Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PUMA Deviate Pure NITRO, Ringan Tanpa Plat untuk Lari di Semua Ritme
PUMA Deviate Pure NITRO (dok. PUMA Indonesia)
  • PUMA meluncurkan Deviate Pure NITRO sebagai model tanpa plat pertama di lini Deviate, mengandalkan NITROFOAM untuk bantalan responsif dan fleksibilitas berbagai sesi lari.
  • Sepatu berbobot sekitar 220 gram untuk pria dan 180 gram untuk perempuan ini memakai engineered mesh, stack 38/30 mm, drop 8 mm, serta outsole PUMAGRIP.
  • Deviate Pure NITRO tersedia sejak 4 Juni 2026 di gerai, retailer resmi, dan id.puma.com dengan harga Rp2.499.000, dalam beragam pilihan warna pria dan perempuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buat pelari, memilih sepatu sering kali bukan perkara mencari yang paling cepat. Ada kalanya kita membutuhkan sepatu untuk easy run di pagi hari, latihan interval saat ingin mengejar pace, atau sekadar menemani social run bersama komunitas. Karena itu, sepatu yang bisa mengikuti banyak ritme tanpa terasa terlalu spesifik untuk satu jenis sesi lari tentu punya daya tarik tersendiri.

Kebutuhan inilah yang coba dijawab PUMA lewat Deviate Pure NITRO. Hadir sebagai tambahan terbaru dalam lini Deviate, sepatu ini menjadi model tanpa plat pertama di lini tersebut. Alih-alih mengandalkan plate, Deviate Pure NITRO sepenuhnya memanfaatkan NITROFOAM untuk memberikan sensasi langkah yang ringan, responsif, sekaligus tetap nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas.

1. Tanpa plat, tapi tetap responsif

PUMA Deviate Pure NITRO (dok. PUMA Indonesia)

Hal pertama yang cukup menarik dari Deviate Pure NITRO tentu saja konstruksinya yang berbeda dari banyak sepatu performa. Sepatu ini hadir tanpa pelat dan mengandalkan NITROFOAM sebagai teknologi utama di bagian midsole.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk memberikan pengembalian energi yang responsif sekaligus membuat transisi saat berlari terasa lebih mulus. Buat kamu yang tidak selalu mengejar race day, karakter seperti ini terasa relevan karena sepatu dirancang untuk menemani berbagai sesi, mulai dari lari santai, interval, hingga jarak yang lebih jauh.

Menariknya lagi, bobotnya juga relatif ringan. Deviate Pure NITRO memiliki berat sekitar 220 gram untuk lini pria dan 180 gram untuk lini perempuan. Sementara itu, konstruksinya menggunakan stack 38 mm di bagian tumit dan 30 mm di bagian depan kaki dengan drop 8 mm untuk membantu menciptakan transisi langkah yang stabil dan alami.

2. Nyaman dipakai dari kilometer awal sampai selesai

PUMA Deviate Pure NITRO (dok. PUMA Indonesia)

Selain soal performa, kenyamanan menjadi bagian yang cukup diperhatikan pada sepatu ini. Bagian upper menggunakan engineered mesh yang ringan sekaligus menawarkan sirkulasi udara. Detail tersebut kemudian dipadukan dengan kerah sepatu yang lembut serta lidah sepatu yang empuk.

Kombinasi tersebut membuat Deviate Pure NITRO tidak hanya diarahkan untuk sesi latihan dengan intensitas tinggi. Karakternya justru dibuat cukup fleksibel untuk menemani rutinitas lari yang lebih beragam. Jadi ketika agenda hari ini hanya easy run, sepatu tetap terasa relevan, begitu juga saat sesi latihan mulai menuntut tempo yang lebih cepat.

Bagian outsole pun tidak sekadar menjadi pelengkap. PUMA membekali sepatu ini dengan teknologi PUMAGRIP yang dirancang memberikan traksi optimal di berbagai permukaan jalan. Dengan begitu, pengguna bisa mendapatkan pijakan yang lebih mendukung ketika berlari dalam kondisi dan cuaca yang berbeda.

3. Setelah lari, gak harus buru-buru ganti sepatu!

PUMA Deviate Pure NITRO (dok. PUMA Indonesia)

Satu hal yang membuat Deviate Pure NITRO terasa cukup menarik sebagai sepatu daily running adalah desainnya. Siluetnya dibuat ramping dengan tampilan minimalis sehingga tetap terlihat sporty ketika digunakan di luar aktivitas olahraga.

Artinya, setelah selesai berlari dan harus lanjut ngopi, bertemu teman, atau menjalani aktivitas sehari-hari lainnya, kamu tidak harus buru-buru mengganti sepatu. Karakter desainnya dibuat supaya tetap relevan ketika dibawa keluar dari lintasan.

Pilihan warnanya pun cukup beragam. Untuk pria, tersedia lima warna, yaitu PUMA Black-PUMA White, Alpine Snow-Warm White, PUMA White-Ultra Red-PUMA Silver, Ultra Red-Red Rhythm, dan Moss Veil-PUMA Black. Sementara untuk perempuan tersedia Misty Pink, Sage Glow-PUMA White, PUMA Black-PUMA Silver, Alpine Snow-Warm White, serta PUMA White-Ultra Red.

4. Cocok buat pelari yang ritmenya gak selalu sama

PUMA Deviate Pure NITRO (dok. PUMA Indonesia)

Kalau melihat keseluruhan pendekatannya, Deviate Pure NITRO memang tidak dibuat hanya untuk satu momen. PUMA membawa konsep “Purely Fast, Whenever, Wherever”, yang menempatkan sensasi berlari cepat bukan cuma untuk race day.

Konsep tersebut terasa dari bagaimana sepatu ini diposisikan untuk mengikuti rutinitas pelari masa kini. Mulai dari mengejar target latihan, menikmati easy run bersama komunitas, sampai melanjutkan aktivitas setelah berlari, semuanya coba dirangkum dalam satu siluet.

Dengan kata lain, Deviate Pure NITRO bisa menjadi opsi menarik buat kamu yang mencari satu sepatu untuk berbagai kebutuhan lari. Bukan hanya mengandalkan klaim performa, tetapi juga menawarkan bobot ringan, bantalan responsif, traksi, kenyamanan, dan desain yang masih mudah dipadukan untuk aktivitas sehari-hari.

PUMA Deviate Pure NITRO sudah tersedia di seluruh gerai PUMA Indonesia, jaringan retailer resmi PUMA, serta secara online melalui id.puma.com sejak 4 Juni 2026. Sepatu ini dibanderol dengan harga Rp2.499.000.

Buat kamu yang sedang mencari sepatu lari baru dan ingin model yang tidak terlalu terpaku pada satu jenis sesi, Deviate Pure NITRO bisa masuk dalam daftar untuk dipertimbangkan. Apalagi kalau rutinitas larinya cukup dinamis; kadang santai, kadang latihan serius, dan sesekali harus langsung lanjut beraktivitas setelahnya, pasti akan cocok banget!

Curated For You

Editorial Team

Related Article