Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Kasus Satu Keluarga Tewas saat Glamping di Temanggung
Wisata Alam Posong di Temanggung (https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/)
  • Empat anggota keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di area glamping Posong, Temanggung, setelah tidak merespons panggilan petugas pada hari check-out.
  • Polisi menemukan alat pemanggang, kompor gas portabel, serta bahan makanan di lokasi dan menutup tenda rapat, yang kini menjadi fokus penyelidikan penyebab kematian korban.
  • Penyelidikan mengarah pada dua dugaan utama: keracunan makanan atau paparan gas berbahaya, sementara hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 Mei 2026

Empat anggota satu keluarga ditemukan meninggal dunia di kawasan glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Polisi segera melakukan penyelidikan awal untuk mencari penyebab kematian.

28 Mei 2026

Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu Komang Mahendra Deputra, mengonfirmasi identitas korban sebagai satu keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Pernyataan disampaikan di RSUD Kabupaten Temanggung.

kini

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik Polda Jawa Tengah untuk memastikan penyebab kematian. Hasil autopsi dan uji sampel diperkirakan keluar dalam dua hingga lima hari setelah pemeriksaan dimulai.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Empat anggota satu keluarga ditemukan meninggal dunia saat menginap di kawasan glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dan penyebab kematian mereka masih dalam penyelidikan kepolisian.
  • Who?
    Korban adalah pasangan suami istri berinisial MAM (52) dan M (43), serta dua anak mereka AEH (17) dan BAH (21), warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di area glamping Posong, wilayah wisata di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • When?
    Korban ditemukan pada Rabu siang hingga sore, 27 Mei 2026. Pemeriksaan lanjutan dan autopsi dilakukan pada Kamis, 28 Mei 2026 oleh pihak kepolisian bersama tim medis.
  • Why?
    Penyebab pasti kematian belum diketahui. Polisi mendalami dua dugaan utama: keracunan makanan yang dibawa dari rumah atau paparan gas berbahaya dari penggunaan kompor portabel di sekitar tenda.
  • How?
    Mereka ditemukan tak merespons saat waktu check-out. Petugas membuka tenda dan mendapati seluruh korban sudah meninggal dengan kondisi ventilasi tertutup rapat; alat pemanggang serta bahan makanan ditemukan di lokasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada satu keluarga yang jalan-jalan dan tidur di tenda di Temanggung. Pagi harinya mereka tidak bangun, lalu petugas menemukan mereka sudah meninggal semua. Polisi lihat ada alat masak dan makanan di sana. Katanya mungkin karena makanan atau gas beracun. Sekarang polisi masih tunggu hasil dari lab untuk tahu sebabnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun peristiwa ini tragis, penanganan kasus menunjukkan kesigapan dan ketelitian aparat dalam mencari kebenaran. Polisi segera melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta melibatkan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah. Pendekatan hati-hati dan transparan ini mencerminkan komitmen terhadap keadilan dan kejelasan bagi keluarga korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TIMES - Empat orang wisatawan yang merupakan satu keluarga ditemukan meninggal dunia saat menginap di kawasan glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5/2026). 

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti kematian para korban. Berikut sejumlah fakta yang terungkap dari kasus tersebut!

1. Korban merupakan satu keluarga asal Ambarawa

Alam di Ambarawa, Jawa Tengah (IDN Times/Jujuk Erna)

Empat korban tersebut merupakan satu keluarga yang berasal dari Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu Komang Mahendra Deputra. 

"Benar, telah ditemukan empat orang meninggal dunia di salah satu tempat wisata di Kabupaten Temanggung. Keempat korban merupakan satu keluarga yang berdomisili di Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang," ujar Komang saat berada di RSUD Kabupaten Temanggung, Kamis (28/5/2026). 

Mereka terdiri dari pasangan suami istri berinisial MAM (52) dan M (43), serta dua anak mereka berinisial AEH (17) dan BAH (21).

2. Ditemukan setelah tak merespons

ilustrasi seorang petugas kebersihan (pexels/Nathan Cowley)

Mereka ditemukan setelah petugas tempat wisata, Zaki, mendatangi tenda yang mereka huni untuk melakukan pembersihan sekaligus mengingatkan waktu check-out sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, tidak ada respons atau jawaban dari dalam.

Zaki kembali mendatangi lokasi pada sore hari sekitar pukul 15.45 WIB. Dia mengetuk pintu dan kembali tidak mendapatkan jawaban. 

Karena tidak ada respons dari dalam, dia pun membuka pintu tenda dan menemukan keempat korban yang sudah meninggal dunia dalam kondisi tubuh kaku.

3. Polisi menemukan alat pemanggang dan bahan makanan

ilustrasi barbeque (pexels.com/Boris Ivas)

Saat melakukan olah TKP, polisi menemukan alat pemanggang barbeque dan sejumlah bahan makanan yang dibawa korban dari rumah. Polisi juga mengamankan sejumlah barang dari lokasi, seperti lima unit ponsel, sebuah mobil, kamera, kompor gas portabel, serta tungku tanah liat untuk membakar briket.

Selain itu, petugas menemukan sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga sempat dimasak sebelum kejadian. Temuan-temuan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian para korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kompor gas portabel ditemukan di luar tenda dalam kondisi tidak menyala. Sementara itu, pintu tenda dan ventilasi di kedua sisi diketahui tertutup rapat saat keempat korban ditemukan.

4. Dugaan mengarah pada keracunan makanan dan gas

ilustrasi karbon monoksida (unsplash.com/CHUTTERSNAP)

Berdasarkan hasil olah TKP sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Nasir Anwar, mengatakan, terdapat dua dugaan yang tengah didalami terkait penyebab kematian empat anggota keluarga tersebut.

Dugaan pertama adalah keracunan makanan yang dibawa korban dari rumah dan dikonsumsi selama berada di lokasi glamping, bukan makanan yang disediakan pengelola wisata.

Sementara itu, dugaan lainnya mengarah pada paparan gas berbahaya, termasuk kemungkinan kebocoran gas atau gas karbon monoksida yang berasal dari penggunaan kompor portabel di dalam maupun di sekitar tenda.


5. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium

ilustrasi menggunakan peralatan laboratorium (unsplash.com/Toon Lambrechts)

Untuk memastikan penyebab kematian, polisi telah melakukan autopsi terhadap korban. Autopsi secara menyeluruh dilakukan kepada jenazah AEH karena dinilai paling sehat dan berstatus atlet setelah mendapat persetujuan dari keluarga.

“Hasil lengkap autopsi masih menunggu pemeriksaan laboratorium forensik Polda Jawa Tengah dan diperkirakan keluar dalam dua sampai lima hari,” kata Komang dilansir dari ANTARA. 

Selain itu, sejumlah barang yang ditemukan di lokasi, termasuk sampel makanan sisa, tabung gas portable, serta sampel biologis diperiksa di laboratorium forensik (labfor).

"Ada beberapa sampel yang diambil untuk diteliti lebih lanjut. Hasil pemeriksaan labfor ini nantinya akan menjadi petunjuk mutlak tentang penyebab kematian mereka," ucap Nasir.

Saat ini, polisi masih menunggu hasil labfor dan belum bisa dipastikan kapan hasilnya keluar karena harus melewati berbagai tahapan ilmiah yang ketat. 

Editorial Team

Related Article