Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Corduroy Adalah Pilihan Fashion Retro yang Masih Hits

ilustrasi corduroy (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
ilustrasi corduroy (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
Intinya sih...
  • Tekstur corduroy menciptakan kelebihan fungsional dalam pakaianCorduroy dikenal memiliki garis-garis timbul yang disebut wales. Pola ini tidak hanya menambah estetika, tetapi juga memengaruhi fungsi kain.
  • Variasi jenis corduroy menunjukkan fungsi yang berbedaTerdapat beberapa variasi seperti standard corduroy, pinwale corduroy, elephant corduroy, hingga pigment-dyed corduroy.
  • Corduroy menjadi tren fashion yang tidak lekang oleh waktuSejak tahun 1970-an, corduroy kerap dikaitkan dengan gaya retro. Banyak musisi dan seniman menjadikannya bagian dari identitas fashion.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Corduroy adalah salah satu jenis kain yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu yang mana kain ini awalnya berasal dari serat katun, namun seiring perkembangan industri tekstil, corduroy juga bisa dibuat dari poliester, rayon, hingga spandeks. Keberadaannya sudah tercatat sejak zaman Mesir Kuno, lalu berkembang pesat di Manchester pada era industri dan menyebar ke berbagai wilayah Eropa. Popularitasnya semakin meningkat ketika digunakan dalam seragam militer Perang Dunia II dan makin dikenal luas pada era 1970-an berkat para seniman serta pekerja kreatif.

Keunikan corduroy ada pada permukaan kain yang bertekstur garis paralel yang memberikan kesan elegan serta berbeda dari kain polos pada umumnya. Karena teksturnya cukup tebal, kain ini sering dipakai untuk pakaian hangat di musim dingin. Dari sisi fashion, corduroy dianggap mampu menghadirkan nuansa vintage sekaligus modern tergantung potongan busana yang dibuat. Jika kamu penasaran lebih jauh mengenai karakteristik serta keistimewaannya, mari simak ulasan lengkap berikut.

1. Tekstur corduroy menciptakan kelebihan fungsional dalam pakaian

ilustrasi tekstur corduroy (pexels.com/Diana ✨)
ilustrasi tekstur corduroy (pexels.com/Diana ✨)

Corduroy dikenal memiliki garis-garis timbul yang disebut wales. Pola ini tidak hanya menambah estetika, tetapi juga memengaruhi fungsi kain. Semakin lebar wales pada corduroy maka semakin tebal dan kokoh pula kain tersebut. Hal ini membuat corduroy bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kemeja tipis hingga jaket tebal. Karena sifatnya yang versatile, produsen pakaian kerap menjadikan corduroy pilihan utama untuk koleksi musim dingin maupun koleksi bernuansa kasual.

Selain itu, tekstur khas ini membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Kain yang cukup tebal dapat menahan udara sehingga membuat pemakainya tetap hangat saat cuaca dingin. Menariknya, meskipun bertekstur padat, corduroy tetap memiliki fleksibilitas tertentu, terutama jika dicampur dengan spandeks. Hal inilah yang membuat pakaian berbahan corduroy tetap nyaman dipakai dalam berbagai aktivitas, baik formal maupun santai.

2. Variasi jenis corduroy menunjukkan fungsi yang berbeda

ilustrasi kemeja corduroy (pexels.com/joao Guerreiro)
ilustrasi kemeja corduroy (pexels.com/joao Guerreiro)

Corduroy tidak hanya hadir dalam satu jenis. Terdapat beberapa variasi seperti standard corduroy, pinwale corduroy, elephant corduroy, hingga pigment-dyed corduroy. Standard corduroy umumnya memiliki garis medium dan warna netral sehingga sering digunakan untuk membuat celana dan jaket. Pinwale corduroy justru lebih tipis dengan tekstur halus, cocok dipakai sebagai bahan kemeja atau rok. Variasi lain seperti elephant corduroy terkenal lebih tebal dan kuat, sehingga dipakai untuk pakaian luar atau furnitur.

Ada pula spandex corduroy yang dibuat dari campuran katun dan spandeks, membuatnya lebih elastis serta cocok untuk pakaian anak-anak. Sedangkan pigment-dyed corduroy memiliki tampilan khas dengan warna pudar yang memberi kesan vintage. Dengan begitu banyak pilihan, konsumen bisa menyesuaikan jenis corduroy sesuai kebutuhan. Hal ini menunjukkan bahwa satu jenis kain bisa bertransformasi dalam berbagai bentuk penggunaan tanpa kehilangan karakteristik utamanya.

3. Corduroy menjadi tren fashion yang tidak lekang oleh waktu

ilustrasi corduroy (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
ilustrasi corduroy (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Sejak tahun 1970-an, corduroy kerap dikaitkan dengan gaya retro. Banyak musisi dan seniman menjadikannya bagian dari identitas fashion. Bahkan hingga sekarang, kain ini tetap diproduksi dan dipakai dalam dunia mode modern. Jaket corduroy sering muncul di panggung fashion, celana corduroy menjadi alternatif jeans, dan juga topi corduroy memberi sentuhan klasik pada penampilan. Hal ini membuktikan bahwa corduroy bukan sekadar tren kain musiman, melainkan kain dengan daya tahan yang panjang.

Selain nuansa klasiknya, corduroy juga mampu beradaptasi dengan gaya kekinian. Brand fashion internasional maupun lokal terus meluncurkan koleksi outfit berbahan corduroy dalam desain modern. Perpaduan warna beragam menjadikannya lebih fleksibel untuk dipadukan. Bagi pecinta gaya vintage, corduroy adalah pilihan ideal, sedangkan untuk penggemar mode modern, corduroy tetap bisa diolah agar terlihat stylish dan segar. Fleksibilitas inilah yang membuat corduroy tidak pernah benar-benar hilang dari dunia fashion.

Corduroy adalah kain yang berhasil memadukan sejarah panjang dengan kegunaan modern. Dari teksturnya yang khas, variasi jenisnya yang beragam, hingga kemampuannya bertahan dalam dunia mode, kain ini memiliki daya tarik tersendiri. Baik sebagai pelengkap gaya kasual maupun pakaian hangat, corduroy tetap relevan dipakai hingga sekarang. Jadi, ketika berbicara tentang kain dengan karakter unik dan daya tahan lama, corduroy adalah jawabannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us