Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita Menarik Frantie, dari Hobi Fashion hingga Jadi Konten Kreator

6 min read
Cerita Menarik Frantie, dari Hobi Fashion hingga Jadi Konten Kreator
Foto profil konten kreator Frantie (Dok. Frantie)
  • Frantie, yang aktif membuat konten sejak 2016, kembali serius menggarap fashion, lifestyle, dan daily vlog pada 2025 setelah memiliki lebih banyak waktu ketika anak-anaknya beranjak besar.

  • Meski sempat minder memulai live streaming di usia 40 tahun, Frantie membangun interaksi audiens, mendapat sertifikasi Live Host Star Streamer 2025, dan membuka peluang kolaborasi brand.

  • Dengan ponsel dari rumah, Frantie menyeimbangkan konten fashion, promosi usaha lokal, serta tawaran kerja sama dengan tanggung jawab keluarga yang tetap menjadi prioritas utama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berawal dari hobi fashion sejak SMP, Frantie kini menemukan ruang untuk mengembangkan kreativitas melalui media sosial. Dari membuat konten fashion dan lifestyle hingga melakukan live streaming, ia membangun jalan sebagai konten kreator di tanah air.

FYI guys, Frantie sudah aktif membuat konten sejak 2016. Namun, pada 2025, ia mulai lebih serius mengembangkan konten fashion, lifestyle, dan daily vlog melalui akun TikTok @frantie serta Instagram @franteamoon.

Keputusannya kembali aktif berkarya juga dipengaruhi oleh perubahan fase kehidupan. Ketika anak-anak mulai besar, Frantie memiliki lebih banyak waktu untuk menekuni minat yang telah lama dimilikinya.

Menariknya, ia tidak membutuhkan peralatan produksi yang rumit. Bermodalkan telepon genggam, Frantie bisa membuat video dan melakukan live streaming dari berbagai tempat, termasuk rumah. Fleksibilitas ini membuatnya tetap produktif tanpa harus mengesampingkan tanggung jawab keluarga. Nah, ini cerita menariknya!

  1. 1. Mengatasi keraguan saat memulai live streaming

    WhatsApp Image 2026-10-27 at 11.28.34.jpeg
    Foto profil konten kreator Frantie (Dok. Frantie)

    Meski sudah lama aktif di media sosial, Frantie sempat merasa kurang percaya diri ketika mulai mencoba live streaming. Memasuki usia 40 tahun ke atas, ia khawatir tidak akan ada penonton yang bergabung.

    Berbeda dengan video rekaman yang bisa disunting sebelum diunggah, live streaming menuntut kreator untuk tampil spontan dan berinteraksi langsung dengan penonton.

    “Awalnya saya sempat kurang percaya diri untuk live streaming. Saya berpikir, dengan usia yang sudah 40 tahun lebih, apakah nanti akan ada yang menonton? Ada rasa takut kalau sudah live ternyata tidak ada penontonnya,” ujar Frantie kepada IDN Times.

    Meski sempat ragu, ia tetap memberanikan diri untuk mencoba. Seiring waktu, penonton mulai berdatangan dan interaksi pun terbangun.

    “Lama-lama ternyata mulai ada yang menonton. Dari situ saya jadi lebih berani untuk terus mencoba. Awalnya memang banyak kekhawatiran, tetapi ketika dijalani, ternyata live streaming bisa menjadi tempat untuk berbagi cerita dan berinteraksi dengan orang lain,” katanya.

    Pengalaman tersebut menjadi proses belajar bagi Frantie. Ia semakin terbiasa tampil di depan kamera, berbagi cerita, dan berkomunikasi secara spontan dengan audiens.

  2. 2. Hobi fashion membuka peluang kolaborasi

    WhatsApp Image 2026-10-27 at 11.28.33 (1).jpeg
    Foto profil konten kreator Frantie (Dok. Frantie)

    Fashion bukanlah hal baru bagi Frantie. Ketertarikannya pada dunia berpakaian sudah tumbuh sejak SMP, jauh sebelum ia mulai serius mengembangkan konten fashion dan lifestyle pada 2025.

    Melalui media sosial, minat tersebut berkembang menjadi peluang untuk bekerja sama dengan berbagai brand. Tawaran kolaborasi datang dari beragam pihak, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga brand besar.

    Sejumlah kerja sama juga melibatkan live streaming. Melalui format ini, Frantie berkesempatan memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan audiens.

    Hobi yang sudah lama ditekuni pun kini menjadi bagian dari aktivitas profesionalnya di dunia digital. Meski begitu, setiap tawaran tetap perlu disesuaikan dengan jadwal dan tanggung jawabnya di luar pekerjaan sebagai kreator.

  3. 3. Meraih sertifikasi Live Host Star Streamer 2025

    WhatsApp Image 2026-10-27 at 11.28.33.jpeg
    Foto profil konten kreator Frantie (Dok. Frantie)

    Perjalanan Frantie di dunia live streaming membawanya meraih sertifikat Certified Live Host Star Streamer 2025 by TikTok Shop Tokopedia.

    Bagi Frantie, pencapaian ini bukan sekadar pengakuan atas aktivitasnya sebagai kreator, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri.

    “Saya senang bisa mendapatkan sertifikasi ini karena buat saya, prosesnya bukan hanya tentang live streaming. Saya juga belajar melatih public speaking, bagaimana berbicara di depan banyak orang, menyampaikan sesuatu dengan lebih baik, dan membangun kepercayaan diri di depan kamera,” kata Frantie.

    Kemampuan berbicara di depan kamera terus ia asah melalui pengalaman, mulai dari menyampaikan informasi hingga merespons pertanyaan penonton secara langsung.

    Setelah memperoleh sertifikasi tersebut, Frantie mendapat undangan dari tim TikTok Indonesia untuk berkolaborasi dengan salah satu brand melalui sesi live streaming di kantor TikTok Indonesia.

    Tawaran kerja sama dari brand besar pun turut berdatangan. Beberapa di antaranya mengajaknya melakukan live streaming langsung di toko mereka.

    Namun, tidak semua tawaran bisa diterima. Kesibukan mengelola konten dan melakukan live streaming melalui akun pribadi membuat Frantie harus cermat mengatur waktu serta menentukan prioritas.

  4. 4. Fashion dan lifestyle tetap jadi fokus konten

    WhatsApp Image 2026-10-27 at 11.28.33 (2).jpeg
    Foto profil konten kreator Frantie (Dok. Frantie)

    Konten fashion dan lifestyle tetap menjadi fokus utama Frantie. Ia rutin membagikan gaya berpakaian, ulasan tas dan outfit, serta keseharian melalui daily vlog.

    Untuk memperkaya kontennya, Frantie juga mulai mengeksplorasi kategori produk lain, termasuk home living. Meski begitu, fashion tetap menjadi bagian penting dari identitas kontennya.

    Di luar kolaborasi dengan brand, Frantie sesekali membantu memperkenalkan usaha kuliner milik teman-temannya, mulai dari UMKM hingga kedai makanan dan kopi.

    Melalui konten tersebut, ia turut membantu usaha lokal menjangkau audiens yang lebih luas. Baginya, peluang kolaborasi di dunia digital tidak selalu datang dari brand besar, tetapi juga bisa berawal dari lingkungan pertemanan.

  5. 5. Berkarya dari rumah, keluarga tetap nomor satu

    IMG_5953.jpg
    Foto profil konten kreator Frantie (Dok. Frantie)

    Fleksibilitas menjadi salah satu hal yang membuat Frantie nyaman menjalani profesi sebagai kreator. Ia bisa membuat konten dan melakukan live streaming dari rumah tanpa harus selalu terikat pada tempat kerja konvensional.

    Di sela-sela aktivitas tersebut, Frantie tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga, termasuk memasak dan menyiapkan makanan untuk suami serta anak-anaknya.

    “Bekerja dari rumah membuat saya punya lebih banyak waktu bersama keluarga. Saya tetap bisa membuat konten dan live streaming, tetapi saya juga masih bisa menjalankan kegiatan sebagai ibu rumah tangga, seperti memasak dan menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anak. Quality time buat keluarga tetap yang utama, nomor satu,” ungkapnya.

    Bagi Frantie, berkarya dan menjalankan tanggung jawab keluarga bisa berjalan berdampingan. Kuncinya adalah mengatur waktu dan memahami prioritas.

    Prinsip ini juga menjadi pertimbangannya ketika menerima tawaran kolaborasi. Meski kesempatan kerja sama terus terbuka, ia tetap menyesuaikannya dengan jadwal dan kebutuhan keluarga.

  6. 6. Terus berkarya tanpa melupakan prioritas

    Perjalanan Frantie menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni sejak lama bisa berkembang menjadi peluang baru melalui media sosial. Berawal dari ketertarikan pada fashion, ia kini aktif membuat konten, melakukan live streaming, dan menjalin kolaborasi dengan berbagai brand.

    Perjalanannya tidak selalu mulus. Rasa kurang percaya diri saat memulai live streaming menjadi tantangan tersendiri. Namun, keberanian untuk mencoba memberinya kesempatan belajar, mengasah kemampuan komunikasi, dan membangun kepercayaan diri.

    Dengan peralatan sederhana dan waktu yang lebih fleksibel, Frantie terus mengeksplorasi kreativitas melalui konten fashion, lifestyle, daily vlog, hingga ulasan produk.

    Di tengah berbagai peluang profesional yang datang, keluarga tetap menjadi prioritas utama. Ia ingin terus mengembangkan minat dan kemampuannya tanpa kehilangan momen berharga bersama orang-orang terdekat.

    "Bagi saya, menjadi konten kreator bukan hanya tentang pencapaian atau banyaknya kolaborasi. Profesi ini juga memberi ruang untuk terus belajar dan berkarya dengan cara yang sesuai dengan kehidupan. Sebab, sesibuk apa pun mengembangkan diri di dunia digital, quality time bersama keluarga tetap menjadi prioritas nomor satu," tutup Frantie.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel