Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Jaket Windbreaker Bisa Menahan Angin? Tak Hanya Soal Bahan

Kenapa Jaket Windbreaker Bisa Menahan Angin? Tak Hanya Soal Bahan
ilustrasi jaket windbreaker (pexels.com/Liliana Drew)
Intinya Sih
  • Jaket windbreaker menahan angin lewat bahan sintetis berpori rapat seperti polyester atau nylon yang menghambat udara masuk tanpa membuat tubuh terlalu gerah.
  • Permukaan licin dan desain rapat dengan manset elastis, kerah tinggi, serta hoodie membantu meminimalkan celah agar angin tidak mudah menyusup ke dalam jaket.
  • Beberapa windbreaker dilengkapi lapisan coating tambahan yang memperkuat perlindungan dari angin sekaligus memberi efek tahan air ringan untuk aktivitas luar ruangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu merasa udara sebenarnya tidak terlalu dingin, tapi angin bertiup kencang sekali sampai membuat badan menggigil? Nah, di kondisi seperti itu, banyak orang lebih memilih memakai jaket windbreaker dibanding jaket yang tebal. Menariknya, meski terlihat tipis dan ringan, jaket windbreaker justru mampu membuat tubuh terasa jauh lebih hangat.

Banyak yang mengira windbreaker bekerja dengan cara menghasilkan panas. Padahal, fungsi utamanya justru bukan itu. Jaket ini dirancang khusus untuk menghalau angin agar panas alami yang diproduksi tubuh tidak cepat hilang. Karena itulah, windbreaker sering dipakai untuk bersepeda, hiking, lari, hingga sekadar berkendara saat cuaca berangin. Lantas, sebenarnya kenapa jaket windbreaker bisa menahan angin? Berikut penjelasannya.

1. Terbuat dari kain dengan pori-pori yang sangat rapat

ilustrasi jaket windbreaker
ilustrasi jaket windbreaker (pexels.com/Mary Taylor)

Alasan utama windbreaker mampu menghalau angin adalah karena materialnya memiliki anyaman yang sangat rapat. Umumnya jaket ini dibuat dari bahan sintetis seperti polyester atau nylon yang ditenun dengan kepadatan tinggi. Celah antarbennang menjadi sangat kecil sehingga udara sulit menembus kain. Berbeda dengan kaus katun biasa yang masih memiliki ruang cukup besar bagi angin untuk lewat, windbreaker membentuk semacam penghalang yang mengurangi aliran udara langsung ke kulit. Walaupun begitu, sebagian windbreaker tetap memungkinkan uap air dari tubuh keluar sehingga pemakainya tidak  terlalu gerah saat bergerak.

2. Lapisan luar dibuat licin agar angin mudah meluncur

ilustrasi jaket windbreaker
ilustrasi jaket windbreaker (pexels.com/Edu Raw)

Jika diperhatikan, permukaan windbreaker biasanya terasa halus dan licin. Ternyata desain ini bukan sekadar membuat tampilannya lebih keren. Permukaan yang licin membantu aliran angin bergerak melewati jaket tanpa banyak menciptakan gesekan. Dengan begitu, tekanan angin terhadap tubuh menjadi berkurang. Efeknya memang tidak membuat angin hilang sepenuhnya, tetapi cukup efektif mengurangi rasa dingin yang biasanya muncul saat diterpa angin kencang. Inilah salah satu alasan kenapa jaket windbreaker cocok dipakai untuk berolahraga di luar ruangan saat cuaca sedang berangin.

3. Mencegah panas tubuh keluar terlalu cepat

ilustrasi jaket windbreaker
ilustrasi jaket windbreaker (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Tubuh manusia sebenarnya terus menghasilkan panas. Masalahnya, ketika angin bertiup, panas tersebut akan lebih cepat terbawa keluar melalui proses konveksi. Akibatnya, tubuh terasa dingin meskipun suhu udara sebenarnya tidak terlalu rendah.

Windbreaker bekerja dengan mengurangi proses tersebut. Karena angin tidak langsung mengenai permukaan kulit, panas yang berada di sekitar tubuh tetap terperangkap lebih lama. Jadi, windbreaker tidak menghangatkan tubuh seperti pemanas, melainkan membantu mempertahankan suhu tubuh agar tetap stabil.

4. Desainnya dibuat untuk meminimalkan celah masuknya angin

ilustrasi pria dengan jaket windbreaker
ilustrasi pria dengan jaket windbreaker (unsplash.com/Linoleum Creative Collective)

Selain bahannya, desain windbreaker juga punya peran besar. Banyak model dilengkapi manset elastis di pergelangan tangan, bagian bawah jaket yang bisa dikencangkan, hingga kerah tinggi dan hoodie. Semua detail kecil ini bertujuan mengurangi celah tempat angin masuk. Kalau bagian lengan atau leher terbuka lebar, udara tetap bisa menyusup ke dalam meskipun bahan jaketnya sudah tahan angin. Maka dari itu, windbreaker yang pas di badan biasanya terasa jauh lebih efektif dibandingkan dengan yang ukurannya terlalu longgar.

5. Beberapa windbreaker memakai lapisan pelindung tambahan

ilustrasi jaket windbreaker
ilustrasi jaket windbreaker (pexels.com/MART PRODUCTION)

Windbreaker modern sering kali memiliki lapisan coating atau membran tipis di bagian luar kain. Lapisan ini membuat udara semakin sulit menembus material. Sebagai bonus, coating tersebut juga membantu menahan percikan air atau gerimis ringan. Karena itu, banyak orang mengira windbreaker adalah jas hujan. Padahal sebenarnya tidak semua windbreaker bersifat waterproof. Sebagian hanya water resistant, artinya mampu menahan air dalam jumlah kecil dan waktu singkat, tetapi tetap bisa ditembus hujan deras.

Kemampuan jaket windbreaker bisa menahan angin bukan berasal dari satu faktor saja. Kombinasi bahan berpori rapat, permukaan yang licin, desain yang meminimalkan celah, hingga teknologi pelapis modern membuat angin sulit menembus ke dalam. Kalau sering beraktivitas di luar ruangan, terutama saat cuaca berangin, memiliki jaket windbreaker berkualitas bisa jadi investasi yang cukup berguna. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles