Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Ripped Jeans Mulai Ditinggalkan Pria Urban, Sulit Dipadukan!

ilustrasi pria menggunakan ripped jeans
ilustrasi pria menggunakan ripped jeans (freepik.com/ArthurHidden)
Intinya sih...
  • Perubahan citra maskulinitas pria urban
  • Kebutuhan akan fleksibilitas gaya dalam aktivitas harian
  • Pergeseran tren menuju estetika minimalis
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perubahan gaya berpakaian pada pria modern bergerak seiring dinamika kehidupan perkotaan yang semakin cepat dan kompleks. Pilihan busana tidak lagi sekadar mengikuti tren visual, tetapi juga mempertimbangkan fungsi, kenyamanan, serta citra diri di ruang publik. Dalam beberapa tahun terakhir, ripped jeans mulai kehilangan tempat di lemari pakaian pria kota. Gaya yang sempat identik dengan kesan bebas dan ekspresif tersebut kini dinilai kurang relevan dengan kebutuhan keseharian yang menuntut fleksibilitas.

Pria yang hidup di lingkungan perkotaan cenderung berhadapan dengan banyak peran dalam satu hari. Aktivitas kerja, pertemuan informal, hingga agenda sosial sering kali terjadi tanpa jeda panjang. Kondisi tersebut membuat pemilihan busana harus mampu beradaptasi di berbagai situasi tanpa terlihat berlebihan. Celana dengan potongan clean mulai dipilih karena dianggap lebih aman dan serbaguna.

Biar kamu tidak penasaran lagi, simak kelima alasan ripped jeans mulai ditinggalkan pria urban berikut ini. Keep scrolling!

Table of Content

1. Perubahan citra maskulinitas pria urban

1. Perubahan citra maskulinitas pria urban

ilustrasi pria menggunakan ripped jeans
ilustrasi pria menggunakan ripped jeans (freepik.com/EyeEm)

Maskulinitas dalam konteks perkotaan mengalami redefinisi yang cukup signifikan. Pria tidak lagi diidentikkan dengan tampilan rebel atau berantakan untuk menunjukkan keberanian dan kebebasan. Kesan dewasa, bertanggung jawab, dan mampu mengelola diri justru menjadi simbol maskulinitas baru. Ripped jeans yang sarat nuansa kasual ekstrem dianggap kurang sejalan dengan citra tersebut. Pilihan busana yang lebih rapi dinilai mampu mempertegas karakter pria yang stabil dan percaya diri.

Perubahan ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya tuntutan profesionalisme di berbagai bidang pekerjaan. Banyak pria urban bekerja di lingkungan yang menuntut penampilan pantas meskipun tidak selalu formal. Celana denim polos atau berbahan kain menjadi alternatif yang lebih fleksibel. Ripped jeans sering kali memberi kesan kurang serius, sehingga perlahan ditinggalkan demi menjaga konsistensi citra diri. Maskulinitas modern akhirnya lebih dekat dengan kerapian dan keselarasan, bukan sekadar ekspresi liar.

2. Kebutuhan akan fleksibilitas gaya dalam aktivitas harian

ilustrasi ripped jeans (unsplash.com/Jon Tyson)
ilustrasi ripped jeans (unsplash.com/Jon Tyson)

Kehidupan kota menuntut mobilitas tinggi dan kemampuan beradaptasi dengan cepat. Dalam satu hari, seorang pria bisa berpindah dari ruang kerja ke tempat pertemuan santai, lalu berlanjut ke agenda sosial. Busana yang digunakan harus mampu menyesuaikan diri tanpa perlu berganti pakaian berkali-kali. Ripped jeans sering kali terlalu kasual untuk beberapa situasi, sehingga dianggap kurang praktis. Kondisi ini membuat pria urban beralih pada pilihan yang lebih netral.

Celana dengan potongan sederhana memberikan keleluasaan untuk dipadukan dengan berbagai atasan dan alas kaki. Gaya tersebut memudahkan transisi dari suasana formal ringan ke kasual tanpa kehilangan kesan rapi. Ripped jeans memiliki karakter visual yang kuat dan sulit disesuaikan dengan konteks tertentu. Ketika fleksibilitas menjadi prioritas, busana dengan desain bersih lebih diunggulkan. Pergeseran ini memperlihatkan bahwa fungsi kini lebih diutamakan dibanding sekadar mengikuti tren sesaat.

3. Pergeseran tren menuju estetika minimalis

ilustrasi pria menggunakan ripped jeans
ilustrasi pria menggunakan ripped jeans (freepik.com/EyeEm)

Estetika minimalis semakin mendapat tempat dalam dunia fashion pria. Gaya ini menekankan kesederhanaan bentuk, warna, dan detail tanpa mengorbankan kesan elegan. Ripped jeans dengan sobekan yang mencolok dinilai bertentangan dengan prinsip tersebut. Pria urban mulai memilih busana yang menonjolkan potongan dan kualitas bahan dibanding ornamen berlebihan. Kesederhanaan dianggap mampu memberikan kesan berkelas yang bertahan lama.

Pengaruh budaya visual dari berbagai media juga mendorong apresiasi terhadap gaya minimalis. Tampilan yang bersih lebih mudah diterima di berbagai kalangan dan situasi. Ripped jeans sering diasosiasikan dengan fase tren tertentu yang cepat berlalu. Sementara itu, celana polos dianggap lebih abadi dan tidak mudah terlihat usang. Pergeseran ini menunjukkan adanya preferensi terhadap gaya yang tenang dan tidak terlalu demonstratif.

4. Meningkatnya kesadaran akan etika berpakaian

ilustrasi pria menggunakan ripped jeans
ilustrasi pria menggunakan ripped jeans (freepik.com/fijulanam468)

Etika berpakaian menjadi perhatian penting bagi pria yang aktif di ruang publik. Penampilan dipahami sebagai bentuk penghormatan terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar. Ripped jeans kerap dipersepsikan kurang pantas di beberapa tempat, terutama yang menuntut kesan sopan. Kesadaran ini mendorong pria urban untuk lebih berhati-hati dalam memilih busana. Pilihan yang aman dan sesuai norma sosial pun semakin diminati.

Dalam berbagai acara semi formal, celana dengan sobekan sering kali menimbulkan kesan tidak siap atau kurang menghargai suasana. Pria urban yang ingin menjaga reputasi cenderung menghindari risiko tersebut. Busana yang rapi membantu menciptakan suasana interaksi yang lebih positif. Kesadaran akan etika berpakaian akhirnya berperan besar dalam menurunnya popularitas ripped jeans. Penampilan yang pantas menjadi bagian dari kecerdasan sosial yang dihargai.

5. Pengaruh gaya hidup praktis dan berkelanjutan

ilustrasi pria menggunakan ripped jeans
ilustrasi pria menggunakan ripped jeans (freepik.com/Alones)

Gaya hidup praktis dan berkelanjutan mulai memengaruhi pilihan busana pria kota. Ripped jeans sering kali dianggap kurang tahan lama karena struktur kain yang sudah melemah. Sobekan yang menjadi ciri khas justru mempercepat kerusakan dan membatasi usia pakai. Pria urban yang mengutamakan efisiensi lebih memilih pakaian yang awet dan mudah dirawat. Pertimbangan ini membuat celana polos kembali diminati.

Selain itu, kesadaran terhadap konsumsi yang bijak turut mendorong perubahan selera. Membeli busana yang dapat digunakan dalam jangka panjang dianggap lebih bertanggung jawab. Ripped jeans sering terikat pada tren tertentu, sehingga cepat terasa ketinggalan zaman. Pilihan yang lebih sederhana dinilai selaras dengan prinsip keberlanjutan. Gaya hidup praktis ini memperkuat alasan mengapa ripped jeans mulai ditinggalkan.

Pergeseran ini tidak meniadakan kreativitas, melainkan mengarahkannya pada bentuk yang lebih matang dan relevan. Gaya berpakaian menjadi cermin dari cara pria urban memahami perannya di tengah masyarakat modern.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

5 Zodiak Cowok yang Berpikir Logis saat Menghadapi Konflik Cinta

10 Jan 2026, 05:15 WIBMen