Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Kesalahan Pria Membangun Gaya Berpakaian yang Bisa Bikin Boros, Cek!
ilustrasi pria memilih pakaian (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
  • Artikel membahas empat kesalahan umum pria saat membangun gaya berpakaian yang sering berujung pada pemborosan, terutama karena keputusan belanja yang kurang strategis.
  • Kesalahan tersebut meliputi membeli fashion statement sebelum pakaian basic, terlalu fokus pada merek, membeli item serupa, dan memilih pakaian yang tidak sesuai aktivitas harian.
  • Pesan utamanya adalah pentingnya menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan dan keseharian agar gaya tetap keren tanpa menguras dompet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Membangun gaya berpakaian merupakan sebuah perjalanan bagi pria yang ingin upgrade diri. Namun, bagi yang pria yang sangat bersemangat dalam membangun gaya berpakaian, mereka bisa melakukan pemborosan. Karena punya keinginan besar dan pembeliannya jadi kurang strategis.

Jika kamu termasuk pria yang sedang membangun gaya berpakaian dan tidak ingin jatuh ke lembah pemborosan. Maka kamu perlu menghindari kesalahan yang biasanya pria lakukan ketika ingin membangun gaya berpakaian, agar gak berujung pemborosan. Nah, IDN Times bakal bahas kesalahan apa saja yang pria biasa lakukan ketika ingin membangun gaya berpakaian. Jadi, simak pembahasannya di bawah ini ya, bro!

1. Langsung membeli fashion statement sebelum melengkapi pakaian basic

ilustrasi pria memilih pakaian (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Fashion statement seperti sepatu dengan warna yang mencolok atau aksesori dengan karakter yang unik memang menggoda untuk dibeli. Apalagi ketika kamu sudah siap dengan alokasi dana khusus untuk membangun gaya berpenampilan yang lebih baik. Namun, membeli fashion statement di depan sebelum kamu melengkapi pakaian basic justru bisa membuat boros lho, bro.

Ini karena fashion statement cenderung tidak mudah dipadukan dengan banyak outfit karena warna atau desainnya yang mencolok. Sehingga, kamu gak bisa sering-sering memakainya. Selain itu, fashion statement biasanya dibanderol dengan harga yang lebih tinggi dibanding outfit basic. Sehingga semakin membuat kamu boros.

2. Mengutamakan merek ketimbang kesesuaian dengan diri kamu

ilustrasi pria memilih pakaian (pexels.com/cottonbro studio)

Membeli pakaian bermerek memang suatu kebanggaan tersendiri. Apalagi ketika kamu melihat pakaian bermerek dipakai oleh publik figur terkenal. Namun, dalam proses membangun gaya berpakaian yang baik, membeli pakaian bermerek justru bisa membuat kamu boros.

Sebaiknya, fokus membeli pakaian yang memang fit-nya sesuai dengan tubuh kamu dahulu. Serta, sesuaikan model pakaian dengan aktivitas sehari-hari kamu. Sehingga, pakaian yang kamu beli benar-benar akan kamu pakai sesering mungkin. Jadi, utamakan kesesuaian pakaian yang kamu beli terlebih dahulu ketimbang membeli karena mereknya terkenal.

3. Membeli pakaian yang mirip dengan yang sudah kamu punya

ilustrasi pria memilih pakaian (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Ketika kamu punya model atau jenis pakaian yang menjadi favorit, biasanya kamu cenderung akan memilih pakaian dengan model atau jenis yang mirip ketika ingin membeli baru. Biasanya hanya ada sedikit variasi saja yang membedakan dengan pakaian yang sudah kamu miliki dan kamu sukai. Misalnya kamu suka pakai sneakers running untuk sehari-hari karena nyaman dan ringan. Maka, ketika ingin memperluas gaya berpakaian dengan membeli sepatu baru, kamu cenderung memilih sneakers running lagi, tetapi dengan warna atau variasi berbeda. Padahal, jika dipikir-pikir, kamu jadi memiliki dua sepatu dengan fungsi yang sama. Ini tentu bisa membuat boros.

Alih-alih membeli sneakers running lagi, cobalah membeli dress shoes untuk gaya berpakaian yang lebih rapi. Sehingga setiap sepatu yang kamu miliki mempunya tugasnya masing-masing. Serta tidak jadi perulangan fungsi. Sebaiknya pikirkan barang yang akan kamu beli apakah akan bertabrakan dengan barang yang sudah kamu punya di rumah? Apakah akan ada satu barang di rumah yang kamu miliki jadi tidak terpakai ketika kamu beli barang baru yang mirip? Pastikan semua barang yang kamu miliki punya manfaat yang berbeda untuk saling melengkapi gaya berpakaian yang lebih luas.

4. Memilih pakaian yang bagus saat dilihat di cermin, bukan cocok dipakai sehari-hari

ilustrasi pria memilih pakaian (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Ketika memilih pakaian untuk meningkatkan gaya berpakaian, kamu akan memakainya dan melihatnya di cermin. Ketika pakaian itu terlihat bagus di cermin, maka bisa saja kamu membelinya. Padahal, pakaian yang terlihat bagus di cermin belum tentu cocok untuk dipakai sehari-hari lho, bro.

Misalnya kamu membeli coat yang kece dan membuat penampilanmu jadi lebih cool ketika melihatnya di cermin. Padahal, coat tidak cocok dengan cuaca tempat tinggal kamu yang cenderung panas. Akhirnya, kamu kesulitan memakainya dan berujung pemborosan. Sehingga, meski terlihat bagus di cermin, pikirkan juga bahwa pakaian yang akan kamu beli cocok dengan keseharianmu, bro.

Dengan menghindari kesalahan dalam membangun gaya berpakaian, maka pengeluaran kamu untuk pakaian jadi lebih hemat. Intinya, sesuaikan pakaian dengan keseharian kamu dan pikirkan dulu sebelum membeli. Sehingga kamu terhindar dari pemborosan dan tetap tampil lebih kece dengan penuh gaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team