Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Memencet Jerawat Bisa Menyebabkan Kematian?

Seorang laki-laki memencet jerawat di hidung.
ilustrasi memencet jerawat (freepik.com/drobotdean)
Intinya sih...
  • Memencet jerawat di area yang disebut triangle of death dapat menyebabkan infeksi serius yang berpotensi menyebar ke otak dan menyebabkan kematian.
  • Jerawat non radang masih bisa diekstraksi oleh terapis berpengalaman, tetapi jerawat meradang atau kistik sebaiknya tidak dipencet sendiri untuk menghindari komplikasi serius.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada sebuah unggahan di media sosial yang menyita perhatian publik, yang menceritakan kematian seorang laki-laki yang diduga berawal dari memencet jerawat di area hidung. Kisah tersebut memicu kekhawatiran sekaligus pertanyaan besar: apakah memencet jerawat bisa langsung menyebabkan kematian? 

Jerawat sering dianggap sebagai masalah kulit sepele yang bisa ditangani sendiri di rumah. Namun, dari sudut pandang medis, ada kondisi tertentu ketika mana jerawat, terutama di area tertentu di wajah, dapat memicu infeksi serius. Berikut ini penjelasannya.

Triangle of death

Jerawat yang selama ini dianggap masalah kulit ringan ternyata memang memiliki risiko tertentu, terutama jika muncul di area wajah yang dikenal sebagai "triangle of death" atau "segitiga kematian".

Dijelaskan oleh dr. Bella Louisa, Dipl. AAAM, triangle of death adalah area wajah yang meliputi ujung batang hidung hingga sudut bibir. Area ini disebut berisiko bukan tanpa alasan.

“Kulit pada area ini tipis dan terhubung langsung dengan sinus kavernosus, yaitu pembuluh darah yang berasal dari selaput otak,” jelasnya kepada IDN Times.

Kondisi ini membuat infeksi di area tersebut berpotensi menyebar lebih cepat ke struktur di dalam tengkorak karena jerawat yang dipencet hingga menimbulkan luka, membuat bakteri dapat masuk ke aliran darah.

“Bakteri bisa masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi ke otak,” kata dr. Bella.

Meski demikian, komplikasi berat seperti trombosis sinus kavernosus tergolong sangat jarang, tetapi tetap mungkin terjadi.

Jangan sembarangan memencet jerawat

Seorang perempuan memecet jerawat di wajah.
ilustrasi memencet jerawat (freepik.com/gpointstudio)

Dokter Bella mengatakan bahwa jerawat di area segitiga kematian sebaiknya tidak dipencet.

“Sebaiknya hindari memencet jerawat di area segitiga berbahaya,” ujarnya.

Untuk area wajah lain, jerawat non radang seperti komedo masih bisa diekstraksi oleh terapis berpengalaman dengan prosedur steril. Namun, jerawat meradang atau kistik tetap tidak dianjurkan untuk dipencet sendiri.

Narasi yang perlu diluruskan

Dokter Bella mengingatkan masyarakat untuk waspada jika muncul gejala setelah jerawat di hidung dipencet, seperti:

  • Demam.
  • Sakit kepala yang tidak membaik dengan obat.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri otot dan sendi.

“Sebaiknya segera cek ke dokter jika tidak yakin dan mencurigai adanya infeksi,” tegasnya.

Narasi bahwa memencet jerawat bisa langsung menyebabkan kematian perlu diluruskan agar tidak menimbulkan ketakutan berlebihan.

“Tidak semua jerawat berbahaya untuk dipencet, asalkan bukan jerawat meradang, dilakukan dengan teknik yang benar, dan tidak di area segitiga bahaya,” dr. Bella mengatakan.

Kesimpulannya, jerawat memang tidak selalu berbahaya, tetapi lokasi dan jenisnya sangat menentukan risiko. Edukasi yang tepat menjadi kunci agar masyarakat tidak menyepelekan—namun juga tidak berlebihan—dalam menyikapi jerawat di wajah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Apakah Memencet Jerawat Bisa Menyebabkan Kematian?

21 Jan 2026, 05:06 WIBHealth