Comscore Tracker

Data Lengkap Virus Corona di Indonesia Per Senin 6 Juli 2020

Ada penambahan kasus COVID-19 baru sebanyak 1.209 hari ini

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Percepatan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia hari ini mengalami penambahan sebanyak 1.209 kasus. Dengan demikian secara total kasus COVID-19 menjadi 64.958.

Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan penambahan kasus terbanyak hari ini yaitu, 308 kasus baru.

"Penambahan kasus yang kita identifikasi setiap hari dari hasil PCR atau TCM adalah gambaran upaya masif untuk pemeriksaan dari tracing agresif," ujar Yuri dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung dari channel YouTube BNPB Indonesia, Senin (6/7).

1. Kasus meninggal di Indonesia mencapai 3.241 orang

Data Lengkap Virus Corona di Indonesia Per Senin 6 Juli 2020proses pemakaman jenazah dengan protokol kesehatan COVID-19 (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Yuri juga melaporkan, jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia telah mencapai 3.241 kasus. Angka tersebut muncul karena ada penambahan kasus meninggal sebanyak 70 orang.

"Bertambah 70 orang, sehingga total kasus meninggal akumulasinya menjadi 3.241 orang," katanya.

Yuri sebelumnya telah menjelaskan bahwa pemakaman jenazah COVID-19 dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan dan keagamaan. Sehingga, tidak perlu ada lagi penolakan terhadap pemakaman COVID-19.

2. Kasus sembuh di Indonesia mencapai 29.919 orang

Data Lengkap Virus Corona di Indonesia Per Senin 6 Juli 2020Para pasien COVID-19 yang sembuh usai dikarantina di Hotel Asrama Haji. Dok Humas Pemkot Surabaya

Yuri melaporkan penambahan pasien yang sembuh dari COVID-19 hari ini berjumlah 814 orang. Sehingga, totalnya menjadi 29.919.

"Kasus sembuh bertambah 814, jadi total kasus sembuh 29.919" kata Yuri.

3. Sebaran kasus COVID-19 di 34 provinsi Indonesia

Data Lengkap Virus Corona di Indonesia Per Senin 6 Juli 2020Hasil rapid test kepada pedagang pasar Jodog belum ditemui hasilnya reaktif. IDN Times/Daruwaskita

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Setelah Jawa Timur, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus terbanyak kedua hari ini dengan 232 kasus positif COVID-19 baru.

Berikut ini data lengkap rincian penyebaran virus corona di 455 kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia :

1. Aceh 87 kasus
2. Bali 1.900 kasus
3. Banten 1.525 kasus
4. Bangka Belitung 169 kasus
5. Bengkulu 141 kasus
6. Yogyakarta 339 kasus
7. DKI Jakarta 12.667 kasus
8. Jambi 120 kasus
9. Jawa Barat 3.700 kasus
10. Jawa Tengah 4.738 kasus
11. Jawa Timur 14.321 kasus
12. Kalimantan Barat 339 kasus
13. Kalimantan Timur 597 kasus
14. Kalimantan Tengah 1.040 kasus
15. Kalimantan Selatan 3.628 kasus
16. Kalimantan Utara 206 kasus
17. Kepulauan Riau 313 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 1.362 kasus
19. Sumatera Selatan 2.326 kasus
20. Sumatera Barat 775 kasus
21. Sulawesi Utara 1.218 kasus
22. Sumatera Utara 1.798 kasus
23. Sulawesi Tenggara 484 kasus
24. Sulawesi Selatan 5.974 kasus
25. Sulawesi Tengah 191 kasus
26. Lampung 201 kasus
27. Riau 235 kasus
28. Maluku Utara 953 kasus
29. Maluku 804 kasus
30. Papua Barat 265 kasus
31. Papua 2.027 kasus
32. Sulawesi Barat 124 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 118 kasus
34. Gorontalo 271 kasus

Dalam proses verifikasi di lapangan 2 kasus.

4. Ada 38.748 ODP dan 13.360 PDP yang masih dalam pantauan

Data Lengkap Virus Corona di Indonesia Per Senin 6 Juli 2020Ilustrasi Swab Test (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Yuri menjelaskan bahwa jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang tercatat masih dipantau hingga Senin (6/7), yakni sebanyak 38.748 orang.

“Mereka masih terus kami pantau," kata Yuri dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung dari channel YouTube BNPB Indonesia, Senin.

Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang juga masih dipantau berjumlah 13.360 orang.

Saat ini Indonesia telah menyediakan sebanyak 144 laboratorium Real Time PCR dan 112 laboratorium TCM.

Baca Juga: Bersatu Lawan COVID-19 Jadi Sistem Kendali Pemerintah Tangani COVID-19

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya