26 Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Jaktim Sudah Pulang dari RS

- Sebanyak 252 siswa di Jakarta Timur diduga keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis pada 8 Mei 2026.
- Dari total korban, 26 siswa sempat dirawat di rumah sakit dan kini seluruhnya telah dipulangkan setelah kondisi membaik.
- Dinas Kesehatan DKI melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap SPPG Pulogebang melalui inspeksi lingkungan, pelatihan penjamah makanan, dan penerbitan sertifikat higiene sanitasi.
Jakarta, IDN Times – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan sebanyak 26 siswa yang sebelumnya menjalani rawat inap akibat dugaan keracunan usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah dipulangkan.
"Anak-anak sudah pulang semua dari rumah sakit," ujar Ani singkat melalui pesan saat dikonfirmasi IDN Times, Kamis (14/5/2026).
1. 252 siswa diduga keracunan MBG

Sebelumnya, puluhan siswa di Jakarta Timur diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jaktim Cakung Pulogebang 15 pada Jumat (8/5/2026).
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 252 siswa diduga terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, 26 siswa sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
2. Sebanyak 26 siswa dirawat

Ani mengatakan dari 252 laporan dari orang tua siswa yang anaknya mengalami gejala usai mengonsumsi makanan tersebut, sebanyak 26 siswa masih dirawat.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 siswa tercatat telah mengakses fasilitas layanan kesehatan (faskes) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara itu, hingga hari ini tercatat ada 26 siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit," katanya.
3. Dinkes bina SPPG Pulogebang

Pihaknya melalui Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang 15 Jakarta Timur, yang diduga terkait kasus gejala keracunan massal.
Ani menjelaskan bahwa bentuk pembinaan dan pengawasan tersebut dilakukan melalui inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), pelatihan bagi penjamah makanan, serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Dinkes melalui Sudin Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang. Bentuknya melalui IKL, pelatihan penjamah makanan, dan penerbitan SLHS,” kata Ani.
















.jpg)

