Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Pria Perlu Tampil Wangi, Gak Mengurangi Maskulinitas

4 min read
Alasan Pria Perlu Tampil Wangi, Gak Mengurangi Maskulinitas
ilustrasi menggunakan parfum (pexels.com/Franco Monsalvo)
  • Maskulinitas dinilai dari kepemimpinan, ketegasan, tanggung jawab, dan karakter positif; merawat penampilan serta memakai parfum tidak membuat pria kurang jantan.
  • Keharuman membantu pria aktif menjaga kenyamanan saat berinteraksi, termasuk dengan klien, sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap diri sendiri.
  • Tampil wangi perlu disertai mandi dan kebersihan tubuh; hal ini mendukung kesehatan serta membantu menjaga kedekatan dan kenyamanan dalam hubungan pasangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Maskulinitas kerap disalahartikan sebagai berbagai ciri yang mudah terlihat dari luar. Sebenarnya, tanda maskulinitas secara psikologis di antaranya kemampuan memimpin, mengambil keputusan, dan bersikap tegas. Namun, masyarakat salah kaprah.

Pria dianggap maskulin kalau tubuhnya berotot, berani berkelahi, punya kumis, dan sebagainya. Sampai kendaraan yang digunakan pun kadang dikaitkan dengan tingkat maskulinitas. Pria yang tak mempunyai tanda-tanda di atas dinilai kurang maskulin.

Apalagi pria yang merawat penampilannya dan tampil wangi sepanjang hari. Mereka kerap dianggap feminin. Padahal, semua orang harus menjaga penampilannya, termasuk pria. Pria perlu tampil wangi yang menyegarkan dari tubuhnya karena alasan di bawah ini. Habis baca langsung belanja parfum, ya.

  1. 1. Pria aktif beraktivitas di luar, bau tidak sedap bakal sangat mengganggu

    memakai minyak wangi
    ilustrasi memakai minyak wangi (pexels.com/Ron Lach)

    Kebanyakan pria menghabiskan sebagian besar harinya di luar rumah untuk bekerja atau kegiatan lainnya. Pria juga berani berpanas-panas seharian. Bayangkan kalau pria tidak memakai deodoran dan parfum.

    Belum sampai siang saja, pasti bau badannya yang gak enak sudah tercium ke mana-mana. Padahal masih ada banyak klien yang harus ditemui. Bau badan yang menyengat tentu bikin klien ilfeel.

    Jika keharuman penampilan pria terjaga, semua orang yang berinteraksi dengannya akan lebih nyaman. Itu artinya, berbagai rencana kerja sama juga lebih berpotensi terlaksana. Urusan bau badan doang berpengaruh sekali lho, ke pekerjaan.

  2. 2. Bentuk cinta dan kepedulian pada diri sendiri

    sebotol parfum
    ilustrasi sebotol parfum (pexels.com/Suhas Hanjar)

    Bukan hanya gender tertentu yang mesti peduli dan mencintai dirinya. Pria pun sama, kudu kasih perhatian ke diri sendiri di tengah berbagai kesibukan. Terlebih, dari segi dana, sangat mungkin baginya untuk rutin membeli parfum.

    Tidak harus minyak wangi mahal yang sebotolnya ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Parfum puluhan ribu rupiah pun tak masalah. Produk tersebut masih efektif untuk memberikan keharuman.

    Bila wanginya mulai berkurang setelah sekian jam, parfum tinggal disemprotkan kembali. Mencintai diri dengan cara yang paling sederhana pun akan membuat pria merasa dirinya lebih berharga. Ia bukan sekadar robot yang harus terus bekerja untuk mencari uang, melainkan juga manusia yang pantas dicintai. Sekurang-kurangnya oleh diri sendiri.

  3. 3. Bukan cuma perempuan yang perlu wangi

    memakai parfum
    ilustrasi memakai parfum (pexels.com/Gursher Gill)

    Masih banyak pandangan yang kurang tepat terkait gender. Tidak terkecuali, dalam hal perawatan diri. Selama ini seakan-akan cuma perempuan yang wajib berpenampilan menarik dan selalu harum.

    Pria pun sebenarnya sama. Mereka perlu merawat diri sebaik mungkin. Apalagi, produk perawatan tubuh khusus pria juga sudah begitu banyak dipasarkan. Termasuk minyak wangi dengan berbagai variannya.

    Itu artinya dunia pun mengakui bahwa pria perlu merawat diri seperti halnya perempuan. Kamu jangan malu rutin memakai parfum bukan cuma saat hendak bepergian, tapi juga sehabis mandi. Pembedaan antargender tanpa dasar yang jelas tidak perlu diikuti.

  4. 4. Salah satu cara merawat hubungan dengan pasangan

    pasangan
    ilustrasi pasangan (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Hubungan dengan pasangan mesti dirawat dengan berbagai cara. Kalau hubungan sekadar dijalani seperti air yang mengalir, nanti tahu-tahu sudah hambar atau saling bosan. Selain komunikasi dan keterbukaan, hubungan juga dapat dijaga dengan baik jika suami maupun istri merawat penampilan masing-masing.

    Jangan sampai istri selalu tampil memesona dan keharumannya tercium dari jarak sekian meter, tapi pasangannya berbau badan. Tentu istri bakal malas berdekatan dengan suami, apalagi berhubungan intim. Maka dari itu, pria yang sudah berumah tangga pun perlu tetap wangi. Bukan pria cuma harum semasa kencan dengan gebetan biar cintanya diterima.

  5. 5. Pria wangi tidak berarti kurang jantan

    parfum
    ilustrasi parfum (pexels.com/rehman yousaf)

    Seperti disinggung di awal, kejantanan atau maskulinitas sama sekali bukan tentang seberapa bau pria. Seolah-olah pria yang jarang mandi lebih macho daripada pria yang mandi minimal 2 kali sehari. Begitu pula, pria yang bau tubuhnya tidak keruan lebih baik ketimbang pria yang rutin memakai parfum.

    Pria disebut jantan kalau dia berani menghadapi kenyataan hidup, bertanggung jawab, dan memiliki karakter positif lainnya. Bukan lantas sesama pria seperti adu penampilan kumal demi mengesankan dirinya maskulin. Itu malah membuat perempuan di sekitar kalian tidak nyaman.

  6. 6. Wangi dan bersih, kesehatan ikut terjaga

    parfum
    ilustrasi parfum (pexels.com/Terrance Barksdale)

    Tampil wangi sepanjang hari bukan sekadar semprot-semprot parfum. Kebersihan badan secara keseluruhan juga kudu terjaga. Orang tetap harus mandi rutin supaya ketika parfum disemprotkan, keharumannya benar-benar melekat di kulit.

    Itu akan membuat wanginya tahan lama. Sebaliknya, asal terus memakai parfum padahal mandinya jarang malah membuat bau badan tak keruan. Harum minyak wangi bercampur dengan bau keringat yang melekat kuat di pakaian.

    Maka dari itu, saat pria menjaga keharuman tubuh, otomatis mereka juga lebih peduli pada kebersihan diri. Kesehatan pun akan meningkat. Pria tidak menjadi sarang kuman yang membuatnya rentan sakit, apalagi ketika kecapekan.

    Pria perlu tampil wangi bukan lagi hal tabu. Toh, merawat diri secukupnya gak menghabiskan banyak waktu atau uang. Kalaupun di circle pertemanan masih ada olok-olok terkait pria wangi, biarkan saja mereka dengan pandangannya. Kamu tetap dengan keharuman yang bikin lebih nyaman dan percaya diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia