Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Insiden Ledakan Amunisi TNI Sejak 1984, dari Cilandak hingga Madiun
Sisa kotak amunisi kedaluwarsa yang dimusnahkan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Jakarta, IDN Times - Ledakan gudang amunisi milik TNI kembali terjadi pada Kamis, 16 Juli 2026. Peristiwa itu terjadi di gudang amunisi II pusat peralatan Angkatan Darat di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan ledakan itu berawal ketika prajurit tengah melakukan prosedur pemeriksaan dan perawatan material amunisi di salah satu gudang penyimpanan. Akibatnya, seorang prajurit TNI tewas ketika ledakan terjadi.

"Di dalam insiden ini, satu prajurit dinyatakan meninggal dunia, empat luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan," ungkap Donny ketika memberikan keterangan pers, Kamis, 16 Juli 2026.

Korban meninggal dan luka kemudian dilarikan ke RSUD Caruban. Berdasarkan keterangan dari kepala Desa Sidorejo, prajurit TNI yang gugur diketahui bernama Henki Noto Susanto. Ia sudah dimakamkan kemarin.

Insiden ledakan amunisi di gudang penyimpanan bukan kali itu saja terjadi. Insiden serupa kerap terjadi, bahkan sudah terjadi sejak 1984. Ada pula insiden ledakan yang menyebabkan jatuhnya korban warga sipil ketika dimusnahkan di area padang rumput terbuka di Garut, Jawa Barat. Berikut berbagai peristiwa ledakan amunisi milik TNI.

1. Ledakan besar di markas marinir Cilandak pada 1984

Korps Marinir TNI Angkatan Laut menggelar upacara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin (17/11/2025) pagi. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Tiga puluh tahun sebelumnya, peristiwa ledakan lebih besar terjadi. Persisnya pada 29 Oktober 1984, ketika itu terjadi ledakan gudang amunisi Korps Marinir di Cilandak, Jakarta Selatan.

Insiden yang diduga dipicu peluru mortir berusia tua itu mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 224 luka-luka, dan ribuan rumah rusak akibat jangkauan roket yang mencapai belasan kilometer. Selain itu, lebih dari 1.000 keluarga terpaksa mengungsi ke daerah yang aman.

Dampak sosial dari ledakan Cilandak sangat luas. Kepanikan dan ketakutan melanda warga sekitar. Tragedi ini meninggalkan trauma jangka panjang bagi para korban dan saksi mata.

2. Ledakan Beledug Bojongkoneng pada 1985 tewaskan 18 orang

Ilustrasi ledakan. (IDN Times/Sukma Shakti)

Ledakan kembali terjadi di Depo Pusat Peralatan V Bojongkoneng, Bandung, Jawa Barat, selang setahun sesudahnya, tepatnya pada 13 Maret 1985. Ledakan ini terjadi saat petugas jaga sedang membongkar amunisi bekas dari truk ke gudang. Ledakan mengakibatkan 18 orang meninggal, yang terdiri dari 12 personel militer dan enam warga sipil.

Peristiwa tersebut kemudian dikenal dengan nama "Beledug Bojongkoneng" di kalangan warga Bandung. Selain itu, ledakan Bojongkoneng pada 1985 merupakan insiden ketiga dalam kurun enam bulan, setelah ledakan di Cilandak pada Oktober 1984, dan ledakan di gudang amunisi TNI Angkatan Udara di Madiun, Jawa Timur, pada Januari 1985. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.

3. Ledakan di gudang amunisi di Tanjung Priok pada 2014

KRI Alugoro-405 yang sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (www.instagram.com/@lembagakeris)

Ledakan keras juga pernah terjadi di gudang amunisi milik TNI Angkatan Laut (AL) pada 5 Maret 2014 di Pondok Dayung, Jakarta Utara. Pemilik gudang itu merupakan Komando Pasukan Katak dari Komando Armada I. Akibat ledakan ini 25 prajurit TNI mengalami luka-luka. Tidak ada korban yang meninggal dunia, dan tidak ada korban dari warga sipil.

"Benar terjadi ledakan. Korban mencapai 25 orang," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AL kala itu, Laksamana Pertama Untung Suropati, saat itu.

Akibat ledakan itu, gudang tempat penyimpanan amunisi mengalami kerusakan berat.

4. Ledakan di gudang milik Kodam Jaya pada 2024

Warga memperlihatkan video ledakan di Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 07/155 GS Kodam Jaya di Ciangsana, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/3/2024). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Peristiwa ledakan di gudang amunisi peralatan TNI Angkatan Darat milik Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor terjadi pada Sabtu, 30 Maret 2024.

Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta atau Pangdam Jaya Mayor kala itu Jenderal Mohamad Hasan mengatakan tidak ada korban jiwa dari peristiwa ledakan tersebut.

“Di arah permukiman tidak ada korban jiwa,” ungkap Hasan.

Ledakan bersumber dari gudang amunisi nomor 6 yang semula nampak mengeluarkan asap. Amunisi yang di simpan dalam gudang nomor 6 itu berisi amunisi yang telah kedaluwarsa. Usia dari sejumlah amunisi itu diperkirakan sudah lebih dari 10 tahun.

Ledakan itu menjadi sorotan luas lantaran lokasi gudang amunisi berdekatan dengan pemukiman warga sipil.

5. Ledakan saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut pada 2025

Penampakan amunisi kedaluwarsa di Garut. (IDN Times/Istimewa)

Tahun lalu, salah satu ledakan yang paling disorot terjadi di Garut, Jawa Barat, pada 12 Mei 2025. Peristiwa itu berlangsung ketika prajurit TNI AD memusnahkan amunisi yang kedaluwarsa. Namun, pemusnahan amunisi itu berjarak 30-50 kilometer dari rumah warga, sehingga sering kali dianggap mengganggu.

Belakangan juga diketahui, proses pemusnahan itu turut melibatkan warga sipil. Padahal, hal itu dilarang dan tak sesuai prosedur. Insiden itu menewaskan 13 orang, sembilan korban merupakan warga sipil.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) saat itu, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menjelaskan ledakan amunisi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terjadi di salah satu lubang amunisi afkir atau tidak layak pakai.

"Pada awal kegiatan secara prosedur telah dilaksanakan pengecekan terhadap personel maupun yang berkaitan dengan lokasi peledakan dan semuanya dinyatakan dalam keadaan aman," ujar Wahyu ketika memberikan keterangan pers pada 12 Mei 2025.

Setelah itu, tim penyusun amunisi ke pos masing-masing untuk melaksanakan pengamanan. Peledakan amunisi afkir di dua lubang sumur tersebut pun berhasil dilakukan.

"Peledakan di dua sumur ini berjalan dengan sempurna dalam kondisi aman," kata jenderal bintang satu itu.

Kemudian, terdapat satu lubang sumur lain yang peruntukannya untuk menghancurkan detonator. Termasuk sisa detonator yang ada berkaitan dengan amunisi tidak layak pakai tersebut.

"Saat tim penyusun amunisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut, secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia," tutur dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article