Comscore Tracker

Debat Pertama Pilkada Kabupaten Malang, SanDi dan Ladub Sama-sama Puas

Kedua paslon sama-sama yakin bisa menarik hati masyarakat

Malang, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang menggelar debat publik pertama Pilkada 2020, Jumat (30/10/2020). Debat tersebut mengambil tema Kesejahteraan Rakyat. Ketiga pasangan calon (paslon) saling adu gagasan untuk membawa perubahan bagi Kabupaten Malang.

Setelah debat tersebut, Paslon nomor urut 1, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) dan paslon nomor urut 2, Lathifah Shohib-Didik Budi Mulyono (Ladub) mengaku sama-sama puas. Mereka sama-sama optimistis program-program yang ditawarkan akan diterima masyarakat. IDN Times sendiri sudah mencoba untuk menghubungi paslon nomor urut 3, Heru Cahyono-Gunadi Handoko, namun tak ada respons dari keduanya.

1. Program-program SanDi langsung mengarah ke teknis, Ladub sudah sampaikan garis besar visi dan misi di debat pertama

Debat Pertama Pilkada Kabupaten Malang, SanDi dan Ladub Sama-sama PuasSanusi-Didik mendapat nomor urut 1 pada undian di Pilkada 2020. IDN Times/ Alfi Ramadana

Direktur Sanusi Center, Zulham Akhmad Mubarak menjelaskan, seluruh jawaban yang diberikan oleh SanDi pada debat pertama selalu langsung mengarah ke teknis. Hal ini menunjukkan bahwa SanDi merupakan paslon yang sudah berpengalaman melayani birokrasi. Dalam kesempatan tersebut, SanDi juga menawarkan beberapa program untuk mengatasi masalah-masalah yang ada di Kabupaten Malang.

"Beberapa program yang disiapkan seperto Makin Tobat (Masyarakat Miskin Gratis Berobat), Sade Sapu (Satu Desa Satu Pemuda), dan tentang penanganan COVID-19 jelas sudah pernah dilakukan dan menuai prestasi," jelas Zulham, Sabtu (31/10/2020).

Demikian juga dengan paslon Ladub. Lathifah mengungkapkan, secara umum seluruh visi dan misinya sudah tersampaikan dengan baik pada debat pertama. Meskipun demikian, dia mengakui bahwa memang waktu yang diberikan untuk bicara cukup terbatas.

"Intinya, alhamdulilah kami sudah menempuh debat pertama dengan lancar dan baik. Setiap paslon hanya diberikan waktu satu menit, tentu itu sangat terbatas sekali. Namun kami sudah puas, visi dan misi besar kami sudah kami sampaikan pada debat pertama," ungkap Lathifah dihubungi terpisah.

2. SanDi yakin dengan pengalaman, Lathifah akan lebih all out lagi ke depannya

Debat Pertama Pilkada Kabupaten Malang, SanDi dan Ladub Sama-sama PuasPaslon Lathifah-Didik menunjukkan simbol dua jari jempol telunjuk yang menjadi tagline mereka. IDN Times/ Alfi Ramadana

Paslon SanDi mengakui, sebagai petahana, posisinya memang diuntungkan. Sebab, mereka merasa sudah berpengalaman dan cukup lama berkecimpung di dunia birokrasi. Mereka optimistis masyarakat akan memilih sosok yang sudah teruji.

"Dari situ pengalaman berbicara. Jawaban dari SanDi mayoritas teknis dan terukur," tambah Zulham.

Sedangkan Lathifah akan melakukan evaluasi setelah debat pertama. Dia dan calon wakilnya sudah menjelaskan secara maksimal apa yang ingin dilakukan untuk masyarakat Malang. 

"Insya Allah akan kami lakukan evaluasi kekurangan saat debat pertama. Berikutnya kami siap lebih all out lagi. Intinya pada debat kali ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin memaparkan visi misi serta program yang kami siapkan, meski dengan waktu debat yang terbatas," tegas Lathifah.

Baca Juga: Berstatus Petahana, SanDi Pede Hadapi Debat Perdana Pilkada Kab.Malang

3. Sama-sama fokus kampanye lagi

Debat Pertama Pilkada Kabupaten Malang, SanDi dan Ladub Sama-sama PuasIlustrasi Pilkada serentak 2020, IDN Times/ istimewa

Setelah melalui tahapan debat publik pertama, baik paslon SanDi maupun Ladub optimistis menata langkah ke depan. Mereka akan memanfaatkan waktu untuk kembali berkampanye secara maksimal.

Kini SanDi dan tim pemenangan Malang Makmur kembali fokus berkampanye. Terlebih waktu yang tersedia saat ini hanya satu bulan saja.

"Kami akan melanjutkan kampanye door to door. Kemudian dikombinasi dengan strategi digital yang sudah disiapkan," terang Zulham.

Hal yang sama juga akan dilakukan oleh Ladub. Jubir tim pemenangan Ladub, Anas Muhammad mengatakan, program-program yang belum sempat tersampaikan dengan jelas saat debat perdana, akan coba disosilisasikan terus kepada masyarakat. 

"Berikutnya kami kembali kampanye seperti biasa menyampaikan program-program pada masyarakat sesuai zona. Kami sudah petakan zona-zona kampanye. Kali ini akan kami maksimalkan lagi volumenya karena waktu juga sudah tinggal satu bulan lagi," tukasnya.

Baca Juga: Pasangan Ladub Mengaku Siapkan Kejutan di Debat Pilkada Kab.Malang

Alfi Ramadana Photo Verified Writer Alfi Ramadana

Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pemikiran

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya