Anggota DPR Harap Prabowo Segera Tunjuk Kepala BGN Pengganti Nanik

- Zainul Munasichin dari Komisi IX DPR berharap Presiden Prabowo segera menunjuk Kepala BGN baru menggantikan Nanik S Deyang yang mundur karena alasan kesehatan.
- Kekosongan pimpinan dikhawatirkan menghambat proses perbaikan tata kelola program MBG yang sedang dijalankan bersama antara BGN dan Komisi IX DPR.
- Nanik tetap diharapkan berkontribusi sebagai dewan pengawas untuk memastikan pengawasan kinerja dan tata kelola BGN berjalan efektif hingga ke level pelaksana lapangan.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Zainul Munasichin berharap Presiden Prabowo Subianto segera melantik Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru, pengganti Nanik S Deyang yang menyatakan mundur dari jabatannya pagi ini. Jangan sampai kekosongan pimpinan BGN ini mempengaruhi percepatan dari perbaikan tata kelola di BGN.
Dia mengatakan, BGN bersama Komisi IX DPR belakangan ini sedang melakukan transisi perbaikan tata kelola program MBG setelah sejumlah persoalan yang muncul di lembaga tersebut.
"Harapan kami ke depan presiden segera menunjuk Kepala BGN yang definitif. Kenapa? Karena hari-hari ini BGN bersama kami di Komisi IX sedang melakukan transisi perbaikan tata kelola. Kami tidak ingin kekosongan pimpinan BGN ini nanti mempengaruhi percepatan dari perbaikan tata kelola yang ada di BGN," kata Zainul kepada IDN Times, saat dihubungi, Rabu (22/7/2026).
Komisi IX DPR menghormati keputusan Nanik yang mengundurkan diri jabatan karena terkait kesehatan. Zainul mendorong Nanik tetap bisa berkontribusi di balik layar di BGN, termasuk menjadi dewan pengawas sebagaimana yang ditugaskan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dia mengatakan, BGN merupakan lembaga besar, dengan postur anggaran jumbo, yang mengelola program prioritas Presiden Prabowo. Iya berharap dewan pengawas tersebut dapat mengawasi tata kelola program MBG di BGN.
"Termasuk mengawasi kinerja para pimpinan dan juga aparat yang ada di dalam birokrasi BGN sampai ke level yang paling bawah, yaitu kepala SPBG, Parekor Cam, Korwil, yang selama ini bersentuhan langsung dengan mitra BGN, bersentuhan langsung dengan penerima manfaat yang ada di level yang paling bawah," kata dia.
Nanik menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Kepala BGN karena menjalani pengobatan sakit jantung. Keputusan ini pun telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7).
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden, untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7/2026) saya berangkat. Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," ujar Naniek melalui akun Facebook-nya.


















