Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada Negara Lain yang Hina RI, Prabowo Beri Ancaman Ini
Presiden Prabowo Subianto membuka pidatonya dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo mengancam akan membuka identitas perusahaan asing yang dinilai kerap menghina Indonesia, menegaskan bangsa Indonesia tidak ingin terus-menerus diganggu.
  • Dalam pembahasan karhutla, Prabowo menyebut kebakaran tidak hanya dipicu faktor alam, tetapi juga diduga melibatkan campur tangan manusia dan sejumlah korporasi.
  • Prabowo meminta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI, serta intelijen mengusut tuntas korporasi dan oknum pembakar lahan karena membahayakan kesehatan jutaan warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengancam akan membuka identitas perusahaan asing yang yang kerap menghina Indonesia. Hal itu disampaikan Prabowo saat membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Prabowo menyinggung negara-negara yang dinilainya kerap menghina Indonesia. Dia menegaskan, Indonesia merupakan bangsa yang sabar, tetapi tidak ingin terus-menerus mendapat gangguan.

"Dan bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

"Saudara-saudara, bangsa Indonesia bangsa yang santun, bangsa Indonesia bangsa yang sabar. Bangsa Indonesia sering dihina. Tapi bangsa Indonesia percayalah, tidak mau diganggu terus-menerus," ujar dia.

Di sisi lain, Prabowo menyoroti hasil penyelidikan karhutla di Indonesia. Menurutnya, kebakaran tidak hanya disebabkan faktor alam, tetapi juga campur tangan manusia. Dia menyebut sejumlah korporasi diduga ikut bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.

Prabowo meminta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI, dan unsur intelijen menyelidiki keterlibatan korporasi serta oknum yang sengaja membakar lahan. Dia menilai pembakaran yang disengaja sebagai kejahatan serius karena membahayakan kesehatan jutaan masyarakat.

"Kita tidak boleh menganggap ini remeh. Kita akan sekarang masif menangani itu tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article