Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cak Imin: Jangan Hiraukan Saipul, Makelar yang Mengatasnamakan NU

Cak Imin: Jangan Hiraukan Saipul, Makelar yang Mengatasnamakan NU
Cawapres nomor urut satu, Muhaimin Iskandar saat ditemui di kediaman pribadinya, di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, sebelum mencoblos di TPS 023 di kawasan Kemang. (IDN Times/Amir Faisol)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyentil seseorang bernama Saipul yang mengatasnamakan Nahdlatul Ulama (NU), padahal yang bersangkutan hanya seorang makelar. 

Cawapres nomor urut satu itu meminta para pejuang perubahan terus bekerja mengawal suara Anies-Muhaimin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ia meminta para pendukungnya supaya menghiraukan seorang bernama Saipul tersebut.

Ia tidak menjelaskan lebih lanjut, siapa sosok Saipul yang dimaksud. Namun, cuitan itu ditulis Cak Imin tidak lama setelah Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta PKB segera kembali ke jalan benar.

"Selamat pagi para pejuang perubahan! Teruslah bekerja menjaga suara rakyat. Jangan hiraukan makelar yang namanya saipul, mengatas namakan NU, padahal cuma makelar," kata Cak Imin dalam cuitan di media sosial X, dikutip IDN Times, Senin (19/2/2024).

1. PBNU minta PKB kembali ke jalan yang benar

Sekjen PBNU KH Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dalam rapat gabungan penunjukan Ketua PWNU Jawa Timur. (dok. PBNU/istimewa)
Sekjen PBNU KH Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dalam rapat gabungan penunjukan Ketua PWNU Jawa Timur. (dok. PBNU/istimewa)

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak PKB segera kembali ke jalan yang benar setelah Pemilihan Presiden (pilpres) 2024. 

Gus Ipul berharap PKB dapat mengikuti PBNU terkait hasil Pemilu 2024. Sebagai partai yang selama ini mengeklaim partai warga NU, menurut dia, PKB sudah selayaknya segera kembali bersama NU dengan bisa menerima apapun hasil Pemilu 2024.

“Kembalilah ke jalan yang benar yakni jalan yang sesuai dengan Nahdlatul Ulama. PBNU sudah menerima dan marilah kita sama-sama menghormati hasil pemilu. Kalau PKB mengaku partainya NU, ya mari bersama PBNU menyejukkan suasana,” kata Gus Ipul.

2. Ketum PBNU sebut Pemilu 2024 berjalan sukses

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (kiri) dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (kanan) menyikapi pelaksanaan pemilu 2024 di Kantor PBNU, Jakarta Pusat. (IDN Times/Amir Faisol)
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (kiri) dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (kanan) menyikapi pelaksanaan pemilu 2024 di Kantor PBNU, Jakarta Pusat. (IDN Times/Amir Faisol)

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya berpandangan, proses pemilu 2024 sampai dengan pemungutan suara telah terlaksana dengan baik. Keberhasilan itu telah menjadi kemenangan bersama bagi bangsa Indonesia.

"Sampai titik ini kami menyimpulkan Indonesia sudah menang karena proses berjalan baik dan lancar dan dapat diselesaikan, tinggal menunggu hasilnya," kata dia. 

Gus Yahya mengeklaim, tak ada masalah berarti dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Oleh karena itu, jika ada beberapa pihak yang mempermasalahkan, maka pasti dibuat-buat.

"Dari laporan-laporan, kami mendengarkan berbagai info, kami tak melihat ada potensi masalah yang berarti. Jadi kalau ada masalah pasti ada yang bikin bikin. Karena sampai sekarang kita tak melihat ada potensi," ucapnya.

3. Gugat hasil pemilu ada mekanismenya bukan dengan turun ke jalan membakar ban

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (kanan) menyikapi pelaksanaannya pemilu 2024. (IDN Times/Amir Faisol)
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (kanan) menyikapi pelaksanaannya pemilu 2024. (IDN Times/Amir Faisol)

Gus Yahya mengatakan, jika ada pihak-pihak yang tidak setuju dengan hasil Pemilu 2024 maka harus mengikuti mekanisme yang diatur peraturan perundang-undangan.

Menurut Gus Yahya, gugatan hasil Pemilu 2024 juga tidak bisa diselesaikan dengan cara berunjuk rasa turun ke jalan dan membakar ban. 

"Ya iya, wong sudah diatur mau gimana coba? masa mau diselesaikan dengan bakar ban misalnya? ndak bisa selesai juga," kata Gus Yahya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
Dheri Agriesta
3+
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Lebih dari 20 Serangan Targetkan Fasilitas Kesehatan Iran sejak Maret

05 Apr 2026, 06:30 WIBNews