Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengatakan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam sistem pendidikan Indonesia. Bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kementerian Agama (Kemenag), menyoroti pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki tata kelola, dan memperluas kontribusi pesantren bagi pembangunan bangsa.
Nasaruddin mengatakan, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan upaya yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Realisasi pembentukan lembaga tersebut melibatkan persetujuan Presiden Prabowo, dukungan DPR, serta penganggaran melalui Kementerian Keuangan.
Menurut Nasaruddin, penguatan kelembagaan pesantren menjadi bentuk pengakuan terhadap peran lembaga pendidikan Islam tersebut dalam perjalanan sejarah Indonesia. Jauh sebelum kemerdekaan, pesantren turut mendidik masyarakat, membangun solidaritas sosial, menumbuhkan identitas kebangsaan, dan membentuk karakter generasi penerus.
“Jangan hanya kita diantar ke pintu kemerdekaan, tapi setelah merdeka, pesantren yang berkeringat berdarah-darah ini malah justru dihilangkan,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/10/2026).
