“Departemen Keuangan (AS) akan terus menargetkan dan mengganggu jaringan pengadaan ilegal yang mendanai program senjata dan mesin perang Iran,” ujar Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, seperti dilansir Jerusalem Post, Kamis (16/7/2026).
AS Beri Sanksi ke Jaringan Pemasok Senjata untuk Iran

- Pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada tujuh individu dan beberapa kelompok yang terlibat dalam pengiriman senjata rahasia untuk Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
- OFAC mengungkap keterlibatan warga Iran Behrouz Namazi serta dua warga Rusia, Mariya Vladimirovna Selina dan Vadim Anatolyevich Druzhbin, dalam jaringan pemasok senjata tersebut.
- Iran sebenarnya mampu memproduksi senjata sendiri akibat embargo sejak 1979, namun tetap mengimpor dari Rusia karena kebutuhan militer meningkat setelah konflik dengan AS dan Israel.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi terhadap jaringan pemasok senjata untuk Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Sanksi tersebut diberikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) AS pada Rabu (15/7/2026).
1. Pengiriman senjata ke IRGC dilakukan secara rahasia

Kantor Pengaturan Aset Luar Negeri (OFAC) Kemenkeu AS menjelaskan, sanksi ini diberikan kepada tujuh orang dan sejumlah kelompok lainnya yang membeli lalu mengirimkan senjata ke IRGC. Aksi tersebut dilakukan secara rahasia agar tidak ketahuan oleh pihak berwenang. Menurut OFAC, aksi ini menjadi bagian dari peningkatan serangan Iran ke kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.
"OFAC akan terus mengganggu jaringan pengadaan dan keuangan luar negeri yang mendukung produksi senjata dan upaya proliferasi Iran yang mengancam warga Amerika (Serikat) dan mitra serta sekutu AS di seluruh dunia," demikian bunyi pernyataan resmi OFAC.
2. Ada warga Rusia yang terlibat jaringan pemasok senjata untuk IRGC

Dalam pernyataannya, OFAC menjelaskan, salah satu orang yang terlibat dalam jaringan kelompok pemasok senjata untuk IRGC ini adalah Behrouz Namazi. Namazi merupakan warga negara Iran. Ia merupakan Direktur Umum di perusahaan militer asal Iran, Jet Company. Perusahaan tersebut menyediakan pasokan drone dan pesawat militer untuk IRGC. Menurut OFAC, Namazi menjadi tokoh utama di perusahaannya yang bertanggung jawab atas pasokan senjata ke milisi tersebut.
Selain Namazi, ada juga warga negara Rusia bernama Mariya Vladimirovna Selina. Ia merupakan Kepala Departemen Keuangan perusahaan penerbangan asal Rusia yang berbasis di Moskow, Avratek. Selina dikabarkan membantu Namazi dalam melakukan pengadaan senjata untuk IRGC. Dalam melakukan hal tersebut, ia juga dibantu oleh rekan kerjanya yang bernama Vadim Anatolyevich Druzhbin. Druzhbin bertanggung jawab mengurusi pengiriman senjata dari Avratek yang berbasis di Rusia ke IRGC di Iran.
3. Iran sebetulnya sudah bisa memproduksi senjata sendiri

Sebetulnya, Iran sudah bisa memproduksi senjata sendiri. Keahlian ini merupakan bentuk adaptasi karena AS telah memberlakukan embargo ekonomi terhadap Iran sejak 1979. Embargo ini membuat Teheran tidak bisa mengimpor barang apa pun dari luar negeri, termasuk senjata untuk keperluan militer.
Meski sudah bisa memproduksi senjata sendiri, Iran rupanya juga masih kerap mengimpor senjata dari luar negeri, terutama dari Rusia. Hal ini karena produksi senjata dalam negeri terkadang tidak bisa mencukupi kebutuhan. Apalagi, sejak berperang dengan AS dan Israel pada 28 Februari lalu, Iran sudah menghabiskan banyak persediaan senjatanya.






















