Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perbedaan Jaket Trucker dan Denim, Jangan Salah!
ilustrasi pria memakai jaket denim (unsplash.com/Alora Griffiths)
  • Jaket denim mengacu pada bahan kain berbasis kapas, sedangkan jaket trucker adalah model dengan potongan dan detail khas seperti saku dada berkancing serta jahitan berbentuk V.
  • Jaket trucker memiliki bentuk pendek, terstruktur, dan awalnya dirancang sebagai pakaian kerja yang kuat dan fungsional, sementara jaket denim lebih bervariasi dalam desain dan gaya.
  • Pemilihan antara jaket trucker atau denim tergantung kebutuhan gaya; trucker memberi tampilan rapi dan tegas, sedangkan denim menawarkan fleksibilitas potongan serta karakter kasual yang luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sekilas, jaket trucker dan jaket denim memang terlihat mirip. Namun, perbedaan jaket trucker dan denim sebenarnya cukup jelas kalau dilihat dari potongan, detail desain, sampai cara pakainya.

Banyak orang menganggap keduanya sama karena jaket trucker versi klasik memang sering dibuat dari bahan denim. Padahal, denim adalah jenis bahan, sedangkan trucker merujuk pada gaya atau model jaket tertentu. Jadi, tidak semua jaket denim bisa disebut jaket trucker, meski jaket trucker sering kali hadir dalam material denim.

Biar gak salah sebut atau salah pilih saat membeli, penting untuk memahami ciri khas masing-masing. Terutama buat kamu yang ingin tampil kasual, rapi, tetapi tetap punya karakter kuat dalam gaya sehari-hari.

1. Jaket denim adalah bahan, sedangkan trucker adalah model

ilustrasi pria dengan jaket denim (pexels.com/Ryan Holloway)

Perbedaan paling mendasar ada pada definisinya. Jaket denim merujuk pada jaket yang dibuat dari bahan denim, yaitu kain berbasis serat kapas yang identik dengan warna biru indigo. Sementara itu, jaket trucker adalah model jaket dengan potongan dan detail desain tertentu.

Artinya, jaket trucker bisa dibuat dari denim, tetapi juga bisa hadir dalam bahan lain seperti kanvas, suede, kulit, atau cotton blend. Inilah yang sering bikin orang tertukar. Ketika melihat jaket pendek dengan saku dada dan kancing depan berbahan denim, banyak orang langsung menyebutnya jaket denim. Sebutan itu tidak salah, tetapi secara model, jaket tersebut bisa saja termasuk jaket trucker.

Sederhananya, jaket denim menjawab pertanyaan “bahannya apa?”, sedangkan jaket trucker menjawab pertanyaan “modelnya seperti apa?”. Dari sini, perbedaan jaket trucker dan denim jadi lebih mudah dipahami tanpa harus terlalu teknis.

2. Jaket trucker punya ciri desain yang lebih spesifik

ilustrasi seorang pria memakai jaket trucker (freepik.com/freepik)

Jaket trucker memiliki beberapa ciri visual yang cukup khas. Biasanya, jaket ini punya potongan pendek atau cropped yang jatuh di sekitar atas pinggang. Selain itu, ada dua saku dada dengan flap berkancing, kancing depan, lengan berkancing, dan jahitan berbentuk V di area dada.

Detail tersebut bukan hanya hiasan. Awalnya, jaket trucker dirancang sebagai pakaian kerja yang kuat, praktis, dan mudah dipakai bergerak. Potongannya yang tidak terlalu panjang membuat pemakainya lebih leluasa, sementara saku dada memberi fungsi tambahan untuk menyimpan barang kecil.

Berbeda dari itu, jaket denim punya desain yang lebih luas. Ada yang berbentuk sederhana seperti kemeja tebal berkancing, ada yang diberi bordir, ada yang dibuat oversized, bahkan ada juga yang tidak memiliki saku dada khas jaket trucker. Jadi, kalau jaket trucker punya “pakem” desain yang cukup jelas, jaket denim lebih bebas mengikuti gaya dan tren.

3. Potongan jaket trucker biasanya lebih pendek dan terstruktur

Ilustrasi jaket trucker (freepik.com/kstudio)

Dari segi bentuk, jaket trucker umumnya terlihat lebih padat, ramping, dan terstruktur. Potongannya cenderung boxy, tetapi tetap duduk dekat dengan tubuh. Karena panjangnya biasanya berhenti di sekitar pinggang, jaket ini memberi siluet yang lebih tegas dan proporsional.

Karakter ini membuat jaket trucker mudah dipakai untuk tampilan kasual yang tetap rapi. Dipadukan dengan kaus polos dan celana chino, hasilnya bisa terlihat santai tanpa terlalu seadanya. Kalau ingin sedikit lebih rapi, jaket trucker juga bisa dipakai di atas kemeja Oxford dengan bawahan netral.

Sementara itu, jaket denim punya variasi potongan yang jauh lebih banyak. Ada yang slim fit, relaxed fit, hingga oversized. Panjangnya pun bisa berbeda-beda, tergantung desain. Karena variasinya luas, jaket denim lebih fleksibel untuk gaya yang ingin terlihat santai, eksperimental, atau lebih mengikuti tren.

4. Fungsi awal jaket trucker lebih dekat dengan pakaian kerja

Ilustrasi jaket pria (unsplash.com/KAL VISUALS)

Secara sejarah, jaket trucker berangkat dari kebutuhan pakaian kerja. Model ini awalnya dibuat untuk pekerja lapangan dan pengemudi truk yang membutuhkan jaket kuat, fungsional, dan nyaman dipakai dalam aktivitas berat. Karena itu, jaket trucker klasik biasanya dibuat dengan konstruksi yang kokoh dan bahan yang cukup tebal.

Karakter tersebut masih terasa sampai sekarang. Jaket trucker sering diasosiasikan dengan gaya yang rugged, praktis, dan maskulin tanpa terlihat berlebihan. Bahkan, ketika dibuat dari bahan selain denim, siluet khasnya tetap memberi kesan utilitarian yang kuat.

Di sisi lain, jaket denim tidak selalu menekankan fungsi kerja. Beberapa jaket denim memang tetap kuat dan tahan lama, tetapi banyak juga yang dibuat lebih berorientasi pada gaya. Misalnya, jaket denim dengan warna pudar, efek distressed, bordir, atau potongan besar yang lebih mengejar tampilan visual dibanding fungsi berat.

5. Cara memilihnya tergantung gaya dan kebutuhan

ilustrasi pria memakai jaket denim berkualitas (pexels.com/Sora Shimazaki)

Kalau kamu ingin jaket yang punya bentuk khas, mudah dipadukan, dan terlihat rapi untuk gaya kasual, jaket trucker bisa jadi pilihan aman. Modelnya yang pendek dan terstruktur cocok untuk memberi bentuk pada tubuh tanpa terlihat terlalu formal. Untuk iklim Indonesia, bahan seperti cotton blend atau kanvas ringan bisa terasa lebih nyaman dibanding denim tebal, terutama jika dipakai siang hari.

Namun, kalau kamu ingin pilihan yang lebih luas dari segi potongan dan tampilan, jaket denim bisa lebih fleksibel. Kamu bisa memilih model slim fit untuk kesan bersih, relaxed fit untuk tampilan santai, atau oversized untuk gaya yang lebih modern. Jaket denim juga mudah dipakai sebagai lapisan luar di atas kaus, sweatshirt, atau kemeja.

Perawatannya pun perlu diperhatikan. Jaket berbahan denim sebaiknya tidak terlalu sering dicuci agar bentuk dan warnanya tetap terjaga. Hindari juga mesin pengering karena bisa membuat bahan menyusut atau warnanya lebih cepat pudar. Menariknya, warna pudar alami pada jaket denim atau jaket trucker berbahan denim justru sering dianggap sebagai bagian dari karakter jaket itu sendiri.

Pada akhirnya, perbedaan jaket trucker dan denim bukan soal mana yang lebih bagus, melainkan soal definisi dan kebutuhan gaya. Jaket trucker adalah model dengan ciri khas tertentu, sedangkan jaket denim adalah jaket yang dibuat dari bahan denim. Kalau sudah paham bedanya, kamu bisa memilih jaket yang paling sesuai dengan gaya, cuaca, dan aktivitas harianmu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article