Rekam Jejak Lindsey Graham, Sekutu Trump yang Meninggal Mendadak

- Lindsey Graham, senator Republik dari Carolina Selatan dan sekutu dekat Donald Trump, meninggal dunia pada usia 71 tahun setelah sakit mendadak.
- Karier panjangnya mencakup perubahan besar dari pengkritik keras menjadi pendukung utama Trump, sekaligus figur penting dalam kebijakan pertahanan dan politik Partai Republik.
- Dikenal dengan pandangan luar negeri yang tegas, Graham aktif mendukung bantuan militer untuk Ukraina serta mempertahankan peran global Amerika Serikat.
Jakarta, IDN Times - Nama Lindsey Graham menjadi salah satu figur yang sulit dipisahkan dari dinamika politik Amerika Serikat dalam dua dekade terakhir. Senator Partai Republik dari Carolina Selatan itu dikenal sebagai politisi konservatif, pendukung kuat kebijakan pertahanan AS, sekaligus salah satu sekutu terdekat Presiden Donald Trump di Kongres.
Graham meninggal dunia pada usia 71 tahun setelah mengalami sakit mendadak. Kantor Graham menyampaikan ia wafat pada Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat, dengan keluarga meminta doa dan privasi dalam masa berkabung.
Kepergian Graham menutup perjalanan panjang seorang politikus yang mengalami perubahan besar dalam kariernya. Ia pernah menjadi salah satu pengkritik Trump yang paling vokal, sebelum akhirnya berubah menjadi salah satu pendukung utama presiden tersebut di Washington.
Perubahan hubungan antara Graham dan Trump menjadi salah satu kisah politik paling menarik dalam Partai Republik modern, menggambarkan bagaimana dinamika kekuasaan dan kepentingan politik dapat mengubah hubungan antara dua tokoh yang sebelumnya berseberangan.
1. Dari pengacara militer hingga menjadi tokoh Republik di Senat

Sebelum dikenal sebagai politisi nasional, Lindsey Graham memiliki latar belakang sebagai pengacara militer. Ia bertugas di Angkatan Udara AS sebagai penasihat hukum dan kemudian melanjutkan kariernya di dunia politik.
Graham memasuki Kongres pada 1994 ketika terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS dari Carolina Selatan. Delapan tahun kemudian, ia berhasil memenangkan kursi Senat AS dan sejak saat itu menjadi salah satu figur penting Partai Republik.
Selama lebih dari dua dekade di Senat, Graham menduduki sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjadi anggota Komite Kehakiman Senat, Komite Alokasi, serta Komite Lingkungan dan Pekerjaan Umum. Ia juga pernah memimpin Komite Anggaran Senat.
Kariernya di Washington dibentuk oleh fokus kuat terhadap isu keamanan nasional. Graham dikenal sebagai politisi yang mendukung peran aktif Amerika Serikat dalam urusan global, termasuk keterlibatan militer di luar negeri.
Ia mendukung invasi AS ke Irak pada 2003 dan menjadi salah satu suara yang mendorong pendekatan keras terhadap Iran. Graham juga dikenal sebagai pendukung kuat hubungan AS dengan Israel serta bantuan militer untuk Ukraina.
2. Pernah menentang Trump dan berubah jadi sekutu dekat

Hubungan Lindsey Graham dan Donald Trump tidak selalu berjalan dekat. Pada awal kampanye pemilihan presiden 2016, Graham justru menjadi salah satu anggota Partai Republik yang paling keras mengkritik Trump.
Saat itu, Graham menilai Trump bukan sosok yang tepat untuk memimpin Partai Republik. Ia bahkan menentang pencalonan Trump dalam pemilihan pendahuluan partai.
Namun, dinamika tersebut berubah setelah Trump memenangkan pemilu dan memasuki Gedung Putih. Keduanya mulai membangun komunikasi politik yang lebih erat.
Graham kemudian menjadi salah satu pendukung utama agenda Trump di Senat. Ia membantu memperjuangkan sejumlah kebijakan pemerintahan Trump dan menjadi salah satu anggota Kongres yang sering menjadi penghubung antara Gedung Putih dan parlemen.
Trump sendiri kemudian menggambarkan Graham sebagai sosok yang memiliki kemampuan membangun hubungan politik di Kongres.
“Dia adalah pendukung yang luar biasa di Senat. Jika saya memiliki masalah besar dengan seorang anggota Partai Demokrat, dia bisa menyelesaikannya,” kata Trump, seperti dikutip dari CNN, Senin (13/7/2026).
Meski hubungan keduanya semakin dekat, Graham tidak selalu mengikuti seluruh langkah Trump. Setelah kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021, Graham menyatakan bahwa Joe Biden memenangkan pemilu secara sah.
Namun, perbedaan tersebut tidak menghentikan hubungan politik keduanya. Graham tetap menjadi salah satu tokoh Republik yang paling dekat dengan Trump.
3. Figur keras dalam politik luar negeri Amerika

Di luar hubungannya dengan Trump, Lindsey Graham dikenal sebagai salah satu senator Amerika yang memiliki pandangan kuat mengenai posisi AS di dunia.
Ia merupakan pendukung utama kebijakan luar negeri yang aktif dan sering menyerukan keterlibatan Amerika dalam konflik internasional.
Dalam isu Ukraina, Graham menjadi salah satu pendukung paling vokal bantuan militer AS setelah Rusia melancarkan invasi pada 2022. Ia beberapa kali melakukan kunjungan ke Kyiv untuk menunjukkan dukungan kepada pemerintah Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menjadi salah satu pemimpin dunia yang menyampaikan penghormatan atas wafatnya Graham.
“Lindsey adalah pembela sejati kebebasan dan nilai-nilai yang membuat dunia kita lebih aman,” kata Zelenskyy.
Graham juga memiliki hubungan erat dengan sejumlah tokoh besar Partai Republik, termasuk mendiang Senator John McCain. Keduanya dikenal sebagai pasangan politik yang sering bekerja sama dalam isu keamanan nasional dan kebijakan luar negeri.
Meski memiliki pandangan konservatif yang kuat, Graham juga dikenal pernah bekerja sama dengan anggota Partai Demokrat dalam sejumlah isu, termasuk reformasi imigrasi.
4. Warisan politik Lindsey Graham

Selama lebih dari 30 tahun berada di dunia politik, Lindsey Graham menjadi salah satu figur yang mewakili perubahan dan pergulatan internal Partai Republik Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai politisi yang mampu bertahan melewati berbagai perubahan politik, dari era George W. Bush, Barack Obama, hingga Donald Trump.
Bagi para pendukungnya, Graham merupakan politisi yang konsisten memperjuangkan keamanan nasional dan kepentingan Amerika di dunia. Sementara bagi para pengkritiknya, ia menjadi simbol perubahan arah politik Partai Republik dalam era Trump.
Namun, terlepas dari perdebatan mengenai pandangan politiknya, pengaruh Graham dalam politik Amerika tidak dapat dipungkiri. Selama lebih dari dua dekade di Senat, ia menjadi salah satu suara paling berpengaruh dalam isu pertahanan, hubungan luar negeri, dan arah Partai Republik.


.png)















