tanda breakout. Breakout gak akan berhenti selama kamu masih menggunakan produk pemicunya, sehingga gak ada gunanya untuk terus bertahan dan berharap kondisi akan membaik dengan sendirinya. Dengan memahami perbedaan purging dan breakout, kamu jadi bisa menyelamatkan kulitmu dari risiko bopeng atau bekas jerawat yang sulit dihilangkan di kemudian hari, deh.


















