Seratusan anggota Partai Buruh Sumatra Utara menggelar unjuk rasa peringatan Hari Buruh atau May Day di depan Kantor Gubernur Sumut, Kamis (1/5/2025). (IDN Times/Prayugo Utomo)
Polda Metro Jaya juga akan menerapkan pola pengamanan zona hijau, kuning dan merah. Pada tahap zona kuning, pengalihan arus akan dilakukan di sejumlah titik seperti Sarinah, Tugu Tani dan Harmoni untuk mengurangi beban kendaraan menuju kawasan Monas.
Sebanyak 1.793 personel lalu lintas akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus kendaraan. Massa buruh dari Jawa Timur disebut mulai bergerak pada Kamis sore dan diperkirakan tiba di Jakarta pada Jumat dini hari.
Selain bus, sekitar 20 ribu peserta diperkirakan menggunakan sepeda motor menuju Monas. Polisi mengaku telah menyiapkan sejumlah kantong parkir roda dua di kawasan Irti Monas, Balai Kota, Perpustakaan Nasional hingga area Pertamina dan kementerian/lembaga sekitar Monas.
Komarudin menegaskan seluruh peserta yang menggunakan kendaraan roda dua tetap wajib tertib berlalu lintas. Polisi juga memastikan sistem tilang elektronik atau ETLE tetap diberlakukan selama peringatan May Day berlangsung.
“Untuk ETLE tetap berlaku. Ini juga merupakan salah satu sarana untuk mengantisipasi pelanggaran-pelanggaran yang akan berdampak terhadap kelancaran masyarakat di Jakarta,” ujarnya.
Polda Metro Jaya turut mengantisipasi potensi parkir liar dan kemacetan akibat pedagang kaki lima di sekitar titik konsentrasi massa. Satgas penegakan hukum akan disiagakan bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan di sejumlah pintu masuk utama kawasan Monas seperti Gambir, Patung Kuda dan depan Mabes TNI AD.
Komarudin juga mengimbau masyarakat yang hendak berwisata selama libur panjang mempertimbangkan kembali rute perjalanan, terutama menuju kawasan Kota Tua dan Ancol yang diprediksi beririsan dengan arus massa May Day.
“Masyarakat agar mengantisipasi jangan memanfaatkan atau menggunakan juru parkir liar karena justru ini juga akan mengganggu sirkulasi pergerakan,” katanya.