Comscore Tracker

Hari Ini, 13.095 Spesimen Sudah Dites oleh Gugus Tugas COVID-19

Rincian jumlah tes per provinsi masih belum dibuka ke publik

Jakarta, IDN Times - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat, dari 5 Juni 2020 pukul 12.00 WIB hingga 6 Juni 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang sudah dites COVID-19 berjumlah 13.095 spesimen.

Angka tersebut berhasil menyentuh bahkan melebihi target 10.000 pemeriksaan spesimen per harinya. Namun sayang, Gugus Tugas COVID-19 hingga saat ini belum bisa melaporkan rincian pelaksanaan tes per provinsi. Sehingga, publik masih belum tau berapa tes yang dilakukan di wilayahnya masing-masing.

"12.677 melalui tes PCR dan 418 melalui TCM," ujarnya,” kata Yuri, Sabtu (6/6).

Untuk melakukan pemeriksaan COVID-19, pemerintah telah menyediakan sebanyak 103 laboratorium Real Time PCR dan 67 laboratorium TCM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

1. Kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 30.514

Hari Ini, 13.095 Spesimen Sudah Dites oleh Gugus Tugas COVID-19Rapid test massal yang dilakukan di terminal Keputih, Sukolilo Kamis (4/6). IDN Times/Radiktya Catur

Ia juga melaporkan, per pukul 12.00 WIB, 6 Juni 2020, total kasus positif di Indonesia naik menjadi 30.514 kasus. Angka itu naik hingga 993 kasus. Jumlah kasus baru hari ini adalah rekor tertinggi penambahan kasus di Indonesia. Jawa Timur menjadi wilayah yang menyumbang kasus terbanyak yaitu 286 kasus baru.

Sedangkan peningkatan angka kematian juga terjadi di Indonesia, menjadi 1.801 kasus. Walau pun demikian, kasus sembuh juga terus naik dan sekarang berada di angka 9.907 orang.

Baca Juga: Data Lengkap Virus Corona di Indonesia Per Sabtu 6 Juni 2020

2. Sebaran kasus COVID-19 di 34 provinsi Indonesia

Hari Ini, 13.095 Spesimen Sudah Dites oleh Gugus Tugas COVID-19Antrean warga rapid test massal di Terminal Keputih, Jumat (5/6). Dok Humas Pemkot Surabaya

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Setelah Jawa Timur, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus terbanyak kedua hari ini dengan 104 kasus positif COVID-19 baru.

Berikut ini data lengkap rincian penyebaran virus corona di 421 kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia:

1. Aceh 20 kasus
2. Bali 557 kasus
3. Banten 1.025 kasus
4. Bangka Belitung 98 kasus
5. Bengkulu 92 kasus
6. Yogyakarta 242 kasus
7. DKI Jakarta 7.870 kasus
8. Jambi 103 kasus
9. Jawa Barat 2.376 kasus
10. Jawa Tengah 1.564 kasus
11. Jawa Timur 5.835 kasus
12. Kalimantan Barat 210 kasus
13. Kalimantan Timur 327 kasus
14. Kalimantan Tengah 496 kasus
15. Kalimantan Selatan 1.247 kasus
16. Kalimantan Utara 168 kasus
17. Kepulauan Riau 227 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 798 kasus
19. Sumatera Selatan 1.104 kasus
20. Sumatera Barat 618 kasus
21. Sulawesi Utara 470 kasus
22. Sumatera Utara 605 kasus
23. Sulawesi Tenggara 257 kasus
24. Sulawesi Selatan 1.840 kasus
25. Sulawesi Tengah 139 kasus
26. Lampung 143 kasus
27. Riau 118 kasus
28. Maluku Utara 185 kasus
29. Maluku 261 kasus
30. Papua Barat 178 kasus
31. Papua 1.005 kasus
32. Sulawesi Barat 92 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 97 kasus
34. Gorontalo 126 kasus

Dalam proses verifikasi di lapangan 21 kasus.

3. Jokowi meminta klaster-klaster COVID-19 dijaga dengan ketat

Hari Ini, 13.095 Spesimen Sudah Dites oleh Gugus Tugas COVID-19Dok. Biro Pers Kepresidenan

Untuk menekan angka penyebaran kasus COVID-19 di Tanah Air, Presiden Joko "Jokowi" Widodo meminta agar klaster-klaster penyebaran virus corona diawasi dengan ketat. Sebab dari klaster itu lah perluasan wabah COVID-19 dapat terjadi.

"Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster, klaster pekerja migran, klaster jemaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," jelas Jokowi pada konferensi pers secara daring, pada Senin (4/5).

Baca Juga: Berniat Hindari Semprotan Tim COVID-19, Warga Papua Jatuh Hingga Tewas

Topic:

  • Aldzah Fatimah Aditya
  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya