Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Poin BEM Bersatu: Gerakan Mahasiswa Harus Steril dari Intervensi Politik
Konferensi pers BEM Bersatu di kawasan Jakarta Timur (16/6/2026) (dok. Istimewa)
  • BEM Bersatu menegaskan gerakan mahasiswa harus independen dan bebas dari intervensi politik, menolak segala bentuk penunggangan oleh kepentingan praktis.
  • Mereka menyoroti aksi mahasiswa yang dinilai kehilangan arah serta mempersoalkan prioritas isu, termasuk sikap terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang dianggap perlu perbaikan tata kelola.
  • BEM Bersatu juga mengungkap dugaan keterlibatan aktor politik dalam gerakan mahasiswa dan menyerukan pengusutan korupsi secara tuntas serta pengawalan hukum yang objektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesBEM Bersatu mengeluarkan pernyataan sikap yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Mereka menilai mahasiswa harus tetap menjadi representasi suara rakyat, bukan instrumen perebutan kekuasaan.

Melalui siaran pers yang diterima, BEM Bersatu juga menyoroti sejumlah aksi mahasiswa yang dinilai mulai kehilangan arah. Mereka menganggap beberapa aksi tidak lagi didasarkan pada kajian yang kuat dan justru memunculkan dugaan adanya agenda tertentu di balik gerakan tersebut.

Berikut lima fakta dari pernyataan sikap BEM Bersatu.

1. BEM Bersatu menilai sebagian aksi mahasiswa mulai kehilangan arah

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus gelar demo di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

BEM Bersatu menyebut sejumlah aksi mahasiswa yang berlangsung belakangan ini tidak lagi menampilkan substansi yang kuat. Mereka menilai kondisi tersebut terlihat dari minimnya kajian, lemahnya argumentasi, hingga ketidakjelasan tuntutan yang dibawa.

Menurut mereka, situasi itu menimbulkan pertanyaan apakah gerakan mahasiswa masih benar-benar berpihak kepada rakyat atau justru telah disusupi agenda lain yang tidak sejalan dengan cita-cita gerakan mahasiswa.

BEM Bersatu menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap independen dan tidak menjadi alat bagi kepentingan elite politik.

2. Persoalkan prioritas isu, BEM Bersatu singgung MBG

Mahasiswa di kota Palembang melakukan demonstrasi di depan Gedung DPRD Sumsel, Senin (1/9/2025) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Salah satu catatan utama BEM Bersatu adalah mengenai prioritas isu yang diangkat dalam aksi mahasiswa. Mereka menilai perhatian publik justru diarahkan pada isu yang dianggap bukan kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat.

Di sisi lain, mereka menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berdampak langsung terhadap gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan.

Meski demikian, BEM Bersatu menyatakan program tersebut tetap perlu dibenahi dari sisi tata kelola agar berjalan tepat sasaran dan akuntabel.

3. Soroti dugaan keterlibatan aktor politik praktis hingga eks Ketua BEM UGM

Eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, saat menghadiri Dialog Kebangsaan di Makassar, Senin (16/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya

BEM Bersatu juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan mahasiswa. Mereka menyoroti sosok eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang disebut memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.

Dalam pernyataannya, BEM Bersatu menyebut mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi.

4. Kehadiran Tiyo dalam forum kebangsaan ikut disorot

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Selain itu, BEM Bersatu menyoroti kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan yang digelar di Bandung pada 18 Juni 2026.

Dalam forum itu, Tiyo disebut hadir bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, serta dr. Tifa.

BEM Bersatu menyebut kehadiran sejumlah tokoh dalam forum tersebut menunjukkan adanya jejaring yang menurut mereka patut dicermati lebih lanjut.

5. BEM Bersatu mendesak gerakan mahasiswa steril dari intervensi politik

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus gelar demo di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Di akhir pernyataannya, BEM Bersatu menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak agar gerakan mahasiswa steril dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.

Kedua, mereka mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan adanya perbaikan tata kelola agar program tersebut lebih tepat sasaran.

Ketiga, BEM Bersatu mendukung pengusutan korupsi secara tuntas tanpa pandang bulu serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.

Lalu keempat, menyayangkan dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar sebagaimana telah diklarifikasi sejumlah BEM.

"BEM Bersatu akan terus mengawal kemurnian gerakan mahasiswa agar tetap independen, berpihak kepada rakyat, serta bebas dari intervensi elite politik," demikian pernyataan sikap tersebut.

Editorial Team

Related Article