Perbedaan Kacamata Anti Radiasi dan Photocromic Beserta Manfaatnya

- Kacamata anti radiasi berfungsi menyaring sinar biru dari layar gadget, sedangkan kacamata photochromic melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet (UV) dengan lensa yang bisa berubah warna otomatis.
- Perbedaan utama keduanya terletak pada mekanisme kerja dan tujuan penggunaan; anti radiasi untuk aktivitas digital, sementara photochromic cocok bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan.
- Keduanya bermanfaat menjaga kesehatan mata: anti radiasi mencegah mata kering akibat layar, sedangkan photochromic membantu mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula karena sinar UV.
Di era digital yang serba cepat ini paparan layar gawai yang intens dan sinar matahari menjadi tantangan bagi kesehatan mata. Untuk melindungi kesehatan mata, penggunaan kacamata menjadi sangat penting. Namun, pernahkan kamu bingung memilih antara lensa anti radiasi dan photocromic?
Meskipun sama-sama berguna untuk melindungi mata dari paparan cahaya berlebih, keduanya punya perbedaan. Agar pilihanmu tidak salah, simak perbedaan kacamata anti radiasi dan photocromic di bawah ini!
Table of Content
1. Apa itu kacamata anti radiasi dan photochromic?

Kacamata radiasi atau yang disebut juga blue right adalah kacamata yang berfungsi untuk melindungi mata dari sinar biru gadget. Kacamata ini sudah dilengkapi dengan lensa khusus memantulkan sinar biru yang dipancarkan oleh ponsel, laptop, dan televisi.
Sementara photoromic dirancang khusus untuk melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet (UV). Lensa photochromic yang terbuat dari plastik, kaca, atau polycarbonate ini mengandung molekul sensitif cahaya. Saat berada di luar ruangan, lensanya akan berubah menjadi gelap secara otomatis.
2. Perbedaan kacamata anti radiasi dan photochromic

Perbedaan yang paling mencolok antara anti radiasi dan photochromic terletak pada mekanisme kerja dan tujuan utamanya. Anti radiasi tidak bisa berubah warna karena fokus utamanya menyaring sinar biru atau radiasi elektromagnetik. Sedangkan photochromic dapat berubah warna saat terkena sinar matahari dan kembali bening saat berada di dalam ruangan.
Untuk penggunaan sehari-hari bisa berbeda tergantung kebutuhan. Kalau kamu lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, maka kacamata photochromic lebih disarankan. Sebaliknya jika aktivitasmu menuntut untuk lebih banyak di depan ponsel atau komputer, maka bisa menggunakan kacamata anti radiasi.
3. Manfaat kacamata anti radiasi dan photochromic

Perbedaan kacamata anti radiasi dan photochromic bukan hanya terletak pada lensa dan fungsi, tapi juga manfaatnya. Menghalau sinar biru dari gadget berarti melindungi mata dari masalah kesehatan. Penggunaannya dapat mencegah mata kering yang biasanya ditandai dengan sensasi panas atau terbakar, perih, gatal, berair, hingga rasa seperti ada pasir yang mengganjal.
Hal ini terjadi karena saat menatap ponsel atau komputer, frekuensi berkedip cenderung berkurang sehingga pelumas alami mata tidak bekerja secara optimal. Dengan mengurangi paparan sinar biru, mata menjadi lebih nyaman dan dapat terbantu untuk berkedip lebih normal, sehingga kelembapannya tetap terjaga.
Sementara itu, manfaat utama kacamata photochromic adalah perlindungan sinar UV dari matahari. Paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat menyebabkan katarak dan degenerasi makula. Dengan kacamata photochromic kamu gak perlu lagi khawatir saat terpapar sinar UV.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa perbedaan besar dari kacamata anti radiasi dan photochromic adalah terletak pada fungsinya. Anti radiasi cocok untuk kamu yang sering berada di depan ponsel atau komputer. Sedangkan photochromic cocok untuk aktivitas di luar ruangan. Jadi, kamu pilih yang mana?


















