ASICS x atmos GEL-KAYANO 12.1 “ARCHIPELAGO” (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
Setelah berhasil merintis jalannya melalui produksi sepatu basket, ASICS terus berkembang secara masif dan memperluas lini produknya ke berbagai cabang olahraga lain seperti lari, tenis, hingga bola voli. Tonggak sejarah penting dalam ekspansi bisnis ini terjadi pada tahun 1977, di mana perusahaan resmi bergabung dengan beberapa merek kecil lainnya di bawah satu bendera dan mengubah nama resminya menjadi ASICS, sekaligus memfokuskan strategi bisnisnya pada riset untuk menciptakan sepatu yang menunjang performa para atlet.
Selain fokus pada teknologi performa olahraga, ASICS juga dikenal sangat aktif menggandeng berbagai brand pakaian, peritel global, hingga desainer fashion ternama untuk menghadirkan kolaborasi eksklusif. Langkah strategis ini berhasil mendobrak batas antara sepatu lari fungsional dengan tren fashion streetwear.
Beberapa kolaborasi ikonik yang pernah dirilis melibatkan merek fashion kenamaan dunia seperti KITH, Vivienne Westwood, Cecilie Bahnsen, hingga UNAFFECTED. Melalui sentuhan estetika khas para desainer, mulai dari palet warna unik, material premium yang tidak biasa, hingga detail siluet klasik seperti ASICS GEL-Kayano atau GEL-Sonoma bertransformasi menjadi barang yang sangat diburu oleh para kolektor dan sneakerhead global. Kolaborasi ini membuktikan bahwa ASICS tidak hanya menjadi pilihan utama di lintasan lari, tetapi juga sukses menjadi ikon gaya hidup urban yang trendi.
Itulah dia jawaban dari pertanyaan di mana sepatu ASICS dibuat, lengkap dengan sejarah panjang dan perjalanannya hingga berkolaborasi dengan merek fashion dunia. Semoga informasi ini menambah wawasan kamu!