Marinir Tegaskan Pelatihan Komcad Bukan untuk Ubah ASN Jadi Anggota TNI

- Korps Marinir menegaskan pelatihan Komcad bagi ASN bertujuan membentuk kesiapsiagaan dan disiplin, bukan menjadikan mereka prajurit aktif TNI.
- Kementerian Pertahanan menyebut program Komcad untuk ASN bersifat sukarela, berlangsung mulai April 2026 dengan seleksi ketat dari 49 kementerian.
- Menteri PAN-RB memastikan keikutsertaan ASN dalam Komcad tidak mengganggu pelayanan publik, karena pelaksanaannya diatur melalui kuota dan jadwal khusus.
Jakarta, IDN Times - Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) menekankan, konsep pelatihan yang diberikan di dalam program komponen cadangan (Komcad) bukan untuk mengubah Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi anggota TNI. Rencananya, ASN akan ikut program Komcad selama 1,5 bulan hingga 2 bulan. Salah satu lokasi program Komcad yakni Pasukan Marinir 1 di Cilincing.
"Pendidikan Komcad bagi ASN bukan untuk menjadikan mereka prajurit aktif, melainkan membentuk kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pemahaman sistem pertahanan negara. Sehingga apabila negara memanggil, mereka telah memiliki dasar pembekalan yang memadai," ujar Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana ketika dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).
Rana mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan materi dan fasilitas yang disediakan pihak Pasmar I untuk para ASN yang akan menjalankan pelatihan komcad di sana. Program pelatihan itu meliputi materi khusus khas Korps Marinir.
"Pembekalan khusus dari Marinir TNI AL, tentu ada nilai tambah yang menjadi ciri khas Korps Marinir," tutur dia.
Beberapa materi khusus yang akan diberikan yakni tentang penanaman karakter, disiplin tinggi dan loyalitas, pembentukan mental pantang menyerah dan adaptif terhadap tekanan, dasar-dasar survival dan ketahanan lapangan serta pengetahuan tentang soliditas tim.
1. Fasilitas terbaik milik Korps Marinir akan dikerahkan untuk Komcad

Lebih lanjut, Rana mengatakan, tidak hanya materi saja yang akan diberikan di dalam program Komcad. Ia memastikan seluruh fasilitas terbaik mulai lapangan, barak, kelas dan tenaga medis milik Korps Marinir akan dikerahkan untuk mendukung jalannya pelatihan Komcad.
Walau seluruh konsep latihan dan sarana yang digunakan merupakan standard dari Korps Marinir, Rana memastikan pihaknya akan tetap menyesuaikan pola pelatihan untuk para ASN.
"Akan ada penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil," tutur dia.
Ia berharap, seluruh fasilitas dan materi pelajaran yang telah disediakan Korps Marinir dapat mendukung proses pelatihan Komcad ASN sehingga dapat berjalan dengan maksimal.
2. Kemhan sebut program Komcad bagi ASN diikuti secara sukarela

Sementara, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, program Komcad untuk ASN mulai dilakukan pada April 2026. Programnya dibagi menjadi dua gelombang. Pada gelombang pertama dijadwalkan akan diikuti oleh 2.000 ASN.
Ia menggarisbawahi, pelatihan Komcad bagi ribuan ASN sifatnya sukarela atau tidak ada paksaan. Proses yang berlangsung saat ini sudah masuk ke tahapan pendaftaran. "Sekarang sudah masuk ke tahap registrasi dan pendaftaran sesuai undang-undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) Nomor 23 Tahun 2019. Itu sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Perlu digarisbawahi," ujar Rico di Jakarta, Senin (2/3/2026).
"Syarat-syaratnya adalah sukarela sehingga tak ada unsur paksaan dan kewajiban," imbuhnya.
Ketika ditanyakan kementerian mana saja yang akan ikut dalam program Komcad, Rico menyebut, kuota ASN akan disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia di tiap kementerian. Kemhan, kata Rico, menentukan jumlah kuota ASN dari 49 kementerian yang akan dikirim untuk program pelatihan Komcad.
Ia memberikan contoh bila kementerian A memiliki 1.000 pegawai, maka kuota yang bisa diberikan untuk program Komcad mencapai 50 orang. Sedangkan, kementerian B yang memiliki 500 pegawai hanya mengirimkan 10 ASN untuk ikut Komcad.
Proses pendaftaran pun dilakukan lewat seleksi yang ketat. Tujuannya memastikan peserta yang ikut dalam kondisi sehat dan tak memiliki keterbatasan fisik yang menghambat.
"Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing. Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya akan diproses secara administrasi," tutur dia.
3. Meski ASN ikut Komcad tak akan pengaruhi pelayanan publik

Sementara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini mengatakan, pelatihan pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) tidak akan mengganggu kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik.
"Jadi, memang ada kekhawatiran bagaimana pelayanan publik. Pelayanan publik kan harus tetap jalan," kata Rini di kantornya pada Selasa (24/2/2026).
Meski Kemhan menyebut program ini bersifat sukarela, Rini menyampaikan informasi yang berbeda. Ia menuturkan, pelatihan komcad ini merupakan kewajiban bagi ASN sebagai bentuk untuk bela negara. Tetapi, Rini memastikan bahwa ASN yang mengikuti komcad tidak serta merta langsung berangkat dan meninggalkan kewajibannya.
"Jadi gak ikut Komcad lalu besok langsung berangkat, gak begitu. Tapi, memang disiapkan, ada kuotanya. Ada surat dari Menteri Pertahanan untuk kuotanya," imbuhnya.



















