Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perbedaan Smartwatch dan Sport Watch, Jangan Salah!
ilustrasi smartwatch (Unsplash/Amanz)
  • Smartwatch dirancang untuk aktivitas harian dengan fitur notifikasi, pemantauan kesehatan, dan konektivitas digital yang mendukung gaya hidup produktif serta praktis.
  • Sport watch fokus pada kebutuhan olahraga serius dengan data latihan detail seperti VO2 Max, recovery time, dan GPS yang lebih akurat untuk performa optimal.
  • Daya tahan baterai sport watch jauh lebih lama dan bodinya lebih tangguh dibanding smartwatch, menjadikannya ideal untuk aktivitas luar ruangan jangka panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jam tangan pintar sekarang bukan cuma buat lihat waktu, tapi juga bisa bantu memantau aktivitas harian. Namun, masih banyak yang belum benar-benar paham perbedaan smartwatch dan sport watch sebelum membelinya.

Sekilas, keduanya memang mirip karena sama-sama bisa menghitung langkah, memantau detak jantung, dan mendukung aktivitas olahraga. Padahal, tujuan utama kedua perangkat ini berbeda.

Smartwatch lebih fokus pada kemudahan hidup sehari-hari, sedangkan sport watch dibuat untuk kebutuhan olahraga yang lebih serius. Biar gak salah pilih, simak perbedaannya berikut ini.

1. Smartwatch lebih fokus untuk aktivitas harian

ilustrasi smartwatch (Unsplash/Yevhenii Dubrovsky)

Smartwatch dirancang sebagai perangkat serbaguna di pergelangan tangan. Kamu bisa menerima notifikasi, mengatur jadwal, memantau tidur, mengontrol musik, sampai memakai fitur pembayaran digital pada beberapa model.

Fungsinya memang dibuat dekat dengan kebutuhan harian. Jadi, kalau kamu ingin jam yang bisa membantu produktivitas, tetap terhubung dengan ponsel, dan sesekali dipakai olahraga ringan, smartwatch sudah cukup menarik.

Beberapa smartwatch juga punya fitur kesehatan seperti pemantauan detak jantung, kualitas tidur, tekanan darah, hingga tingkat kelelahan. Namun, fokus besarnya tetap bukan hanya olahraga, melainkan gaya hidup digital secara umum.

2. Sport watch dibuat untuk latihan yang lebih serius

ilustrasi sport watch (freepik.com)

Berbeda dari smartwatch, sport watch dirancang untuk orang yang rutin berolahraga dan membutuhkan data latihan lebih detail. Perangkat ini biasanya dipakai pelari, pesepeda, perenang, atau pengguna yang punya target latihan tertentu.

Di sinilah perbedaan smartwatch dan sport watch mulai terasa jelas. Sport watch tidak hanya mencatat langkah atau kalori, tetapi juga bisa menampilkan data seperti pace, cadence, VO2 Max, recovery time, dan training load. Data seperti ini membantu pengguna membaca performa latihan secara lebih terukur.

Kalau kamu hanya olahraga santai, semua angka itu mungkin terasa terlalu teknis. Namun, bagi orang yang sedang meningkatkan performa, data tersebut bisa jadi bahan evaluasi penting.

3. Akurasi GPS dan sensor olahraga biasanya lebih unggul

ilustrasi smartwatch (Unsplash/Daniel Romero)

Untuk olahraga luar ruangan, akurasi pelacakan rute sangat penting. Banyak sport watch menggunakan GPS yang lebih presisi dan mendukung beberapa sistem satelit, sehingga lebih bisa diandalkan saat berlari di area perkotaan, jalur pegunungan, atau medan terbuka.

Smartwatch memang sudah banyak yang memiliki GPS, tetapi pada beberapa model, hasil pelacakannya masih bisa sedikit meleset saat dipakai untuk aktivitas intens. Begitu juga dengan sensor olahraga lain yang biasanya lebih matang pada sport watch karena memang dikembangkan untuk latihan jangka panjang.

Bagi pengguna biasa, selisih kecil mungkin tidak terlalu terasa. Namun, untuk pelari atau pesepeda yang memperhatikan jarak, kecepatan, dan perkembangan performa, akurasi ini bisa jadi alasan besar untuk memilih sport watch.

4. Daya tahan baterai sport watch lebih panjang

Ilustrasi sport watch (unsplash.com/Alexandru-Bogdan Ghita)

Salah satu keunggulan sport watch ada pada baterainya. Saat GPS dan pemantau detak jantung aktif terus-menerus, smartwatch biasanya hanya bertahan sekitar satu sampai dua hari, bahkan bisa lebih cepat habis jika dipakai berat.

Sementara itu, banyak sport watch dirancang untuk bertahan lebih lama. Dalam penggunaan normal, beberapa model bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Saat GPS aktif pun, daya tahannya bisa mencapai lebih dari 20 hingga 30 jam.

Hal ini penting untuk pelari maraton, pesepeda jarak jauh, atau pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama. Kalau jam mati di tengah latihan, data yang seharusnya tercatat bisa ikut hilang.

5. Fitur pintar smartwatch lebih lengkap

ilustrasi smartwatch (unsplash.com/Luke Chesser)

Kalau urusannya fitur pintar, smartwatch masih lebih unggul. Perangkat ini biasanya bisa menjalankan banyak aplikasi, menampilkan notifikasi media sosial, mendukung panggilan telepon, hingga terhubung dengan perangkat rumah pintar.

Sport watch modern memang mulai menambahkan fitur serupa, seperti notifikasi pesan atau panggilan. Namun, fiturnya biasanya lebih terbatas karena fokus utamanya tetap pada olahraga dan kebugaran.

Jadi, pilihan terbaik sangat tergantung kebutuhanmu. Kalau kamu butuh jam yang nyaman dipakai kerja, bepergian, dan tetap terhubung dengan ponsel, smartwatch lebih cocok. Namun, kalau kamu serius mengejar target olahraga, sport watch terasa lebih tepat.

6. Sport watch biasanya lebih tangguh untuk aktivitas luar ruangan

ilustrasi smartwatch (unsplash.com/Simon Daoudi)

Dari segi bodi, sport watch umumnya dibuat lebih kuat untuk menghadapi aktivitas berat. Beberapa model memiliki ketahanan air lebih baik, material yang lebih kokoh, hingga daya tahan yang cocok untuk kegiatan luar ruangan.

Sebaliknya, smartwatch lebih banyak menonjolkan desain yang rapi dan fleksibel. Bentuknya cocok dipakai dari aktivitas kerja sampai acara kasual. Meski beberapa smartwatch kelas atas juga tangguh, secara umum sport watch masih lebih siap untuk medan yang lebih keras.

Kalau kamu sering berenang, mendaki, bersepeda jauh, atau melakukan olahraga luar ruangan, ketahanan ini patut dipertimbangkan. Namun, kalau aktivitasmu lebih banyak di kota dan olahraga hanya sesekali, smartwatch bisa terasa lebih praktis.

Pada akhirnya, perbedaan smartwatch dan sport watch ada pada fokus penggunaannya. Smartwatch unggul untuk konektivitas dan kebutuhan harian, sedangkan sport watch lebih kuat untuk akurasi latihan, daya tahan baterai, dan data olahraga yang mendalam.

Curated For You

Editorial Team

Related Article