Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Peringati 20 Tahun Tsunami Pangandaran, BMKG Resmikan 7 Desa Siaga

Peringati 20 Tahun Tsunami Pangandaran, BMKG Resmikan 7 Desa Siaga
Ilustrasi gelombang tsunami. (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BMKG meresmikan tujuh desa pesisir sebagai Tsunami Ready Community bertepatan dengan 20 tahun tsunami Pangandaran, mendapat pengakuan UNESCO-IOC untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman tsunami.
  • Sistem peringatan dini tsunami Indonesia kini mampu mengeluarkan informasi kurang dari tiga menit setelah gempa, didukung jaringan sensor real-time dan teknologi komputasi canggih milik BMKG.
  • BMKG menegaskan teknologi tak akan efektif tanpa kesiapsiagaan masyarakat, sehingga edukasi, simulasi rutin, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga kesadaran bencana yang jarang terjadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meresmikan tujuh desa di berbagai wilayah pesisir Indonesia sebagai Tsunami Ready Community yang mendapat pengakuan dari UNESCO Intergovernmental Oceanographic Commission (UNESCO-IOC). 

Peresmian ini dilakukan bertepatan dengan peringatan 20 tahun tsunami Pangandaran yang jatuh pada 17 Juli 2026. 

Program Tsunami Ready Community bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman tsunami. Setiap desa diwajibkan memiliki peta kawasan rawan bencana, rencana evakuasi yang jelas, hingga sistem peringatan dini yang aktif. 

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan, peringatan dua dekade tsunami Pangandaran menjadi momentum untuk memperkuat budaya siaga bencana di tengah masyarakat.

1. Tujuh desa mendapat pengakuan UNESCO-IOC

Peringati 20 Tahun Tsunami Pangandaran, BMKG Resmikan 7 Desa Siaga
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meresmikan tujuh desa di berbagai wilayah pesisir Indonesia sebagai Tsunami Ready Community pada Kamis (16/7/2026). (dok. BMKG)

Desa yang diresmikan sebagai Tsunami Ready Community meliputi, Desa Tua Pejat di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Desa Amping Parak di Sumatra Barat. Kemudian, Desa Citepus dan Desa Cikakak di Pelabuhanratu, Jawa Barat, serta Desa Teluk Serpang, Desa Penurunan, dan Desa Lempuing di Bengkulu. 

Melalui program tersebut, BMKG bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan mendorong masyarakat memiliki kapasitas untuk mengenali ancaman tsunami, memahami jalur evakuasi serta mampu merespons peringatan dini secara mandiri.

2. BMKG kini bisa keluarkan peringatan dini tsunami kurang dari tiga menit

Peringati 20 Tahun Tsunami Pangandaran, BMKG Resmikan 7 Desa Siaga
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam webinar A 20 Years Commemoration of the 2006 Pangandaran Tsunami: Understanding The Past and Strengthening The Future Resilience, Kamis (16/7/2026). (dok. BMKG)

Dalam kesempatan tersebut, Faisal mengatakan, sistem peringatan dini tsunami Indonesia atau Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) telah berkembang signifikan sejak dibangun pascatsunami Aceh 2004 dan dipercepat setelah tsunami Pangandaran 2006. 

Saat ini, kata Faisal, BMKG didukung jaringan sensor seismograf real-time, ratusan stasiun pengukur pasang surut (tide gauge), serta sistem komputasi berkinerja tinggi. 

“Melalui inovasi modern ini, BMKG kini mampu menyiarkan informasi peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari tiga menit setelah gempa bumi terjadi,” kata Faisal dalam webinar A 20 Years Commemoration of the 2006 Pangandaran Tsunami: Understanding The Past and Strengthening The Future Resilience, Kamis (16/7/2026). 

Kendati demikian, menurut Faisal, teknologi saja tidak cukup untuk menyelamatkan masyarakat apabila tidak dibersamai dengan kesiapsiagaan. 

“Selanjutnya, aksi dini harus dijaga melalui edukasi yang tiada henti, simulasi rutin, dan kolaborasi lintas sektor,” kata dia. 

3. Teknologi tak akan efektif tanpa masyarakat yang siap

Peringati 20 Tahun Tsunami Pangandaran, BMKG Resmikan 7 Desa Siaga
ilustrasi dampak tsunami Pangandaran tahun 2006 (alchetron.com)

Faisal kembali menegaskan, kecanggihan teknologi pemantauan di hulu tidak akan mampu menyelamatkan nyawa apabila terputus dari masyarakat di sektor hilir. 

Karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat diminta memahami dan memanfaatkan informasi peringatan dini BMKG, agar dapat segera melakukan evakuasi ketika ancaman tsunami muncul. 

“Kesiapan dalam hitungan detik yang kritis inilah yang menjadi ujung tombak rantai keselamatan,” kata Faisal. 

Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan, tantangan terbesar mitigasi tsunami adalah menjaga kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana yang tergolong rare events atau jarang terjadi. 

Menurut Nelly, karakteristik tsunami yang tidak sering terjadi membuat kesadaran risiko masyarakat perlahan memudar. Sebab itu, peringatan 20 tahun tsunami Pangandaran harus menjadi momentum untuk terus merawat ingatan publik. 

“Kesiapsiagaan akan terwujud selama kita terus menjaga kesadaran tersebut tetap hidup. Hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Nelly.

4. UNESCO sebut tsunami tak selalu didahului gempa yang terasa kuat

Peringati 20 Tahun Tsunami Pangandaran, BMKG Resmikan 7 Desa Siaga
Keadaan Kota Palu, Sulawesi Tengah setelah terjadi Gempa dan Tsunami pada 28 September 2018 (IDN Times/Fitang Budhi Adhitia)

Head of ICG/IOTWMS Secretariat UNESCO-IOC, Srinivas Kumar Tummala, mengatakan, peringatan tsunami Pangandaran menjadi pengingat bahwa ancaman tsunami tidak selalu ditentukan oleh besarnya guncangan gempa yang dirasakan masyarakat. 

“Memperingati tsunami Pangandaran hari ini, marilah kita menghormati ingatan mereka yang kehilangan nyawa dengan memperkuat komitmen terhadap sains, kesiapsiagaan, dan ketangguhan komunitas,” kata dia. 

Srinivas juga menyoroti masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai tsunami nonseismik. Menurut dia, peristiwa seperti tsunami di Palu, Selat Sunda, dan letusan Gunung Tonga menunjukkan masih banyak aspek mitigasi dan edukasi yang perlu diperkuat bersama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More