ilustrasi sepatu slip on pria (unsplash.com/Agung hendri)
Meski beberapa sepatu slip-on modern sudah dibuat lebih nyaman, bukan berarti semuanya cocok untuk olahraga berat. Sepatu ini umumnya kurang ideal untuk lari jarak jauh, sprint, basket, futsal, tenis, atau angkat beban berat. Jenis olahraga seperti itu membutuhkan stabilitas, perlindungan, dan penguncian kaki yang lebih kuat.
Saat berlari jauh, kaki menerima benturan berulang dalam durasi panjang. Sepatu yang tidak mengunci kaki dengan baik bisa membuat posisi kaki berubah-ubah di dalam sepatu. Hal ini dapat memicu rasa tidak nyaman, lecet, atau bahkan meningkatkan risiko cedera.
Untuk latihan beban berat, kebutuhan sepatunya juga berbeda. Kaki perlu pijakan yang stabil agar tubuh tetap seimbang saat mengangkat beban. Sepatu slip-on yang terlalu empuk atau kurang kokoh bisa membuat pijakan terasa tidak solid. Jadi, untuk olahraga serius, sepatu khusus tetap lebih aman.
Oleh sebab itu, sepatu slip-on sejatinya paling cocok dipakai untuk kamu yang suka aktivitas aktif, tetapi tidak terlalu intens. Misalnya, jalan pagi di sekitar rumah, peregangan setelah bangun tidur, latihan ringan di rumah, atau jalan cepat di taman.
Sepatu ini juga cocok untuk orang yang ingin satu alas kaki yang mudah dipakai sebelum dan sesudah olahraga ringan. Setelah jalan cepat atau workout santai, kamu masih bisa memakainya untuk mampir beli kopi, belanja sebentar, atau melanjutkan aktivitas harian tanpa perlu mengganti sepatu.