Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dinkes DKI Ungkap Hasil Investigasi MBG yang Buat 252 Siswa Keracunan

Dinkes DKI Ungkap Hasil Investigasi MBG yang Buat 252 Siswa Keracunan
Makanan MBG di salah satu sekolah di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga berbau busuk, Jumat (23/5/2025)/Istimewa
  • Dinkes DKI Jakarta mengonfirmasi hasil investigasi KLB keracunan 252 siswa disebabkan cemaran mikrobiologi pada makanan siap saji program Makan Bergizi Gratis di Cakung.
  • Faktor utama penyebabnya adalah jeda waktu konsumsi terlalu lama dan penggunaan bahan pangan berisiko tinggi seperti bakmi jawa serta pangsit tahu berkuah.
  • Investigasi juga menemukan tahu dalam kondisi asam, proses pengolahan mie tidak optimal, serta pelanggaran higiene dan sanitasi yang meningkatkan risiko kontaminasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkap hasil investigasi terkait kejadian luar biasa (KLB) dugaan keracunan dalam hidangan Makan Bergizi Gratis yang menimpa ratusan siswa di Cakung, Jakarta Timur.

Ani menyebut, hasil laboratorium menunjukkan adanya cemaran mikrobiologi pada pada makanan siap saji yang dikonsumsi para siswa.

"Ditemukan adanya bakteri. Laboratorium menunjukkan adanya cemaran mikrobiologi pada pangan siap saji," ucap Ani saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).

  1. 1. Jeda waktu konsumsi

    MBG di SDN Jati 05 Pagi Pulogadung, Jakarta (Sumber: https://www.presidenri.go.id) (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)
    MBG di SDN Jati 05 Pagi Pulogadung, Jakarta (Sumber: https://www.presidenri.go.id) (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

    Berdasarkan investigasi lapangan dan hasil laboratorium, kejadian ini diduga kuat dipicu oleh kombinasi beberapa faktor. Salah satunya adalah praktik time-temperature abuse, yakni jeda waktu antara makanan matang hingga dikonsumsi melebihi batas aman lebih dari empat jam karena proses memasak dilakukan terlalu dini.

    "Jenis pangan yang disajikan tergolong pangan berisiko tinggi dan mudah rusak, yaitu bakmi jawa dan pangsit tahu berkuah," katanya.

  2. 2. Tahu terasa asam

    IMG-20260509-WA0009.jpg
    Sajian MBG yang dibuat SPPG Pulogebang, Jumat (5/3/2026)/ dok Istimewa

    Tak hanya itu, tim investigasi juga menemukan dugaan penggunaan bahan pangan yang telah mengalami penurunan mutu, khususnya tahu yang diterima dalam kondisi asam.

    “Proses pengolahan mie basah juga tidak melalui tahapan perebusan, sehingga diduga tidak mencapai suhu optimal untuk menurunkan jumlah mikroorganisme,” jelas Ani.

  3. 3. Risiko terkontaminasi tinggi

    WhatsApp Image 2025-10-08 at 17.20.47.jpeg
    Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Dinkes DKI juga menemukan ketidaksesuaian pada aspek tempat, penjamah pangan, serta penanganan bahan dan peralatan, yang meningkatkan risiko kontaminasi

    "Terdapat ketidaksesuaian pada penerapan higiene dan sanitasi pada aspek tempat, penjamah pangan, serta handling bahan dan peralatan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya cemaran terhadap pangan," katanya

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More