Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Merawat Sepatu Running agar Tidak Cepat Rusak

4 min read
Cara Merawat Sepatu Running agar Tidak Cepat Rusak
ilustrasi sepatu (unsplash.com/Joseph Barrientos)
  • Sepatu running sebaiknya dipakai khusus untuk berlari agar tekanan dari aktivitas lain tidak mempercepat keausan dan mengurangi stabilitasnya.
  • Setelah dipakai, sepatu perlu dikeringkan alami di area berventilasi, dibersihkan dari lumpur atau pasir, serta dijauhkan dari panas berlebih dan bahan pembersih keras.
  • Rotasi dua pasang sepatu memberi waktu foam dan bagian dalam mengering; penyimpanan di tempat sejuk, kering, serta tanpa beban berat membantu menjaga bentuk dan material.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sepatu running dirancang untuk menahan benturan berulang, menopang kaki, dan memberikan traksi pada berbagai permukaan. Namun, sepatu berkualitas sekalipun bisa lebih cepat rusak jika sering terkena air, panas, dan kotoran. Penggunaan untuk aktivitas yang tidak sesuai juga dapat mempercepat kerusakan pada beberapa bagian sepatu.

Perawatan sederhana sebenarnya sudah cukup untuk membantu menjaga bantalan, bentuk, dan performa sepatu running. Selain membuat sepatu lebih awet, kebiasaan ini juga dapat membantu menjaga kenyamanan saat berlari. Lantas, bagaimana cara merawat sepatu running agar tidak cepat rusak?

  1. 1. Gunakan khusus untuk berlari

    ilustrasi lari
    ilustrasi lari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

    Salah satu cara paling mudah untuk memperpanjang usia sepatu running adalah menggunakannya sesuai fungsinya. Jika sepatu yang sama dipakai untuk berjalan-jalan, pergi bekerja, olahraga di gym, hingga aktivitas sehari-hari, jarak tempuhnya tentu akan bertambah lebih cepat.

    Setiap aktivitas juga memberikan tekanan yang berbeda pada sepatu. Misalnya, gerakan menyamping saat latihan kekuatan dapat memberikan tekanan pada bagian upper dan mengurangi stabilitas sepatu running.

    Oleh karena itu, sebaiknya gunakan sepatu sesuai dengan fungsinya. Sepatu running idealnya dipakai khusus untuk berlari. Sementara itu, aktivitas gym atau penggunaan sehari-hari sebaiknya menggunakan sepatu yang berbeda.

  2. 2. Segera keringkan setelah digunakan

    ilustrasi sepatu sedang dijemur
    ilustrasi sepatu sedang dijemur (pexels.com/Gioele Gatto)

    Keringat dan air hujan dapat membuat bagian dalam sepatu menjadi lembap. Jika langsung digunakan kembali sebelum benar-benar kering, kondisi tersebut dapat memicu bau tidak sedap. Selain itu, beberapa material juga berisiko lebih cepat mengalami penurunan kualitas.

    Setelah berlari, lepaskan insole jika memungkinkan dan letakkan sepatu di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Kendurkan tali sepatu agar udara bisa masuk ke bagian dalam dan biarkan mengering secara alami di tempat yang sejuk. Jika sepatu sangat basah, kamu bisa memasukkan koran atau tisu kering secukupnya untuk membantu menyerap air sekaligus mempertahankan bentuk sepatu. Ganti kertas tersebut jika sudah terlalu lembap.

    Hindari menjemur sepatu running di dekat pemanas, radiator, atau memasukkannya ke mesin pengering. Panas berlebihan dapat memengaruhi kualitas lem yang merekatkan bagian-bagian sepatu. Selain itu, beberapa material bisa menyusut atau berubah bentuk akibat paparan suhu tinggi.

  3. 3. Segera bersihkan kotoran

    ilustrasi sepatu
    ilustrasi sepatu (pexels.com/Jens Mahnke)

    Lumpur, pasir, dan kerikil kecil dapat menempel pada alur outsole setelah digunakan untuk berlari di jalan yang kotor. Jika dibiarkan, kotoran tersebut dapat mengganggu traksi dan membuat bagian bawah sepatu lebih cepat aus. Setelah berlari di jalur berlumpur atau berdebu, tunggu sampai lumpur sedikit mengering, lalu bersihkan dengan sikat berbulu lembut atau sedang. Untuk pembersihan yang lebih menyeluruh, lepaskan tali dan insole terlebih dahulu.

    Bagian upper, midsole, dan outsole dapat dilap menggunakan kain atau sikat lembut yang dibasahi dengan air hangat dengan sedikit sabun ringan. Hindari merendam sepatu sepenuhnya karena air yang terlalu banyak dapat masuk ke bagian dalam dan membuat proses pengeringan semakin lama. Sebaiknya jangan menggunakan pemutih, deterjen yang terlalu kuat, atau bahan pembersih abrasif karena dapat merusak kain, foam, maupun perekat sepatu.

  4. 4. Gunakan dua pasang secara bergantian

    ilustrasi sepatu
    ilustrasi sepatu (pexels.com/Jordan Hyde)

    Bagi pelari yang cukup rutin berlari, memiliki dua pasang sepatu dan menggunakannya secara bergantian bisa menjadi salah satu cara merawat sepatu running. Dengan sistem rotasi, setiap pasang sepatu memiliki waktu untuk mengering sepenuhnya sebelum digunakan kembali. Midsole foam juga mendapatkan waktu untuk kembali ke bentuknya setelah menerima tekanan berulang saat berlari.

    Kamu juga bisa membagi penggunaannya berdasarkan jenis latihan. Misalnya, satu pasang sepatu digunakan untuk easy run di jalan raya, sementara pasangan lainnya khusus untuk latihan dengan tempo lebih cepat atau berlari di jalur trail. Mencatat jarak tempuh masing-masing sepatu melalui aplikasi lari atau catatan sederhana juga membantu mengetahui kapan kondisinya mulai menurun.

  5. 5. Simpan di tempat yang tepat

    ilustrasi sepatu
    ilustrasi sepatu (pexels.com/Ray Piedra)

    Cara menyimpan sepatu running juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Setelah digunakan dan dibersihkan, simpan sepatu di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari meninggalkan sepatu di dalam mobil yang panas, kamar mandi yang lembap, atau kantong plastik tertutup dalam waktu lama. Kondisi lembap dan panas dapat mempercepat munculnya bau serta membuat material sepatu lebih cepat mengalami kerusakan.

    Jangan pula menumpuk barang berat di atas sepatu. Tekanan tersebut dapat mengubah bentuk upper atau bagian toe box. Jika sepatu tidak akan digunakan selama beberapa minggu, kendurkan tali dan masukkan kertas bersih secukupnya agar bentuknya tetap terjaga.

    Merawat sepatu running tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Menggunakannya sesuai fungsi, segera mengeringkannya setelah basah, membersihkan kotoran, menyimpannya dengan benar, dan melakukan rotasi sepatu dapat membantu menjaga kondisinya lebih lama. Dengan perawatan yang konsisten, sepatu bukan hanya lebih awet, tetapi juga dapat tetap nyaman digunakan untuk menemani aktivitas lari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team