Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

JK ke Ade Armando soal Polemik Ceramah: Jangan Seenaknya

JK ke Ade Armando soal Polemik Ceramah: Jangan Seenaknya
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, Selasa (21/4/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Jusuf Kalla menegaskan isi ceramahnya di Masjid UGM menggambarkan kondisi nyata konflik Poso dan Ambon, serta dikonfirmasi oleh para tokoh agama yang terlibat dalam perundingan damai.
  • JK mengkritik pernyataan Ade Armando yang dianggap keliru dan meminta agar tidak berbicara sembarangan, namun ia memilih tidak mengambil langkah hukum pribadi terkait polemik tersebut.
  • JK menyatakan tengah menelusuri sumber penyebaran potongan video ceramah yang memicu kontroversi dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi narasi pemecah belah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDNTimes - Polemik ceramah Wakil Presiden ke- 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) di Masjid UGM berujung pelaporan ke polisi. Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan provokasi, yang dipicu potongan video ceramah JK terkait konflik Poso dan Ambon.

Laporan yang dilontarkan pada Ade Armando oleh sejumlah, kata dia juga tak jadi urusannya. JK juga secara terbuka mengkritik pernyataan Ade Armando yang dianggapnya keliru. Dia juga meminta agar Ade Armando tak seenaknya.

"Ade Armando ngomong seenaknya saja. Dia bilang lagi bahwa diperintahkan. Siapa yang bilang diperintahkan? Diperintahkan mati... Nah, makin gila dia ngomong," kata JK kepada awak media, di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

1. JK lakukan pertemuan degan tokoh konflik Poso dan Ambon

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK)
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya, kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Pada hari ini juga bahkan dia lakukan pertemuan dengan pelaku sejarah perundingan damai Malino I untuk Poso dan Malino II untuk Maluku. Menanggapi hal itu, JK menegaskan isi ceramahnya merupakan gambaran kondisi nyata saat konflik terjadi, berdasarkan kesaksian para tokoh agama yang terlibat langsung.

"Itu benar semua. Mereka mengaku bahwa lebih hebat lagi daripada keadaan, lebih susah lagi. Jadi apa yang disampaikan ya keadaan pada waktu itu. Jadi semua tadi malah menangis bahwa kalau saya tidak selesaikan, bayangkan mereka. Nah, itu, itu pembicaraan tadi. Dan semua sepakat bahwa ini harus dilawan, semua yang mau macam-macam itu," ujarnya.

2. Tak akan ambil langkah hukum

Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) lakukan pertemuan dengan pelaku sejarah perundingan damai Malino I untuk Poso dan Malino II untuk Maluku di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) lakukan pertemuan dengan pelaku sejarah perundingan damai Malino I untuk Poso dan Malino II untuk Maluku di Jakarta, Selasa (21/4/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Terkait kemungkinan langkah hukum, JK menyatakan tidak akan mengambil tindakan pribadi dan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

"Ah, saya masyarakatlah terserah. Kalau yang merasa dipecah belah akan mengajukan, terserah saja."

Di sisi lain, JK mengungkapkan pihaknya tengah berupaya menelusuri sumber awal penyebaran potongan video yang memicu polemik tersebut.

"Kita, bagian kami minta polisi, kami minta juga ahli-ahli IT ingin meneliti, ini dari mana asalnya ini? Kan semua lewat IT kan. Mengatakan, siapa yang mula-mula masukkan dua kalimat itu? Yang 45 detik atau 50 detik itu. Mengedarkan, siapa yang mengedarkan?" ujarnya.

3. Tak ingin berspekulasi soal dalang di balik polemik ini

Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) lakukan pertemuan dengan pelaku sejarah perundingan damai Malino I untuk Poso dan Malino II untuk Maluku di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) lakukan pertemuan dengan pelaku sejarah perundingan damai Malino I untuk Poso dan Malino II untuk Maluku di Jakarta, Selasa (21/4/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia menegaskan tidak ingin berspekulasi mengenai pihak yang diduga berada di balik penyebaran tersebut. JK juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh narasi yang berpotensi memecah belah.

"Saya tidak jangan, saya tidak mau menduga. Tapi lagi sekarang akan diteliti lewat teknologi siapa itu."

"Ya, mereka tadi teman-teman para tokoh agama itu diharapkan untuk mensosialisasikan—tentu lewat Anda semua media untuk apa itu, agar masyarakat memahami, jangan mau dipecah belah oleh orang-orang yang memfitnah itu," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More