Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
1,83 Ton Ikan Sapu-sapu di 10 Kecamatan Jaktim Berhasil Diangkat
Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026). (Dok. Istimewa)
  • Pemkot Jakarta Timur bersama warga berhasil mengangkat 1,83 ton ikan sapu-sapu dari perairan di 10 kecamatan sebagai langkah pengendalian spesies invasif.
  • Ikan sapu-sapu dinilai merusak ekosistem dan infrastruktur seperti tanggul, sehingga pengendaliannya dilakukan menyeluruh melibatkan kelurahan hingga suku dinas terkait.
  • Kecamatan Makasar mencatat tangkapan terbesar mencapai 481,55 kilogram, disusul Ciracas dan Cakung, dengan partisipasi aktif masyarakat di berbagai wilayah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
21 April 2026

Pemkot Jakarta Timur bersama masyarakat mengangkat 1,83 ton ikan sapu-sapu dari perairan di 10 kecamatan. Kegiatan ini melibatkan 70 personel gabungan dan menjadi bagian dari upaya pengendalian spesies invasif.

kini

Pemkot Jakarta Timur berkomitmen melanjutkan pengendalian ikan sapu-sapu dan terus melibatkan masyarakat dalam program pelestarian lingkungan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sebanyak 1,83 ton ikan sapu-sapu berhasil diangkat dari perairan di 10 kecamatan Jakarta Timur sebagai bagian dari upaya pengendalian spesies invasif yang merusak ekosistem dan infrastruktur.
  • Who?
    Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bersama masyarakat dan 70 personel gabungan, dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur Fauzi.
  • Where?
    Kegiatan dilakukan di berbagai titik perairan pada 10 kecamatan di Jakarta Timur, dengan tangkapan terbesar di Kecamatan Makasar, Ciracas, dan Cakung.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, sebagaimana disampaikan oleh pejabat Pemkot Jakarta Timur saat memberikan keterangan di lokasi.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk menekan populasi ikan sapu-sapu yang mengganggu keseimbangan ekosistem perairan serta berpotensi merusak struktur tanggul dan fasilitas infrastruktur lainnya.
  • How?
    Petugas gabungan bersama warga menyisir wilayah perairan di sepuluh kecamatan untuk menangkap ikan sapu-sapu secara serentak dalam kegiatan kolaboratif pengendalian spesies invasif tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang dan petugas di Jakarta Timur kerja bareng ambil ikan sapu-sapu dari sungai dan kali. Ikan itu banyak sekali dan bisa bikin rusak tempat air dan tanggul. Mereka dapat 1,83 ton ikan dari sepuluh kecamatan. Sekarang mereka mau terus bersih-bersih supaya airnya aman dan ikannya tidak ganggu lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keberhasilan pengangkatan 1,83 ton ikan sapu-sapu di sepuluh kecamatan Jakarta Timur mencerminkan kekuatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Keterlibatan aktif warga dari berbagai kelurahan menunjukkan tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya keseimbangan ekosistem perairan serta komitmen bersama untuk melindungi infrastruktur dan habitat alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) bersama masyarakat berhasil mengangkat sebanyak 1.831 kilogram atau 1,83 ton ikan sapu-sapu dari berbagai titik perairan di 10 kecamatan. Upaya ini dilakukan sebagai langkah pengendalian terhadap spesies invasif yang dinilai merusak ekosistem perairan sekaligus infrastruktur.

1. Kolaborasi petugas dan warga hasilkan tangkapan signifikan

Ilustrasi kolaborasi antara petugas dan masyarakat saat menangkap ikan sapu-sapu (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Keberhasilan pengangkatan ikan sapu-sapu ini tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 70 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan.

“Ini menunjukkan hasil signifikan berkat kolaborasi antara petugas dan masyarakat. Dalam kegiatan yang melibatkan 70 personel gabungan, sebanyak 1,83 ton ikan sapu-sapu berhasil diangkat dari sejumlah titik perairan di 10 kecamatan,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur Fauzi di Jakarta Timur, Selasa (21/4/2026), mengutip ANTARA.

Ia menegaskan, partisipasi warga menjadi faktor penting dalam menekan populasi ikan invasif yang semakin meningkat.

“Tidak kalah penting, kami juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya penangkapan ikan invasif yang juga bisa merusak struktur tanggul ini,” ujarnya.

2. Ikan sapu-sapu ancam ekosistem dan infrastruktur

Ikan sapu-sapu (commons.wikimedia.org/Diogo Luiz)

Menurut Fauzi, keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya berdampak pada keseimbangan lingkungan, tetapi juga berpotensi merusak fasilitas seperti tanggul. Oleh karena itu, pengendalian dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga suku dinas terkait.

Ia menilai, tingginya populasi ikan ini membuat penanganannya tidak bisa dilakukan secara terbatas atau parsial.

“Pengendalian ikan sapu-sapu masih akan dilanjutkan karena jumlahnya yang sangat banyak hingga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem,” ucapnya.

3. Sebaran tangkapan terbesar ada di Makasar hingga Ciracas

Ilustrasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu. (Dok. Pemprov DKI)

Berdasarkan data, Kecamatan Makasar mencatat jumlah tangkapan tertinggi dengan 481,55 kilogram. Disusul Kecamatan Ciracas sebesar 280 kilogram dan Cakung sebanyak 240,6 kilogram. Wilayah-wilayah ini menjadi fokus utama karena tingginya populasi ikan sapu-sapu.

Sementara itu, kecamatan lain juga menyumbang angka signifikan, seperti Pasar Rebo 178 kilogram, Cipayung 189 kilogram, Kramat Jati 137,8 kilogram, Jatinegara 126,15 kilogram, Matraman 87 kilogram, Duren Sawit 64,5 kilogram, dan Pulogadung 47,2 kilogram.

Khusus di Kecamatan Cipayung, kontribusi warga terlihat dari delapan kelurahan. Kelurahan Cipayung mencatat 56 kilogram, Pondok Ranggon 40 kilogram, Setu 31 kilogram, Munjul 28,4 kilogram, Cilangkap 14,4 kilogram, Lubang Buaya 9,3 kilogram, Ceger 5,5 kilogram, serta Bambu Apus 4,4 kilogram.

Fauzi berharap kerja sama antara pemerintah dan masyarakat ini dapat terus ditingkatkan demi menjaga keberlanjutan ekosistem perairan.

“Kita sangat perlu menjaga perairan kita agar ekosistemnya berjalan dengan baik dan dapat menjadi rumah bagi habitat lainnya,” ucap Fauzi.

Ke depan, Pemkot Jakarta Timur berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk pengendalian spesies invasif yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem.

Editorial Team