Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

ASICS x atmos Rilis GEL-KAYANO 12.1 ARCHIPELAGO, Kolaborasi Perdana!

6 min read
ASICS x atmos Rilis GEL-KAYANO 12.1 ARCHIPELAGO, Kolaborasi Perdana!
ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 “ARCHIPELAGO” (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
  • ASICS dan atmos Indonesia merilis kolaborasi perdana GEL-KAYANO 12.1 “ARCHIPELAGO” pada Oktober 2026, terinspirasi kepulauan Indonesia dan pandan sebagai simbol identitas, kenangan, serta persatuan.

  • Sneaker ini memadukan palet hijau pandan, aksen merah, off-white, serta desain vintage-tech dengan overlay sintetis, open mesh, dan teknologi FLUIDRIDE, GEL, FlyteFoam, serta FF BLAST.

  • Peluncuran didukung kampanye visual bersama sineas Edwin dan pop-up imersif di Plaza Senayan pada 8–12 Oktober 2026; produk resmi tersedia 9 Oktober di beberapa negara dan kanal ASICS Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sneaker kini bukan sekadar alas kaki untuk menemani langkah. Di tengah perkembangan budaya streetwear, sepasang sepatu juga dapat menjadi medium untuk mengekspresikan identitas, merayakan kreativitas, hingga membawa cerita tentang tempat yang membentuk diri seseorang. Siluet, warna, dan detail desain yang melekat pada sebuah sneaker bisa menyimpan makna lebih dalam daripada yang terlihat pada pandangan pertama.

Semangat itulah yang dihadirkan ASICS bersama atmos Indonesia melalui kolaborasi perdana mereka yang meluncurkan ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 “ARCHIPELAGO”, yang dirilis secara resmi pada Kamis (8/10/2026) di atmos Plaza Senayan, Jakarta. Terinspirasi dari bentang geografis Indonesia dengan lebih dari 17.000 pulau, koleksi ini merangkai keberagaman budaya dan lanskap Nusantara ke dalam interpretasi sneaker bergaya vintage-tech. Mengambil pandan sebagai elemen utama, ARCHIPELAGO menjadi sebuah cerita tentang identitas, kenangan, dan koneksi yang menyatukan masyarakat Indonesia, meski dipisahkan oleh lautan dan jarak.

  1. 1. Terinspirasi dari kepulauan Indonesia dengan merayakan identitas dalam sebuah sneaker

    ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 “ARCHIPELAGO”
    ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 “ARCHIPELAGO” (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Indonesia adalah lanskap yang dibentuk oleh keberagaman. Ribuan pulau menyimpan bahasa, tradisi, cita rasa, dan kebiasaan yang berbeda-beda. Namun di balik perbedaan tersebut, terdapat benang merah yang menghubungkan masyarakatnya sebagai bagian dari satu bangsa. Gagasan tentang persatuan di tengah keberagaman inilah yang menjadi fondasi kolaborasi ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 ARCHIPELAGO.

    Alih-alih menerjemahkan kekayaan Indonesia melalui simbol yang terasa terlalu literal, kolaborasi ini memilih pendekatan yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari. Pandan menjadi elemen sentral dalam narasinya. Tanaman yang akrab dijumpai dalam berbagai hidangan tradisional tersebut bukan hanya dikenal melalui warna hijaunya, tetapi juga melalui aroma dan cita rasa yang mampu membangkitkan ingatan tentang rumah, kebersamaan keluarga, serta tradisi yang diwariskan lintas generasi.

    Dalam konteks ini, pandan menjadi lebih dari sekadar inspirasi warna. Ia berperan sebagai simbol yang menghubungkan berbagai pengalaman personal dan budaya masyarakat Indonesia. Sebuah aroma yang mungkin mengingatkan seseorang pada dapur rumah, hidangan buatan keluarga, atau momen berkumpul bersama orang-orang terdekat, dapat menjadi representasi identitas yang terasa akrab sekaligus emosional.

    Narasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam GEL-KAYANO 12.1 melalui perpaduan warna hijau pandan yang berani, aksen merah yang halus, serta nuansa off-white dan warna netral hangat. Palet tersebut terinspirasi dari lanskap alam Indonesia sekaligus lingkungan urban kontemporer, menghadirkan pertemuan antara warisan lokal dan estetika streetwear modern.

    Yuya Sugiyama, President Director ASICS Indonesia, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen ASICS untuk menghadirkan sneaker yang menggabungkan kenyamanan dengan estetika yang merepresentasikan identitas budaya lokal. Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi Sound Mind, Sound Body, yang menekankan hubungan antara tubuh yang sehat dan pikiran yang sehat.

    "Melalui ARCHIPELAGO, identitas budaya tidak hanya ditempatkan sebagai inspirasi visual, tetapi juga menjadi bagian dari cerita yang menyertai setiap langkah. Sebuah sneaker pun dapat menjadi medium untuk membawa sepotong ingatan tentang Indonesia ke dalam gaya personal sehari-hari," ujar Yuya.

  2. 2. Perpaduan vintage-tech dan teknologi modern untuk gaya serta kenyamanan

    ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 “ARCHIPELAGO”
    ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 “ARCHIPELAGO” (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Ada daya tarik tersendiri ketika desain yang terinspirasi dari masa lalu bertemu dengan teknologi masa kini. Estetika vintage-tech menawarkan karakter yang berani melalui siluet teknis, lapisan material, serta detail yang mengingatkan pada era sneaker performa klasik. Namun, tampilannya tidak berhenti sebagai nostalgia, karena perpaduan tersebut justru memberi ruang bagi interpretasi baru dalam gaya kontemporer.

    Karakter ini terlihat pada GEL-KAYANO 12.1 ARCHIPELAGO, yang mengadaptasi elemen desain dari siluet GEL-KAYANO 12. Bagian upper menampilkan silver synthetic overlays, material open mesh, serta detail TPU cutting-welder yang memberikan kesan teknis dan dinamis. Permainan material tersebut menciptakan dimensi visual yang kaya, membuat sneaker ini memiliki karakter kuat tanpa kehilangan keterkaitannya dengan palet warna yang terinspirasi dari Indonesia.

    Kesan modern itu kemudian berpadu dengan warna hijau pandan dan aksen merah yang halus. Kombinasi tersebut memberikan kontras antara nuansa teknis yang futuristis dan sentuhan lokal yang hangat. Hasilnya adalah desain yang dapat menjadi titik perhatian dalam penampilan, sekaligus tetap memberi ruang untuk dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian sehari-hari.

    Dari sisi konstruksi, GEL-KAYANO 12.1 menggunakan sole unit dari GEL-NIMBUS 17 yang dilengkapi teknologi FLUIDRIDE, bantalan GEL pada bagian depan dan belakang kaki, serta kombinasi teknologi FlyteFoam dan FF BLAST. Perpaduan tersebut dirancang untuk memberikan bantalan yang responsif, stabilitas, dan kenyamanan saat digunakan sepanjang hari.

    Pendekatan ini memperlihatkan bahwa sneaker lifestyle tidak harus memilih antara estetika dan fungsi. Detail desain yang mencuri perhatian dapat berjalan berdampingan dengan teknologi yang mendukung pengalaman penggunaan. Bagi mereka yang menjadikan sneaker sebagai bagian dari ekspresi personal, perpaduan tersebut menawarkan daya tarik visual sekaligus kenyamanan untuk menemani aktivitas.

    Semangat Sound Mind, Sound Body pun menemukan relevansinya dalam konsep ini. Gerak tubuh dan kenyamanan menjadi bagian dari pengalaman yang dapat mendukung keseharian, sementara desain yang memiliki cerita memberi kesempatan bagi pemakainya untuk mengekspresikan diri dengan lebih percaya diri.

  3. 3. Menghadirkan pengalaman budaya, dari kampanye visual hingga pop-up interaktif

    ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 “ARCHIPELAGO”
    ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 “ARCHIPELAGO” (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Sebuah cerita budaya dapat dinikmati melalui banyak cara. Ia bisa hadir dalam bentuk objek yang dikenakan, gambar yang diamati, aroma yang membangkitkan kenangan, atau pengalaman yang mempertemukan orang-orang dengan perspektif berbeda. Dalam kolaborasi ARCHIPELAGO, ASICS dan atmos Indonesia memperluas narasi sneaker dengan menghadirkan rangkaian pengalaman yang mengajak masyarakat mengenal inspirasi di balik koleksi tersebut.

    Salah satu elemen pentingnya adalah kampanye visual yang dikembangkan bersama Edwin, sineas Indonesia peraih berbagai penghargaan yang karya-karyanya telah ditampilkan di festival film internasional. Perspektif artistiknya memperkuat eksplorasi tentang budaya, identitas, dan ekspresi kontemporer. Melalui pendekatan tersebut, cerita ARCHIPELAGO tidak hanya berpusat pada desain produk, tetapi juga pada bagaimana unsur lokal dapat diterjemahkan menjadi pengalaman visual yang relevan dengan budaya modern.

    Pengalaman itu turut diperluas melalui merchandise sensorik eksklusif, eksplorasi kuliner, serta berbagai elemen experiential yang mengangkat hal-hal familier, termasuk pandan. Berbagai unsur tersebut dirancang untuk membawa pengunjung lebih dekat dengan inspirasi koleksi, sehingga cerita yang dihadirkan tidak hanya dilihat, tetapi juga dapat dirasakan dan dikenang.

    Untuk merayakan peluncurannya, ASICS dan atmos menghadirkan pop-up imersif di Plaza Senayan, Jakarta, pada 8–12 Oktober 2026. Pengalaman ini dilengkapi instalasi sensorik, elemen storytelling budaya, serta aktivitas yang melibatkan komunitas. Kehadirannya menjadi ruang untuk mengeksplorasi hubungan antara sneaker, budaya lokal, dan gaya hidup urban melalui pengalaman yang lebih menyeluruh.

    Sementara itu, ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 ARCHIPELAGO resmi diluncurkan pada 9 Oktober 2026 melalui gerai atmos di Indonesia, Jepang, Malaysia, dan Filipina, serta kanal resmi ASICS Indonesia.

    "Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari kampanye ASICS Move your body, move your mind, yang mengajak masyarakat menjalani gaya hidup aktif. Di dalamnya, sneaker tidak hanya diposisikan sebagai produk fashion, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan seseorang dalam bergerak, mengeksplorasi lingkungan, dan mengekspresikan kreativitas," kata Yuya Sugiyama.

    Pada akhirnya, ARCHIPELAGO menawarkan cara berbeda untuk memandang hubungan antara mode dan budaya. Sebuah desain dapat menjadi titik awal untuk mengenali kembali hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita, termasuk aroma pandan, kenangan tentang rumah, dan keberagaman yang membentuk identitas Indonesia.

    Kolaborasi ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 ARCHIPELAGO memperlihatkan bagaimana sebuah sneaker dapat membawa cerita yang melampaui desainnya. Terinspirasi dari bentang kepulauan Indonesia dan pandan sebagai elemen budaya yang akrab dalam kehidupan sehari-hari, koleksi ini merangkai gagasan tentang keberagaman, kenangan, dan persatuan ke dalam estetika vintage-tech yang berpadu dengan teknologi modern.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia