Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Sumatra, Tito Karnavian, mengatakan, setidaknya ada sekitar 1.122 siswa masih sekolah di tenda pasca-enam bulan becana Sumatra.
Menurut Tito, saat proses pembelajaran di tiga provinsi terdampak banjir bandang berangsur pulih. Berdasarkan catatan Satgas PRRP, terdapat 4.922 siswa terpaksa harus sekolah di tenda, tapi sekitar 3.800 lainnya kini sudah kembali ke sekolah masing-masing setelah berhasil direnovasi.
"Kemudian juga ada yang menumpang di sekolah yang lain, ya, ada juga yang di kelas darurat. Itu ada beberapa, tapi mayoritas sudah di sekolah masing-masing. Dari 4.922, seingat saya lebih kurang hampir 3.800 itu ada di sekolah masing-masing, sudah diperbaiki," kata Tito Karnavian di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Mantan Kapolri itu mengatakan, pemulihan bencana Sumatra dibagi ke dalam tiga tahapan, di antaranya, masa tanggap darurat, transisi, dan pemulihan permanen. Dia mengatakan, Satgas PRRP terus melakukan perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik yang rusak dihantam banjir bandang.
Dia mengatakan, semua akses jalan nasional kini sudah terhubung. Namun, masih ada jalan Provinsi di Aceh, yakni jalan yang menghubungkam Bireuen dengan Gayo Lues masih belum pulih total. Kemudian sejumlah ruas jalan di Tapanuli Utara, Sumatra Utara.
Pemerintah saat ini telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp100,166 triliun untuk pemulihan Bencana Sumatra dalam kurun waktu tiga tahun mulai 2026, 2027, dan 2028. Jumlah anggaran ini dibagi di masing-masing termin waktu, pada 2026 dianggarkan sebesar Rp38,9 triliun, 2027 sebesar Rp32,9 triliun dan 2028 sebesar Rp28,2 triliun.
"Nah, total anggaran yang sudah kami usulkan, dan alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah, dan kami tadi laporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin oleh Prof Sufmi Dasco Ahmad, alhamdulillah juga didukung, itu nilainya sebanyak 100,166 triliun selama 3 tahun," kata Tito.
Tito mengatakan, Satgas PRRP telah memetakan sejumlah pekerjaan yang akan diprioritaskan pada tahun 2026, di antaranya pengerjaan infrastruktur, sungai, jalan, sekolah, dan hunian tetap (huntap). Dia tidak ingin korban bencana Sumatra terlalu lama menginap di hunian sementara (huntara).
"Setelah itu ada yang lain-lain di 2026 prioritas kedua. Nah, yang menjadi prioritas terakhir, misalnya sungai yang tinggal ujung-ujungnya aja, ya, itu pada tahun 2027," kata mantan Kapolri itu.
