Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lebaran 2026, PLN Jamin Mudik EV Nyaman dengan 439 SPKLU di Jatim–Bali
Direktur Retail dan Niaga PT PLN, Adi Priyanto (kedua dari kiri) menyapa salah satu pengendara kendaraan listrik di SPKLU Center Hayam Wuruk yang sedang melakukan charging kendaraannya. (Dok. PLN)
  • PLN menyiapkan 439 SPKLU di jalur mudik Jawa Timur–Bali untuk memastikan perjalanan pengguna kendaraan listrik saat Lebaran 2026 aman dan nyaman sepanjang rute.
  • Jarak antar-SPKLU dirancang sekitar 22 kilometer agar pengguna EV lebih tenang, sekaligus mendukung transisi energi nasional menuju sistem transportasi rendah emisi.
  • Dari total SPKLU, 297 unit tersebar di Jawa Timur dan 142 unit di Bali, ditempatkan di lokasi strategis serta dilengkapi fasilitas pendukung demi kenyamanan pengisian daya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT PLN (Persero) menyiagakan 439 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur mudik Jawa Timur hingga Bali untuk mendukung perjalanan pengguna kendaraan listrik selama Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
  • Who?
    Kesiapan ini dipastikan oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, bersama General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir dan General Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho.
  • Where?
    SPKLU ditempatkan di sepanjang jalur mudik Jawa Timur hingga Bali, termasuk rest area tol Gempol–Pasuruan KM 792 A, serta lokasi strategis di berbagai wilayah Jatim dan Bali.
  • When?
    Kesiapan infrastruktur dilakukan menjelang periode mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran tahun 2026, dengan layanan pengisian daya disiagakan selama 24 jam penuh.
  • Why?
    Langkah ini bertujuan memastikan perjalanan pemudik kendaraan listrik aman dan nyaman, sekaligus mendukung transisi energi nasional melalui pengurangan emisi karbon di sektor transportasi.
  • How?
    PLN menambah jumlah SPKLU, menempatkannya setiap sekitar 22 kilometer di titik strategis seperti rest area dan pelabuhan penye
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT PLN (Persero) menyiagakan sebanyak 439 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur mudik Jawa Timur hingga Bali guna menopang kelancaran perjalanan pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada momen mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Kesiapan ini dipastikan langsung oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, usai meninjau SPKLU di Rest Area KM 792 A Tol Gempol–Pasuruan, Jawa Timur.

Adi menegaskan, kesiapan tersebut merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang aman, nyaman dan bebas dari rasa khawatir akan kehabisan daya di tengah perjalanan.

“PLN telah melakukan persiapan secara menyeluruh sejak jauh hari. Kami menyiagakan seluruh infrastruktur pengisian daya di jalur mudik Jawa Timur hingga Bali berada dalam kondisi optimal dan siap melayani kebutuhan pemudik EV selama 24 jam tanpa henti,” ujar Adi.

1. Jumlah SPKLU terus ditambah

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) didampingi Direktur Retail & Niaga PLN, Adi Priyanto (kiri), EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan PLN, Joni (kedua dari kanan) dan General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin (kanan) ketika mengecek langsung layanan EV-TAP atau sistem pembayaran kartu uang elektronik di SPKLU Rest Area KM 43 Tol Jakarta-Merak pada Senin (16/3). (Dok. PLN)

Sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, PLN memproyeksikan jumlah pengguna EV pada periode mudik tahun ini akan tumbuh hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini menjadi sinyal kuat bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia kian matang dan semakin diterima luas oleh masyarakat.

Untuk menjawab pertumbuhan tersebut, PLN tidak hanya menambah jumlah SPKLU, tetapi juga menempatkannya secara strategis di titik-titik dengan tingkat okupansi tinggi, seperti rest area jalan tol, jalur penghubung antarkota, hingga akses menuju pelabuhan penyeberangan.

2. Jarak antar-SPKLU sekitar 22 kilometer

Direktur Retail & Niaga PT PLN (Persero) bersama jajaran manajemen PLN UID Jawa Timur berdialog langsung dengan pemudik di SPKLU Rest Area KM 792A Gempol–Pasuruan guna memastikan layanan pengisian kendaraan listrik berjalan optimal, andal, dan nyaman, sehingga perjalanan mudik masyarakat dengan kendaraan listrik dapat berlangsung aman dan tanpa khawatir. (Dok. PLN)

Jarak antar-SPKLU pun dirancang dalam rentang ideal sekitar 22 kilometer, sehingga pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran kehabisan daya.

“Dengan persebaran SPKLU yang semakin luas dan terencana, pengguna kendaraan listrik kini memiliki fleksibilitas lebih dalam merencanakan perjalanan, sekaligus mendapatkan kepastian akses terhadap pengisian daya di sepanjang rute mudik,” tambahnya.

Lebih jauh, penguatan infrastruktur kendaraan listrik ini tidak hanya berfokus pada aspek layanan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendorong transisi energi nasional.

Di tengah dinamika global, kendaraan listrik dipandang sebagai solusi strategis untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Penggunaan kendaraan listrik bukan hanya memberikan efisiensi dan kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan tangguh,” ujar Adi.

3. Ditempatkan di lokasi strategis

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) didampingi Direktur Retail & Niaga PLN, Adi Priyanto (kiri) dan General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin (kedua dari kiri) ketika membantu pengisian daya kendaraan listrik milik salah seorang pemudik di SPKLU Rest Area KM 43 Tol Jakarta-Merak pada Senin (16/3). (Dok. PLN)

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir menyampaikan bahwa dari total 439 unit SPKLU di jalur Jatim–Bali, sebanyak 297 unit berada di wilayah Jawa Timur yang tersebar di 158 lokasi strategis.

Tidak hanya memperkuat kuantitas, PLN UID Jawa Timur juga menghadirkan lima SPKLU Center yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung sebagai upaya meningkatkan kenyamanan sekaligus memberikan pengalaman pengisian daya yang lebih baik bagi pengguna.

“Kami tidak hanya memastikan jumlah yang memadai, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan di setiap titik. Dengan kehadiran SPKLU Center, kami ingin menghadirkan pengalaman pengisian daya yang lebih nyaman sehingga dapat mendukung kelancaran perjalanan pemudik kendaraan listrik,” ujar Ahmad.

Sementara itu, di Bali, General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho menyampaikan bahwa PLN menyiagakan 142 unit SPKLU di 93 lokasi strategis yang tersebar di Bali Selatan, Bali Timur, dan Bali Utara.

Dengan sebaran yang menjangkau seluruh wilayah, PLN memastikan kemudahan akses bagi pengguna kendaraan listrik, baik masyarakat lokal maupun wisatawan yang beraktivitas di Pulau Dewata.

“Kami ingin memastikan setiap pengguna kendaraan listrik dapat menikmati perjalanan yang lancar dan menyenangkan di Bali, dengan dukungan infrastruktur pengisian daya yang merata dan andal,” kata Eric. (WEB)

Editorial Team