Visual aktivitas kawah Gunung Semeru yang dipantau melalui peta MAGMA Indonesia. (magma.esdm.go.id)
Gunung Semeru mengalami erupsi pada Minggu pukul 07.51 WIB. Kolom letusan teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Petugas Pengamatan Pos Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi selama 102 detik.
Sigit mengatakan, masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.