Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Bulan Pascabencana Sumatra, Masih Ada Ribuan Siswa Belajar di Tenda
Mendagri sekaligus Ketua Satgas PRRP Tito Karnavian usai rapat bersama DPR RI. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Tito Karnavian menyebut sekitar 1.122 siswa di tiga provinsi terdampak banjir bandang Sumatra masih belajar di tenda, meski sebagian besar sekolah sudah direnovasi.
  • Pemulihan pascabencana dibagi menjadi tiga tahap: tanggap darurat, transisi, dan pemulihan permanen, dengan fokus pada perbaikan infrastruktur serta fasilitas publik yang rusak.
  • Pemerintah menyiapkan anggaran Rp100,166 triliun untuk pemulihan selama 2026–2028, mencakup pembangunan jalan, sungai, sekolah, dan hunian tetap bagi korban bencana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
25 Mei 2026

Tito Karnavian menyampaikan di Gedung DPR RI bahwa enam bulan pascabencana Sumatra masih ada sekitar 1.122 siswa belajar di tenda, sementara sekitar 3.800 siswa sudah kembali ke sekolah masing-masing setelah renovasi.

2026

Pemerintah mengalokasikan Rp38,9 triliun untuk tahap awal pemulihan bencana Sumatra. Satgas PRRP memprioritaskan perbaikan infrastruktur, sungai, jalan, sekolah, dan pembangunan hunian tetap.

2027

Tahap kedua pemulihan direncanakan dengan anggaran Rp32,9 triliun. Pekerjaan difokuskan pada penyelesaian proyek infrastruktur yang tersisa seperti perbaikan sungai dan akses jalan.

2028

Pemerintah menyiapkan anggaran lanjutan sebesar Rp100,1 triliun sebagai bagian dari total dana tiga tahun untuk menyelesaikan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra.

kini

Semua akses jalan nasional telah terhubung kembali, namun beberapa ruas jalan provinsi di Aceh dan Tapanuli Utara masih belum pulih sepenuhnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sekitar 1.122 siswa di tiga provinsi terdampak banjir bandang di Sumatra masih mengikuti kegiatan belajar di tenda enam bulan setelah bencana terjadi.
  • Who?
    Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Sumatra, Tito Karnavian, bersama Satgas PRRP dan pemerintah daerah setempat.
  • Where?
    Kegiatan belajar berlangsung di wilayah terdampak banjir bandang di tiga provinsi Sumatra, termasuk Aceh dan Tapanuli Utara, dengan laporan disampaikan dari Gedung DPR RI, Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Senin, 25 Mei 2026, sekitar enam bulan setelah bencana banjir bandang melanda wilayah Sumatra.
  • Why?
    Sebagian sekolah belum selesai direnovasi akibat kerusakan parah dari banjir bandang sehingga sebagian siswa masih harus menempuh pendidikan di tenda atau ruang darurat.
  • How?
    Pemerintah melalui Satgas PRRP menjalankan tahapan pemulihan dengan perbaikan infrastruktur publik dan sekolah serta mengalokasikan anggaran Rp100,166 triliun untuk program rehabilitasi selama tiga tahun ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Sumatra dulu ada banjir besar. Sekarang sudah enam bulan, tapi masih banyak anak sekolah belajar di tenda karena sekolahnya rusak. Pak Tito bilang sudah banyak sekolah diperbaiki dan jalan juga mulai bagus lagi. Pemerintah mau terus bantu perbaikan sampai semua anak bisa sekolah di gedung lagi dan rumah orang-orang selesai dibuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Enam bulan setelah bencana di Sumatra, proses pemulihan menunjukkan kemajuan berarti. Sebagian besar siswa yang sempat belajar di tenda kini sudah kembali ke sekolah hasil renovasi, menandakan percepatan rehabilitasi berjalan nyata. Pemerintah juga memastikan dukungan anggaran besar dan perencanaan bertahap untuk memperbaiki infrastruktur, jalan, serta hunian tetap bagi warga terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Sumatra, Tito Karnavian, mengatakan, setidaknya ada sekitar 1.122 siswa masih sekolah di tenda pasca-enam bulan becana Sumatra.

Menurut Tito, saat proses pembelajaran di tiga provinsi terdampak banjir bandang berangsur pulih. Berdasarkan catatan Satgas PRRP, terdapat 4.922 siswa terpaksa harus sekolah di tenda, tapi sekitar 3.800 lainnya kini sudah kembali ke sekolah masing-masing setelah berhasil direnovasi.

"Kemudian juga ada yang menumpang di sekolah yang lain, ya, ada juga yang di kelas darurat. Itu ada beberapa, tapi mayoritas sudah di sekolah masing-masing. Dari 4.922, seingat saya lebih kurang hampir 3.800 itu ada di sekolah masing-masing, sudah diperbaiki," kata Tito Karnavian di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Mantan Kapolri itu mengatakan, pemulihan bencana Sumatra dibagi ke dalam tiga tahapan, di antaranya, masa tanggap darurat, transisi, dan pemulihan permanen. Dia mengatakan, Satgas PRRP terus melakukan perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik yang rusak dihantam banjir bandang.

Dia mengatakan, semua akses jalan nasional kini sudah terhubung. Namun, masih ada jalan Provinsi di Aceh, yakni jalan yang menghubungkam Bireuen dengan Gayo Lues masih belum pulih total. Kemudian sejumlah ruas jalan di Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Pemerintah saat ini telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp100,166 triliun untuk pemulihan Bencana Sumatra dalam kurun waktu tiga tahun mulai 2026, 2027, dan 2028. Jumlah anggaran ini dibagi di masing-masing termin waktu, pada 2026 dianggarkan sebesar Rp38,9 triliun, 2027 sebesar Rp32,9 triliun dan 2028 sebesar Rp28,2 triliun.

"Nah, total anggaran yang sudah kami usulkan, dan alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah, dan kami tadi laporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin oleh Prof Sufmi Dasco Ahmad, alhamdulillah juga didukung, itu nilainya sebanyak 100,166 triliun selama 3 tahun," kata Tito.

Tito mengatakan, Satgas PRRP telah memetakan sejumlah pekerjaan yang akan diprioritaskan pada tahun 2026, di antaranya pengerjaan infrastruktur, sungai, jalan, sekolah, dan hunian tetap (huntap). Dia tidak ingin korban bencana Sumatra terlalu lama menginap di hunian sementara (huntara).

"Setelah itu ada yang lain-lain di 2026 prioritas kedua. Nah, yang menjadi prioritas terakhir, misalnya sungai yang tinggal ujung-ujungnya aja, ya, itu pada tahun 2027," kata mantan Kapolri itu.

Editorial Team

Related Article