Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan saat Membuat Dimsum yang Bikin Teksturnya Keras

ilustrasi dimsum
ilustrasi dimsum (freepik.com/topntp26)
Intinya sih...
  • Komposisi daging dan lemak yang tidak seimbang dapat membuat dimsum keras dan kering. Campurkan daging dengan sedikit lemak alami atau minyak wijen untuk menjaga kelembapan.
  • Mengaduk adonan terlalu lama atau kasar bisa merusak struktur daging, sehingga hasil akhir menjadi keras. Aduk adonan dengan arah searah dan kecepatan sedang sampai terasa lengket alami.
  • Takaran tepung yang berlebihan akan membuat dimsum terasa berat dan keras setelah dikukus. Gunakan tepung secukupnya sesuai resep, dan jangan menjadikannya bahan utama.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dimsum sering terlihat sederhana, tapi praktiknya bisa jadi cukup menantang di dapur. Banyak orang kecewa karena hasil dimsum buatan sendiri terasa keras, kering, dan jauh dari tekstur lembut yang diharapkan. Padahal, kegagalan ini jarang disebabkan satu faktor saja, melainkan rangkaian kesalahan kecil yang luput disadari. Kalau kamu sering mengalami dimsum gagal, bisa jadi proses memasakmu perlu dievaluasi dari awal.

Tekstur dimsum yang empuk sebenarnya bisa dicapai siapa saja, asal tahu teknik dasarnya. Mulai dari pemilihan bahan, cara mengolah adonan, sampai proses mengukus, semuanya berpengaruh besar. Kesalahan kecil bisa membuat adonan kehilangan kelembapan dan elastisitasnya. Berikut lima kesalahan umum yang jadi penyebab dimsum keras dan cara mengatasinya.

1. Komposisi daging dan lemak yang tidak seimbang

ilustrasi adonan daging dimsum
ilustrasi adonan daging dimsum (freepik.com/jcomp)

Salah satu penyebab dimsum keras adalah penggunaan daging yang terlalu lean atau minim lemak. Daging tanpa lemak memang terlihat lebih sehat, tapi justru membuat tekstur dimsum jadi kering. Lemak berfungsi menjaga kelembapan dan kelembutan saat dimsum dikukus. Tanpa lemak yang cukup, adonan mudah mengeras.

Untuk menghindari kesalahan ini, campurkan daging ayam atau udang dengan sedikit lemak alami. Kamu juga bisa menambahkan minyak wijen secukupnya agar adonan lebih juicy. Perpaduan ini membantu menjaga tekstur tetap lembut setelah matang. Cara mengatasi dimsum gagal sering kali dimulai dari komposisi bahan yang tepat.

2. Adonan diaduk terlalu lama atau terlalu kasar

ilustrasi mengaduk adonan daging
ilustrasi mengaduk adonan daging (freepik.com/bublikhaus)

Mengaduk adonan memang penting, tapi berlebihan justru merusak struktur daging. Saat adonan diaduk terlalu kuat, serat protein bisa mengencang dan membuat hasil akhir menjadi keras. Ini kesalahan klasik yang sering terjadi saat ingin adonan terasa lebih menyatu. Padahal, tekstur dimsum yang ideal justru berasal dari adonan yang diaduk secukupnya.

Aduk adonan dengan arah searah dan kecepatan sedang sampai terasa lengket alami. Jangan terlalu lama mengejar tekstur yang terlalu padat. Adonan yang baik terasa ringan tapi tetap menyatu. Detail kecil seperti ini sering diabaikan, padahal sangat menentukan kelembutan dimsum saat disantap.

3. Takaran tepung yang berlebihan

ilustrasi menuangkan tepung ke adonan
ilustrasi menuangkan tepung ke adonan (freepik.com/freepik)

Tepung memang membantu mengikat adonan, tapi jumlahnya harus tepat. Terlalu banyak tepung akan membuat dimsum terasa berat dan keras setelah dikukus. Kesalahan ini sering terjadi saat adonan terasa terlalu lembek lalu ditambahkan tepung tanpa takaran jelas. Akhirnya, tekstur jadi jauh dari harapan.

Gunakan tepung secukupnya sesuai resep, dan jangan menjadikannya bahan utama. Tepung seharusnya hanya pendukung, bukan penentu tekstur. Jika adonan terasa lembek, perbaiki dengan teknik aduk, bukan menambah tepung. Ini salah satu cara mengatasi dimsum keras yang sering terlewat.

4. Proses mengukus yang tidak tepat

ilustrasi mengukus dimsum
ilustrasi mengukus dimsum (freepik.com/freepik)

Mengukus dimsum bukan sekadar memasukkannya ke kukusan lalu menunggu matang. Api yang terlalu besar bisa membuat dimsum cepat kering di bagian luar. Sementara waktu kukus yang terlalu lama juga membuat tekstur menjadi alot. Proses ini sangat menentukan hasil akhir dimsum buatanmu.

Pastikan kukusan sudah panas sebelum dimsum dimasukkan. Gunakan api sedang dan waktu kukus yang sesuai ukuran dimsum. Jangan lupa beri jarak antar dimsum agar uap panas merata. Teknik ini penting untuk mencegah kegagalan tekstur saat memasak.

5. Dimsum dibiarkan terlalu lama sebelum dikukus

ilustrasi dimsum
ilustrasi dimsum (freepik.com/freepik)

Adonan dimsum yang terlalu lama didiamkan bisa kehilangan kelembapannya. Ini sering terjadi saat adonan sudah dibentuk tapi kukusan belum siap. Akibatnya, permukaan dimsum mengering dan hasil akhirnya jadi keras. Kesalahan kecil ini sering dianggap sepele.

Sebaiknya kukus dimsum segera setelah dibentuk. Jika harus menunggu, tutup adonan dengan kain lembap agar tidak kering. Cara sederhana ini bisa menjaga tekstur tetap lembut. Penyebab dimsum keras sering kali berasal dari manajemen waktu yang kurang tepat.

Membuat dimsum yang lembut dan juicy bukan soal bakat, tapi soal teknik yang tepat. Dengan memahami kesalahan umum dan cara mengatasinya, kualitas masakan rumahanmu bisa meningkat secara signifikan. Dimsum gagal bukan akhir segalanya, melainkan bagian dari proses belajar di dapur. Jadi, mulai perhatikan detail kecil saat memasak agar setiap dimsum yang kamu buat punya tekstur empuk dan rasa yang memuaskan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Tips Bikin Custard Isian Bakpao yang Lembut dan Padat

10 Jan 2026, 10:32 WIBFood