Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Sepatu Bisa Bau meski Kaki Tidak Berkeringat? Ini Penyebabnya!
ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay)
  • Bau sepatu dapat muncul tanpa kaki terasa berkeringat karena kelembapan sisa terperangkap, terutama jika sepatu langsung disimpan di rak atau kotak tertutup.
  • Bahan dan konstruksi yang minim ventilasi, serta kaus kaki bekas pakai yang menyimpan keringat dan sel kulit mati, dapat memicu aroma tidak sedap.
  • Bagian dalam sepatu dan insole perlu dibersihkan serta dikeringkan; penggunaan bergantian dua pasang sepatu membantu memberi waktu sepatu untuk benar-benar kering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak, sepatu yang dipakai ke kantor seharian ternyata bau saat dilepas di rumah? Padahal, kaki gak terasa basah dan kaus kaki juga masih kering.

style="text-align: justify;">Apalagi kalau sepatu itu baru dibersihkan beberapa hari lalu, rasanya jadi heran sendiri. Mau langsung dipakai besok pun jadi kepikiran, jangan-jangan baunya malah makin kuat.

1. Sepatu belum benar-benar kering setelah dipakai

ilustrasi memakai sepatu (pexels.com/Daniel's Richard)

Sepatu yang baru dilepas setelah seharian beraktivitas belum tentu langsung bisa dipakai lagi keesokan harinya. Bagian dalamnya bisa menyimpan kelembapan dari keringat, meskipun jumlahnya sedikit dan gak sampai membuat kaki terasa basah. Kalau sepatu langsung dimasukkan ke rak atau kotak tertutup, kelembapan tersebut bisa bertahan lebih lama.

Kondisi lembap membuat mikroorganisme lebih mudah berkembang dan memicu bau gak sedap. Karena itu, setelah sampai rumah, jangan langsung menyimpan sepatu di tempat tertutup. Longgarkan talinya, buka bagian lidah sepatu, lalu angin-anginkan di tempat yang punya sirkulasi udara baik sebelum disimpan kembali.

2. Bahan sepatu membuat kaki terasa pengap

ilustrasi sepatu (instagram.com/reebokindonesia)

Ada sepatu yang terlihat keren saat dipakai, tetapi terasa panas setelah digunakan beberapa jam. Hal ini bisa terjadi pada model dengan lapisan dalam tebal atau bahan yang kurang memungkinkan udara bersirkulasi. Ketika dipakai untuk berjalan di luar ruangan atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain, panas dan sedikit kelembapan bisa terperangkap di dalamnya.

Kondisi tersebut gak selalu membuat kaki terasa basah, tetapi bisa tetap memicu bau. Kalau sering mengalaminya, perhatikan bahan dan konstruksi sepatu sebelum membeli pasangan berikutnya. Sepatu dengan ventilasi yang baik bisa membantu mengurangi rasa pengap, terutama kalau kamu banyak berjalan kaki. Namun, bahan sintetis gak otomatis bikin sepatu bau karena desain, kondisi pemakaian, dan perawatan juga ikut berpengaruh.

3. Kaus kaki sudah menyimpan bau meski terlihat kering

ilustrasi kaus kaki (unsplash.com/Mike van den Bos)

Kaus kaki yang terlihat bersih belum tentu bebas dari sumber bau. Selama dipakai, kainnya bersentuhan langsung dengan kulit dan menampung keringat serta sel kulit mati. Ketika bakteri memecah komponen keringat, aroma gak sedap bisa muncul dan menempel pada kaus kaki maupun bagian dalam sepatu.

Karena itu, jangan memakai ulang kaus kaki yang sudah digunakan seharian hanya karena kondisinya masih terlihat bagus. Ganti dengan yang bersih setiap hari dan pastikan benar-benar kering sebelum dipakai. Kamu juga bisa memilih kaus kaki olahraga yang dirancang untuk membantu mengalirkan kelembapan, terutama kalau aktivitas harianmu membuat kaki sering terasa panas.

4. Bagian dalam sepatu jarang dibersihkan

ilustrasi sepatu (pexels.com/Ana Vieira)

Banyak cowok rutin mengelap bagian luar sepatu agar tetap terlihat bersih, tetapi lupa memeriksa bagian dalamnya. Padahal, insole atau alas di dalam sepatu bersentuhan langsung dengan telapak kaki setiap kali digunakan. Keringat, debu, bahkan kotoran bisa menumpuk di sana, lalu membuat bau bertahan meskipun bagian luarnya masih terlihat bagus.

Coba periksa insole secara berkala, terutama kalau bau muncul berulang kali setelah sepatu dipakai. Jika alasnya bisa dilepas, bersihkan sesuai petunjuk perawatan dari produsen dan pastikan kering sepenuhnya sebelum dipasang kembali. Kalau kondisinya sudah aus atau aromanya sulit hilang, mengganti insole bisa menjadi pilihan. Hindari menyemprotkan parfum secara berlebihan karena wanginya hanya menutupi bau untuk sementara, bukan menghilangkan sumbernya.

5. Sepatu yang sama dipakai setiap hari

ilustrasi sepatu (pexels.com/JESHOOTS.com)

Punya satu pasang sepatu andalan memang praktis. Sepatu yang cocok untuk kerja bisa sekalian dipakai nongkrong atau bepergian saat akhir pekan. Namun, kalau digunakan setiap hari dari pagi sampai malam, bagian dalam sepatu mungkin belum sempat kering sepenuhnya sebelum kembali dipakai.

Kalau memungkinkan, siapkan dua pasang sepatu untuk digunakan bergantian. Sepatu yang baru dilepas bisa mendapat waktu lebih lama untuk mengering, sementara pasangan lainnya digunakan untuk aktivitas berikutnya. Kalau belum punya sepatu cadangan, setidaknya angin-anginkan sepatu setelah digunakan dan jangan langsung menyimpannya dalam kotak tertutup. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu mengurangi kelembapan dan bau yang terus menumpuk.

Bau sepatu yang terus muncul memang menyebalkan, apalagi kalau sepatu itu masih jadi andalan buat kerja atau pergi ke mana-mana. Sebelum buru-buru membeli pengharum sepatu, coba cek dulu bagian dalamnya dan beri waktu untuk kering setelah dipakai. Kadang, yang perlu diubah justru kebiasaan merawat sepatu sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article