Comscore Tracker

Gelombang Tinggi dan Rob Hantui Perairan Utara Jawa Hingga 6 Juni

"Akibat fase bulan purnama."

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi banjir pesisir atau rob di wilayah Perairan Utara Jawa pada awal Juni ini. Potensi tersebut disebabkan oleh kondisi pasang air laut yang cukup tinggi di beberapa wilayah Indonesia.

"Hal itu akibat fase bulan purnama atau yang disebut full moon atau spring tide," jelas BMKG melalui keterangan tertulis yang IDN Times terima pada, Jumat (5/6).

1. Gelombang tinggi diprediksi mencapai 2,5-5 meter di Laut Jawa

Gelombang Tinggi dan Rob Hantui Perairan Utara Jawa Hingga 6 JuniBanjir rob di Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (3/5). Dok. BPBD Kota Tegal

Selain faktor astronomis, juga terdapat faktor meteorologis berupa potensi gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 2,5-4 meter di Laut Jawa. Hal itu dibangkitkan oleh embusan angin kuat dan persisten mencapai kecepatan hingga 25 knot atau 46 km per jam .

"Itu berperan terhadap peningkatan kenaikan tinggi muka air laut yang terjadi di Perairan Utara Jawa," demikian penjelasan BMKG.

2. Potensi gelombang tinggi dan banjir rob akan berlangsung hingga 6 Juni

Gelombang Tinggi dan Rob Hantui Perairan Utara Jawa Hingga 6 JuniANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

BMKG mengatakan, secara klimatologis tinggi muka air laut pada bulan Mei dan Juni di Perairan Indonesia umumnya berada di atas tinggi muka laut rata-rata. Potensi gelombang tinggi di Laut Jawa dan banjir rob di Pesisir Utara Jawa diperkirakan akan berlangsung hingga Sabtu (6/6) mendatang.

"Potensi itu memiliki kecenderungan menurun seiring penurunan kecepatan angin," jelasnya.

3. Masyarakat pesisir utara Jakarta, Pekalongan, Cirebon dan Semarang diminta waspada

Gelombang Tinggi dan Rob Hantui Perairan Utara Jawa Hingga 6 JuniIlustrasi. Ombak laut (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

BMKG mengimbau masyarakat yang bermata pencaharian dan beraktivitas di pesisir atau pelabuhan diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta upaya mitigasi terhadap potensi bencana banjir rob. Imbauan itu diutamakan untuk masyarakat di daerah-daerah pantai berelevasi rendah.

"Seperti Pesisir utara Jakarta, Pekalongan, Cirebon, dan Semarang," katanya.

Baca Juga: Banjir Rob Terjang Tegal dan Pekalongan, 13 Desa Tergenang

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya