Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Jenis Parfum Berdasarkan Konsentrasi dan Ketahanan Aromanya, Pahami!

5 Jenis Parfum Berdasarkan Konsentrasi dan Ketahanan Aromanya, Pahami!
ilustrasi pria dan parfum (pexels.com/Franco Monsalvo)
  • Konsentrasi minyak pewangi menentukan kekuatan dan durasi aroma, sehingga pemilihan parfum perlu disesuaikan dengan aktivitas, suasana, kondisi kulit, dan kenyamanan penggunaan.
  • Eau fraîche 1–3% bertahan 1–2 jam, sedangkan eau de cologne 2–5% bertahan 2–3 jam; keduanya cocok untuk kesan ringan dan segar.
  • EDT 5–15% bertahan 3–5 jam, EDP 15–20% 4–8 jam, sementara parfum extrait 20–40% dapat bertahan 6–12 jam dengan aroma paling pekat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memilih parfum gak cukup hanya dengan mencari aroma yang terasa cocok dengan karakter pribadi. Konsentrasi minyak pewangi di dalam parfum turut menentukan seberapa kuat aroma yang tercium dan berapa lama wanginya dapat bertahan di kulit. Karena itu, memahami jenis parfum berdasarkan konsentrasinya dapat membantu memilih wewangian yang sesuai dengan kebutuhan, aktivitas, dan suasana.

Setiap jenis parfum memiliki karakter yang berbeda, mulai dari aroma yang ringan untuk aktivitas santai sampai wangi intens yang cocok menemani acara khusus. Perbedaan konsentrasi juga membuat daya tahan parfum bisa berbeda cukup jauh meskipun aroma yang digunakan berada dalam keluarga wewangian serupa. Supaya gak salah pilih dan bisa menemukan parfum yang sesuai dengan aktivitas harian, yuk kenali lima jenis parfum berdasarkan konsentrasi dan ketahanan aromanya!

  1. 1. Eau fraiche memiliki konsentrasi paling ringan

    ilustrasi parfum cokelat
    ilustrasi parfum cokelat (unsplash.com/Edoardo Cuoghi)

    Eau fraiche merupakan salah satu jenis wewangian dengan konsentrasi minyak parfum yang paling rendah. Kandungan minyak pewanginya biasanya berada di kisaran 1–3 persen sehingga karakter aromanya terasa sangat ringan dan menyegarkan. Jenis ini cocok bagi yang menyukai wangi tipis dan gak terlalu mencolok ketika digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

    Karena konsentrasinya rendah, ketahanan aroma eau fraiche juga cenderung singkat dibandingkan jenis parfum dengan konsentrasi lebih tinggi. Wanginya biasanya hanya bertahan sekitar satu hingga dua jam, meskipun durasinya dapat berubah sesuai kondisi kulit, cuaca, serta komposisi bahan pewangi. Karakter tersebut membuat eau fraiche menarik digunakan setelah mandi, beraktivitas di luar ruangan, atau ketika menginginkan kesan segar tanpa aroma yang terlalu kuat.

  2. 2. Eau de cologne menawarkan aroma ringan dan segar

    ilustrasi parfum pria
    ilustrasi parfum pria (unsplash.com/Trung Nhan Tran)

    Eau de cologne atau EDC memiliki konsentrasi minyak pewangi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan eau fraîche, umumnya sekitar 2–5 persen. Karakternya identik dengan aroma yang ringan, segar, dan mudah digunakan untuk berbagai kesempatan. Wewangian jenis ini sering terasa nyaman ketika cuaca panas karena aromanya gak terlalu berat di hidung.

    Daya tahan eau de cologne umumnya berada di kisaran dua sampai tiga jam, meskipun durasi tersebut dapat berbeda berdasarkan formula dan kondisi pemakaian. Aroma segarnya membuat jenis parfum ini cocok digunakan saat menjalani aktivitas santai, berolahraga ringan, atau sekadar bepergian dalam waktu singkat. Jika ingin mempertahankan wanginya lebih lama, penggunaan ulang setelah beberapa jam dapat menjadi pilihan yang praktis.

  3. 3. Eau de toilette punya keseimbangan antara ringan dan tahan lama

    ilustrasi parfum biru
    ilustrasi parfum biru (unsplash.com/Ben Mathis Seibel)

    Eau de toilette atau EDT menjadi salah satu jenis parfum yang cukup populer karena menawarkan keseimbangan antara intensitas aroma dan daya tahan. Konsentrasi minyak pewanginya biasanya berada di kisaran 5–15 persen sehingga aromanya terasa lebih jelas dibandingkan eau de cologne. Karakter tersebut membuat EDT cukup fleksibel untuk digunakan dalam berbagai aktivitas.

    Ketahanannya umumnya berada sekitar tiga sampai lima jam, tetapi dapat lebih lama atau lebih singkat bergantung pada formula parfum dan karakter kulit. Jenis ini cocok untuk aktivitas kantor, pertemuan santai, maupun kegiatan pada siang hingga sore hari. Aromanya yang relatif ringan juga membuat EDT lebih mudah digunakan tanpa memberikan kesan terlalu dominan kepada orang di sekitar.

  4. 4. Eau de parfum menawarkan aroma lebih intens

    ilustrasi parfum hitam
    ilustrasi parfum hitam (unsplash.com/Sierra Alpha Juliet)

    Eau de parfum atau EDP memiliki konsentrasi minyak pewangi yang lebih tinggi, biasanya sekitar 15–20 persen. Konsentrasi tersebut membuat aromanya terasa lebih kaya, kuat, dan memiliki perkembangan aroma yang lebih jelas setelah beberapa waktu digunakan. Jenis ini cocok bagi pencinta parfum yang menginginkan wangi lebih terasa tanpa harus terus-menerus menyemprotkan parfum.

    Daya tahan EDP umumnya dapat mencapai sekitar empat hingga delapan jam, tergantung formula, jenis kulit, cuaca, dan jumlah pemakaian. Karena aromanya lebih pekat, jenis parfum ini sering cocok untuk acara malam, pertemuan penting, maupun aktivitas yang berlangsung cukup lama. Meski begitu, jumlah semprotan tetap perlu diperhatikan agar aroma yang dihasilkan terasa elegan dan gak terlalu memenuhi ruangan.

  5. 5. Parfum extrait punya konsentrasi dan ketahanan paling tinggi

    ilustrasi meracik parfum
    ilustrasi meracik parfum (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Parfum extrait, yang juga dikenal sebagai extrait de parfum atau parfum, memiliki konsentrasi minyak pewangi paling tinggi dibandingkan jenis yang telah dibahas sebelumnya. Kadarnya umumnya berada sekitar 20–40 persen sehingga aroma terasa lebih pekat, dalam, dan kompleks. Konsentrasi tinggi tersebut membuat jenis ini sering ditempatkan sebagai pilihan premium bagi pencinta wewangian yang mengutamakan ketahanan.

    Daya tahan parfum extrait dapat mencapai sekitar enam sampai dua belas jam, bahkan pada formula tertentu dapat bertahan lebih lama. Karena aromanya sudah sangat terkonsentrasi, penggunaan dalam jumlah sedikit biasanya sudah cukup untuk menghasilkan aroma yang terasa jelas. Jenis ini sangat menarik digunakan untuk acara formal, momen spesial, atau ketika ingin memakai satu wewangian yang mampu menemani aktivitas dalam waktu panjang.

    Memahami konsentrasi parfum dapat membantu menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar terpikat oleh aromanya saat pertama kali mencoba. Eau fraîche dan eau de cologne cocok untuk kesan ringan, sedangkan eau de toilette, eau de parfum, dan parfum extrait menawarkan ketahanan yang semakin tinggi. Pada akhirnya, parfum terbaik tetap bergantung pada karakter aroma yang disukai, kondisi kulit, aktivitas, serta kenyamanan ketika menggunakannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles