Jakarta, IDN Times - Kubu Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim menghadirkan tiga petinggi Google sebagai saksi meringankan mereka dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ketiga saksi ini tidak hadir di Indonesia secara langsung, melainkan dikumpulkan dalam satu tempat di Singapura. Mereka dihadirkan sebagai saksi melalui aplikasi Zoom Meeting.
“Saksi itu semuanya saksi dari pihak Google, yang pernah bekerja di Google pada tempus dan locus dakwaan. Saksi pertama adalah Scott Beaumont, beliau adalah Presiden Google Asia Pasifik yang didakwaan disebutkan ada pertemuan pada bulan Februari. Kemudian ada William Florence dan ada Caesar Sengupta,” ujar Penasehat Hukum Nadiem, Radhie Noviadi Yusuf dalam sidang.
Atas pengajuan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan keberatan. Salah satu alasannya karena perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Atase Kejaksaan Singapura.
“Pada prinsipnya, kami menolak untuk keterangan saksi ini sebelum ada pernyataan resmi dari Singapura maupun dari kejaksaan, atase kita di Singapura,” kata Ketua Tim JPU Roy Riady.
Roy menyinggung soal surat yang didapat dari Atase Singapura terkait dengan permintaan dari Otoritas Singapura untuk ikut mengawasi persidangan.
“Atase Singapura menyebutkan pihak dari Authority General Singapura menyebutkan proses persidangan ini harus diawasi oleh mereka seperti itu,” imbuh Roy.
JPU mengatakan, agar proses sidang ini tidak mengganggu hubungan kedua negara, mereka meminta agar proses Singapura bisa ikut mengawasi jalannya pemeriksaan saksi.
“Kami mengingatkan juga supaya proses persidangan ini tetap diawasi oleh sebagaimana permintaan dari Singapura untuk diawasi dalam proses persidangannya seperti itu. Dan, ini terkait dengan akibat hubungan timbal balik nanti antara Indonesia dan Singapura,” kata Roy lagi.
Majelis hakim sempat mengadakan musyawarah kurang lebih 30 menit untuk menentukan sikap. Namun, majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan proses pemeriksaan saksi tanpa mengurangi kesempatan (JPU) untuk mengajukan keberatan.
Nama Scott pernah disinggung dalam dakwaan. Dia disebut pernah bertemu dengan Nadiem sekitar bulan Februari 2020, yaitu tidak lama setelah Nadiem dilantik menjadi menteri. Sementara, Caesar dan William tidak disebut dalam dakwaan. Tapi, keduanya pernah disinggung dalam sidang.
