Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ade Armando Mundur dari PSI, Tak Ingin Partai Terseret Kasus dengan JK
Pegiat media sosial, Ade Armando resmi mengundurkan diri dari keanggotaan sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Ade Armando resmi mundur dari PSI demi menjaga agar partai tidak terseret dalam kontroversi pribadi dan kasus hukum yang melibatkan dirinya dengan Jusuf Kalla.
  • Ia menegaskan tidak ada konflik internal dengan PSI serta menyatakan keputusan ini diambil untuk kebaikan bersama dan menjaga citra partai tetap bersih.
  • Ade menekankan seluruh pernyataannya adalah tanggung jawab pribadi, bukan sikap resmi PSI, setelah muncul laporan polisi terkait unggahan video ceramah JK.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sebelumnya

Sebanyak 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama melaporkan Ade Armando, Grace Natalie, dan Permadi Arya ke Bareskrim Polri terkait unggahan potongan video ceramah Jusuf Kalla di Masjid UGM.

5 Juni 2026

Ade Armando mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat. Ia menyatakan keputusan itu diambil agar PSI tidak terseret dalam kasus dan kontroversi yang menimpanya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Ade Armando mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mencegah partai tersebut terseret dalam polemik hukum dan kontroversi yang melibatkan dirinya dengan Jusuf Kalla.
  • Who?
    Ade Armando, pegiat media sosial sekaligus mantan kader PSI, bersama pihak-pihak yang sebelumnya melaporkannya ke Bareskrim Polri terkait unggahan video ceramah Jusuf Kalla.
  • Where?
    Pernyataan pengunduran diri disampaikan di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, sementara pelaporan terhadap Ade dilakukan di Bareskrim Polri.
  • When?
    Pengumuman dilakukan pada Selasa, 5 Juni 2026. Pelaporan oleh aliansi ormas Islam terjadi sebelumnya dan masih dalam proses penanganan aparat kepolisian.
  • Why?
    Ade mundur agar PSI tidak terus dikaitkan dengan kasus hukum dan kritik publik terhadap dirinya, serta untuk menegaskan bahwa pernyataannya bersifat pribadi, bukan mewakili sikap partai.
  • How?
    Ade menyampaikan keputusan mundur melalui jumpa pers terbuka, menjelaskan alasan pribadi dan tanggung jawab atas ucapannya sendiri tanpa melibatkan PSI dalam polemik yang sedang berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ade Armando keluar dari partai PSI. Katanya tidak ada marah-marahan, tapi dia mau pergi supaya partainya tidak ikut kena masalah. Ada orang yang bilang Ade bikin ribut karena video tentang Pak Jusuf Kalla. Sekarang Ade bilang dia tanggung jawab sendiri dan siap kalau dipanggil polisi. PSI tetap jalan terus tanpa dia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keputusan Ade Armando untuk mundur dari PSI menunjukkan sikap tanggung jawab dan kepedulian terhadap citra partai. Ia memilih langkah ini demi menjaga agar PSI tidak terseret dalam polemik pribadi yang menimpanya. Pernyataannya yang menegaskan tidak adanya konflik juga mencerminkan hubungan internal partai yang tetap sehat dan saling menghormati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pegiat media sosial, Ade Armando resmi mengundurkan diri dari keanggotaan sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia memastikan, tak ada konflik antara dirinya dengan partai berlambang gajah tersebut. Pilihan itu diambil demi kebaikan bersama.

"Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama," kata Ade dalam jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2026).

Ade menjelaskan, jalan politiknya ini ditempuh agar PSI tak terus dikaitkan dengan kontroversi yang kerap menimpanya. Termasuk, kasus Ade dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK). Ade sendiri jadi salah satu figur yang ikut menyebarkan potongan video ceramah JK yang dinilai mengandung narasi provokatif di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Selama ini saya terlalu sering jadi sasaran tembak akibat ucapan saya, komentar saya, kritik saya terhadap berbagai pihak. Dan kali ini yang tadi dikatakan adalah terkait dengan adanya pelaporan dari pihak-pihak yang menganggap eh misalnya saja saya sengaja menghasut, memprovokasi, atau bahkan ada tuduhan saya memfitnah Pak JK dan seterusnya," ungkapnya.

Ade mengaku tidak masalah apabila dilaporkan karena dianggap menghasut dan memprovokasi.

"Seandainya itu memang hanya yang jadi sasaran tembaknya adalah hanya saya, menurut saya ya saya tidak keberatan, saya akan hadapi. Kalau saya dipanggil oleh polisi, saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya. Masalahnya, pada saat yang sama, ternyata ada kelompok-kelompok atau pihak-pihak yang menurut saya dengan sengaja mengorkestrasi ini untuk juga menyerang atau menghancurkan PSI. Dan saya tidak terima itu," imbuh dia.

Ade juga menjelaskan, berbagai kritik dan pendapat yang disampaikannya adalah pernyataan pribadi, tak mewakili sikap PSI. Oleh sebab itu ia menyayangkan adanya pihak yang berupa menyudutkan PSI.

"Menurut saya ini tidak sehat. Karena saya yang melakukannya, ya saya sendirilah yang harus bertanggung jawab atas itu. Saya percaya pada teman-teman PSI akan terus memperjuangkan keberagaman, pluralisme, antikorupsi. Sesuatu yang dulu membuat saya merasa perlu bergabung dengan PSI. Tapi kalau kehadiran saya justru ternyata dijadikan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menghabisi PSI misalnya, dan menyerang PSI, seolah-olah PSI bertanggung jawab terhadap apa yang saya ucapkan, padahal saya itu bukan pengurus. Saya bukan pengurus PSI, saya adalah kader PSI. Saya anggota PSI saja," imbuh dia.

Sebelumnya, 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama resmi melaporkan Ade Armando, Sekretaris Dewan PSI Grace Natalie, dan kreator konten Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri. Pelaporan itu berkaitan dengan polemik narasi unggahan potongan video ceramah JK yang menyinggung konflik di Poso dan Ambon di Masjid UGM.

Editorial Team