Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
1.773 ASN Mulai Latihan Dasar Militer Komcad Selama 1,5 Bulan
Seremoni pembukaan pelatihan dasar militer bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Sebanyak 1.773 ASN dari 55 instansi mengikuti latihan dasar militer Komcad selama 45 hari di enam lembaga pendidikan TNI, meski jumlahnya belum mencapai target awal 2.000 peserta.
  • Menteri Pertahanan melalui Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan pelatih harus bersikap humanis dan edukatif, menghindari arogansi serta menciptakan suasana disiplin dan kondusif selama pelatihan.
  • ASN peserta Komcad akan mempelajari dasar operasional senjata dan latihan menembak terbatas untuk membentuk karakter, mental, serta kemampuan problem solving dalam konteks kerja pemerintahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
13 April 2026

Letjen TNI Gabriel Lema melepas ribuan ASN untuk mengikuti seleksi akhir Komcad di Monas, Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa pelatihan akan mencakup pengetahuan dasar operasional senjata dan latihan menembak terbatas.

22 April 2026

Sebanyak 1.773 ASN dari 55 instansi mengikuti seremoni pembukaan latihan dasar militer Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Acara dibuka oleh Letjen TNI Gabriel Lema yang juga membacakan pesan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin agar pelatih bersikap humanis dan tidak arogan.

5 Juni 2026

ASN peserta Komcad dinyatakan lulus pendidikan setelah menjalani pelatihan selama 45 hari dan menerima baret kelulusan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sebanyak 1.773 aparatur sipil negara mengikuti latihan dasar militer Komponen Cadangan (Komcad) selama 45 hari sebagai bagian dari program pembinaan karakter dan kedisiplinan yang digelar Kementerian Pertahanan.
  • Who?
    Peserta terdiri dari ASN dari 55 lembaga, dibuka oleh Letjen TNI Gabriel Lema selaku Kepala Badan Cadangan Nasional, dengan pesan khusus dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada para pelatih TNI.
  • Where?
    Kegiatan dimulai di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dan dilanjutkan di enam lokasi pendidikan militer seperti Rindam Jaya, Pasmar 1 Cilandak, Pusdikkes Kramat Jati, serta fasilitas TNI lainnya.
  • When?
    Seremoni pembukaan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026. Pelatihan dijadwalkan selama satu setengah bulan dan akan berakhir dengan penyerahan baret kelulusan pada 5 Juni 2026.
  • Why?
    Kegiatan ini bertujuan membentuk sikap disiplin, karakter, dan mental ASN dalam semangat bela negara sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UUD 1945.
  • How?
    ASN menjalani pelatihan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak pegawai negeri, ada 1.773 orang, belajar latihan tentara di Jakarta. Mereka pakai baju loreng dan akan latihan selama satu setengah bulan di tempat militer. Pak Gabriel yang jenderal bilang latihan ini supaya mereka jadi lebih kuat dan disiplin. Menteri Pertahanan minta pelatih jangan galak, harus baik dan sabar waktu ajar mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pelaksanaan latihan dasar militer bagi 1.773 ASN menunjukkan upaya serius pemerintah dalam membangun karakter, disiplin, dan mental tangguh di kalangan aparatur sipil negara. Dengan pendekatan humanis yang ditekankan Menteri Pertahanan serta kurikulum berbasis pengetahuan terbatas, program ini berpotensi memperkuat rasa tanggung jawab dan kolaborasi lintas instansi secara profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 1.773 aparatur sipil negara (ASN) dari 55 lembaga atau instansi mengikuti seremoni pembukaan latihan dasar militer Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Rabu (22/4/2026). Mereka terlihat mengenakan pakaian dinas loreng ala militer. Meskipun Kementerian Pertahanan menyebut program Komcad bukan untuk mengubah ASN menjadi anggota militer.

Seremoni tersebut dibuka oleh Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema. Dia pun mengakui jumlah ASN yang mengikuti gelombang pertama Komcad meleset dari target semula yakni 2.000 ASN. Sementara, target secara keseluruhan ada 4.000 ASN yang ikut dalam program Komcad.

"Gelombang pertama belum memenuhi (target) 2.000 (ASN), tapi akan kami lengkapi di gelombang kedua," ujar Gabriel di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Jenderal bintang tiga itu mengklaim, Komcad bisa membentuk sikap, karakter dan mental yang baik untuk ASN. Sebanyak 1.773 ASN itu akan mengikuti pelatihan dasar militer selama 45 hari di enam lembaga pendidikan berbeda milik TNI. Keenam lembaga pendidikan yang menjadi tempat ASN digembleng yakni Rindam Jaya, Pasukan Marinir I Cilandak, Wing Pendidikan 500 di Atang Sanjaya, Pusdikkes Kramat Jati, Pusat Komunikasi Bela Negara di Rumpin, Bogor dan Halim Perdana Kusuma.

Penggemblengan ribuan ASN di fasilitas militer menimbulkan tanda tanya dari publik. Salah satunya, manfaat apa yang akan dirasakan ASN usai mengikuti pendidikan militer selama 45 hari tersebut. Mereka dinyatakan lulus pendidikan Komcad dengan menerima baret pada 5 Juni 2026.

Gabriel mengatakan, penambahan jumlah anggota Komcad sudah sesuai konstitusi. Salah satunya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Narasi serupa juga sudah tertuang di dalam UUD 1945.

"Di dalam aturan itu ditegaskan bahwa setiap warga negara wajib ikut serta dalam menjaga dan membela negara. Semangat itu diwujudkan dalam sistem pertahanan semesta," kata dia.

1. Menhan minta pelatih tidak bersikap arogan kepada ASN

Kepala Badan Cadangan Nasional, Letnan Jenderal Gabriel Lema ketika memberikan keterangan pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Dalam sambutannya, Gabriel membacakan pesan yang ditulis langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Salah satu pesan ditujukan bagi pelatih dari unsur TNI yang akan menggembleng ASN di barak. Para pelatih diminta tidak bersikap arogan kepada ribuan ASN.

"Kepada para pelatih agar menggunakan pendekatan yang humanis dan edukatif. Menghindari sikap arogan maupun kontak fisik yang tidak perlu serta memberikan pembinaan yang mendidik dan menjadi teladan baik dari sikap serta penampilan," ujar Gabriel ketika membacakan pesan Sjafrie.

Sjafrie juga meminta agar diciptakan suasana tertib, disiplin, dan kondusif di lembaga pendidikan.

"Agar proses pelatihan dapat berjalan dengan baik dan lancar," kata dia.

Pesan lainnya yaitu agar semua kegiatan Komcad bisa diikuti dengan baik dan profesional oleh ASN

2. Daftar tempat latihan dasar militer bagi ribuan ASN

Seremoni pembukaan pelatihan dasar militer bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Berdasarkan keterangan dari Kemhan, total ada 1.927 ASN yang telah mengikuti sejumlah rangkaian seleksi. Namun yang dinyatakan lulus hanya 1.773 orang. Sebanyak 150 orang dinyatakan tidak lulus.

Ribuan ASN yang lulus kemudian mengikuti pelatihan Komcad di enam lokasi terpisah, yakni:

  • Pusat Komunikasi Badan Intelijen Negara (Puskom Belneg) sebanyak 257 orang

  • Resimen Induk Daerah Militer Jaya (Rindam Jaya) 222 orang

  • Pusat Pendidikan Kesehatan TNI Angkatan Darat (Pusdikes Puskesad) 453 orang

  • Brigade Infanteri 1 Pasukan Marinir 1 (Brigif 1 Pasmar 1) 280 orang

  • Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Pusbahasa Kodiklatau) 270 orang

  • Wing Pendidikan 500/Umum Atang Sendjaja (Wingdik 500 Atang Sendjaja) 291 orang

3. Komcad ASN diajarkan kemampuan menembak hingga operasional senjata

Seremoni pembukaan pelatihan dasar militer bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema, mengatakan, ASN yang ikut Komcad mendapatkan pelatihan mengenai pengetahuan dasar operasional senjata dan menembak. Kedua materi tersebut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam pelatihan ASN Komcad. Kedua materi tersebut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam pelatihan ASN Komcad.

"Iya, pengetahuan dasar. Jadi, kurikulum sudah diatur berkaitan dengan nuansa yang bersifat militer. Itu bersifat pengetahuan. Pengetahuan terbatas, ya. Ya, senjata juga demikian. Karena mereka pun nanti harus melaksanakan latihan menembak terbatas. Tentunya pengetahuan senjata juga demikian," ujar Gabriel di Monas, Jakarta Pusat ketika melepas ribuan ASN untuk ikut seleksi akhir pada Senin (13/4/2026).

Dia mengatakan, semua profesi di jajaran kementerian punya bobot tugas negara yang berbeda-beda, tetapi kewajiban itu harus dimatangkan melalui pendidikan karakter dan mental.

"Di samping itu, bagaimana model penyelesaian suatu permasalahan, problem solving ini yang paling penting. Tidak secepatnya menanggapi sesuatu itu dalam konteks sesuai dengan pemikiran sebatas pribadi, tapi bagaimana membentuk kolaborasi kelompok bahkan unit sampai dengan satuan hubungan kementerian," kata dia.

Editorial Team