Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berantas Ikan Sapu-sapu, KPKP Jaksel Bakal Sidak Pedagang Siomai

Berantas Ikan Sapu-sapu, KPKP Jaksel Bakal Sidak Pedagang Siomai
Ilustrasi pedagang kaki lima. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan akan melakukan sidak ke rumah produksi siomai untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan pangan.
  • Ikan sapu-sapu berisiko mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal yang dapat memicu penyakit serius bila dikonsumsi dalam jangka panjang.
  • Pemerintah mengajak masyarakat aktif melapor jika menemukan peredaran ikan sapu-sapu untuk konsumsi agar pengawasan pangan dan kesehatan publik lebih terjamin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap rumah produksi siomai. Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, mengatakan langkah tersebut perlu diambil menyusul banyaknya populasi ikan sapu-sapu.

"Setiap bulan, kami sebenarnya melakukan pengawasan pangan terpadu. Ke depan, pengawasan itu juga akan kami arahkan untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu, termasuk hingga ke rumah-rumah produksi siomai," ujarnya dalam keterangan, Selasa (21/4/2026).

1. Ikan sapu-sapu mengandung merkuri

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadiri kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2026).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadiri kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Ridho menjelaskan, Sidak dilakukan sebagai langkah antisipatif atas kekhawatiran penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Menurutnya, ikan sapu-sapu dikenal mampu mengonsumsi berbagai material di perairan. Sehingga, berisiko mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal.

"Dampak logam berat seperti merkuri dan timbal tidak langsung terasa. Namun, dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit, termasuk kanker," ujarnya.

2. Bahaya konsumsi ikan sapu-sapu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Dia menyatakan, meskipun sosialisasi telah dilakukan, masih ada kemungkinan oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan ikan sapu-sapu untuk diperjualbelikan sebagai bahan pangan.

"Kami akan terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar memahami bahaya mengonsumsi ikan yang terpapar ini," kata Ridho.

3. Ajak masyarakat antisipasi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Dia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengawasan. Jika menemukan indikasi peredaran daging ikan sapu-sapu untuk konsumsi, warga diminta segera melaporkannya kepada pemerintah setempat agar dapat cepat ditindaklanjuti.

"Harapan kami, dengan pengawasan pangan yang ketat di Jakarta, kesehatan masyarakat dapat semakin terjamin dan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta Selatan dapat dikendalikan," kata Ridho.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in News

See More