Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AHY Evaluasi Posisi Gerbong, Laki-Laki dan Perempuan Tak Boleh Jadi Korban
Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • AHY menyatakan akan mengevaluasi posisi gerbong khusus perempuan di Commuter Line setelah kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi.
  • Evaluasi dilakukan karena gerbong khusus perempuan yang berada di bagian depan dan belakang dinilai memiliki risiko tinggi saat terjadi tabrakan.
  • AHY menegaskan keselamatan harus setara bagi laki-laki dan perempuan, serta pemerintah fokus memperkuat sistem transportasi yang aman, nyaman, dan berorientasi pada keselamatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
28 April 2026

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan evaluasi posisi gerbong khusus perempuan pada rangkaian Commuter Line setelah kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi. Ia menilai posisi gerbong khusus perempuan di bagian depan dan belakang berisiko tinggi dalam kejadian tertentu.

kini

Pemerintah fokus memastikan sistem transportasi, terutama perkeretaapian, mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan jenis kelamin.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan rencana evaluasi posisi gerbong khusus perempuan pada rangkaian Commuter Line setelah terjadinya kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi.
  • Who?
    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, bersama pihak terkait sektor transportasi perkeretaapian.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan AHY di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, setelah meninjau kondisi pascakecelakaan kereta di wilayah tersebut.
  • When?
    Pernyataan dilakukan pada Selasa, 28 April 2026, usai insiden tabrakan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.
  • Why?
    Evaluasi dilakukan karena posisi gerbong khusus perempuan yang berada di bagian depan dan belakang dinilai berisiko tinggi saat terjadi kecelakaan seperti tumbukan dari arah belakang.
  • How?
    Pemerintah akan meninjau ulang sistem penempatan gerbong serta memperkuat aspek keselamatan transportasi agar perlindungan bagi seluruh penumpang, baik laki-laki maupun perempuan, dapat terjamin secara setara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dua kereta tabrakan di Bekasi. Keretanya satu Commuter Line dan satu Argo Bromo Anggrek. Pak AHY bilang mau lihat lagi posisi gerbong khusus perempuan, soalnya gerbong itu ada di depan dan belakang. Katanya semua orang, laki-laki dan perempuan, harus aman naik kereta. Sekarang pemerintah mau bikin kereta lebih aman dan nyaman buat semua orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan AHY menunjukkan komitmen pemerintah untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam sistem transportasi publik. Evaluasi posisi gerbong khusus perempuan mencerminkan kepedulian terhadap perlindungan semua penumpang tanpa membedakan gender. Sikap ini menandakan langkah reflektif dan tanggung jawab dalam memperbaiki kebijakan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan akan mengevaluasi penempatan gerbong khusus perempuan pada rangkaian Commuter Line yang selama ini berada di bagian depan dan belakang kereta.

Evaluasi tersebut disampaikan menyusul kecelakaan antara kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi.

AHY menilai, gerbong yang selama ini dirancang untuk memberikan perlindungan bagi penumpang perempuan justru berada pada posisi yang berisiko tinggi dalam kejadian tertentu.

"Memang belum pernah terjadi sebelumnya ada tumbukan KRL dari belakang dihantam oleh kereta api jarak jauh. Dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita. Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru mendapatkan risiko yang paling tinggi,” ujar AHY di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Meski demikian, AHY menegaskan keselamatan tidak boleh dibedakan berdasarkan jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan harus mendapatkan perlindungan yang sama.

“Ini juga bagian yang akan kita terus evaluasi, tapi yang jelas adalah laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun,” katanya.

Menurut AHY, fokus utama pemerintah ke depan adalah memastikan sistem transportasi, khususnya perkeretaapian, benar-benar mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat.

“Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon, tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik,” katanya.

Editorial Team