Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Kasus Alumni LPDP Viral Sebut Bangga Anak Jadi WNA
Dwi Sasetyaningtyas mengunggah video membuka paket berisi paspor dan dokumen kewarganegaraan anak keduanya di instagram @sestyaningtyas (dok. Instagram/@sasetyaningtyas)
  • Dwi Sasetyaningtyas, alumni LPDP, menuai kontroversi setelah videonya viral karena mengaku bangga anaknya menjadi warga negara asing dan menanggapi kritik warganet dengan nada tinggi.
  • Publik menemukan bahwa suami Tyas juga penerima beasiswa LPDP yang diduga belum menyelesaikan masa pengabdian di Indonesia, memicu sorotan luas di media sosial.
  • LPDP menyatakan akan menyelidiki dugaan pelanggaran tersebut secara internal, sementara Tyas telah meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap melukai perasaan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times  - Nama Dwi Sasetyaningtyas tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Perempuan yang merupakan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di S2 Sustainable Energy Technology di Delft University of Technology, Belanda ini menuai kontroversi setelah video pernyataannya yang mengungkapkan kebanggaan karena anaknya menjadi warga negara asing (WNA) viral.

Polemik semakin memanas ketika warganet mengungkap fakta bahwa suami Tyas ternyata putra seorang pejabat Kementerian Pertanian dan diduga belum menyelesaikan kewajiban pengabdian di Indonesia usai studi.

Berikut merupakan fakta-fakta seputar kasus yang menyita perhatian masyarakat tersebut!

1. Awal mula postingan kontroversi dari postingan yang diunggah Tyas

Dwi Sasetyaningtyas mengunggah video membuka paket berisi paspor dan dokumen kewarganegaraan anak keduanya di instagram @sestyaningtyas (dok. Instagram/@sasetyaningtyas)

Kontroversi bermula dari unggahan Tyas di akun Instagram @sasetyaningtyas pada Rabu (11/2/2026). Dalam video tersebut, dia tampak membuka paket berisi paspor dan dokumen kewarganegaraan yang menandakan bahwa anak keduanya telah resmi menjadi warga negara Inggris. Namun yang menjadi perhatian publik adalah pernyataan Tyas yang dinilai kontroversial.

"Aku tahu dunia terlihat gak adil. Tapi cukup aku saja yang WNI (warga negara Indonesia), anak-anakku jangan! Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA," ucap dia dalam video yang kini telah dihapus.

Pernyataan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Tak sedikit yang menyayangkan sikap Tyas yang dianggap arogan saat menanggapi kritik di kolom komentar.

Seorang warganet dengan akun @valen********** bahkan berkomentar, "Minta maaf aja ngapasih kebanyakan alasan. Udah pakai duit negara untuk kepentingan diri sendiri," tulisnya.

Tyas pun merespons dengan nada tinggi, "Bagian mana saya pakai uang rakyat untuk kepentingan pribadi? Kalau gak ada bukti namanya fitnah. Udah saya data orang-orang yang fitnah ini, nama kamu mau dimasukin juga?" balas Tyas.

2. Tyas mengaku bukan berasal dari keluarga yang mampu secara ekonomi, warganet mengulik asal muasal keluarganya

Dwi Sasetyaningtyas mengunggah video yang menjabarkan latar belakang keluarganya (dok. Instagram/@sasetyaningtyas)

Perbincangan semakin meluas ketika warganet menemukan video lama Tyas yang mengaku berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi.

"Kami berdua tidak datang dari latar belakang keluarga dengan privilege punya banyak uang, tapi kami sangat beruntung," ujarnya dalam video tersebut.

Pernyataan itu justru memicu warganet untuk mengulik lebih dalam latar belakang keluarga Tyas. Hasil penelusuranq warganet mengungkap fakta bahwa ayah dari suaminya Arya Iwantoro, ternyata adalah Syukur Iwantoro, yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Diketahui, Syukur pernah diperiksa sebagai saksi untuk empat tersangka terkait dengan kasup suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian pada Kamis, 28 Februari 2013.

3. Suami Tyas diungkap menjadi alumni LPDP yang belum menyelesaikan masa pengabdiannya

Arya Iwantoro, suami Tyas yang diduga belum menyelesaikan masa pengabdian LPDP (dok. Linkedin/Arya Iwantoro)

Tak berhenti di situ, publik juga mendapati bahwa suami Tyas tercatat sebagai alumni penerima beasiswa LPDP.

Arya diketahui menempuh pendidikan S2 hingga program doktoral di Utrecht University, Belanda, melalui beasiswa LPDP pada periode 2014-2016 dan dilanjutkan 2017-2022.

Salah satu Influencer terkenal Bima Yudho turut menyoroti hal ini dalam unggahannya. Dia mengatakan, meskipun aturan LPDP memperbolehkan alumni bekerja di luar negeri, Arya diduga telah melampaui batas waktu yang ditentukan.

"Dia malah melanjutkan kontrak menjadi senior research consultant, kabur ni dia," ucap Bima.

4. LPDP buka suara, akan usut secara internal kasus dari suami Tyas

ilustrasi beasiswa LPDP (pixabay.com/Mohamed_hassan)

Menanggapi polemik yang semakin memanas, LPDP akhirnya angkat bicara melalui pernyataan resmi di akun media sosialnya pada Sabtu (21/2/2026). Dalam keterangan tersebut, LPDP menegaskan, Tyas telah menyelesaikan masa pengabdiannya dan komunikasi tetap berjalan baik. Namun untuk suaminya, LPDP akan melakukan pendalaman secara internal.

"LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP tengah melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," jelas LPDP dalam pernyataannya.

5. Tyas mengunggah surat pernyataan minta maaf

Pernyataan permohonan maaf yang diunggah oleh Tyas di akun instagram @sasetyaningtyas (dok. Instagram/@sasetyaningtyas)

Di tengah tekanan publik, Tyas akhirnya mengunggah surat permohonan maaf di akun media sosialnya. Dia menyesali pernyataannya yang dianggap melukai perasaan banyak orang terkait identitas kebangsaan.

"Saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama," tulis Tyas.

Menariknya, dalam surat permintaan maaf tersebut, Tyas sama sekali tidak menyinggung permasalahan suaminya yang diduga belum memenuhi kewajiban pengabdian sebagai alumni LPDP.

Hingga berita ini diturunkan, suami Tyas belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pelanggaran kontrak beasiswa tersebut.

Editorial Team